Email Arikel ini ke Teman Anda
 |
 |
19 Agustus 2009
Tren rekor angin topan di Atlantik
Utara
Menurut penelitian yang diterbitkan
baru-baru ini di jurnal Nature, angin topan regional dan badai tropis yang
terus meningkat selama puluhan tahun terakhir kini telah mencapai rekor
tertinggi dalam 1.000 tahun.
Dengan menggunakan analisa
kombinasi sedimen dan simulasi komputer untuk merekonstruksi aktivitas
berabad-abad yang lalu, ilmuwan dari Universitas Negeri Pennsylvania
menyimpulkan bahwa Bumi belum pernah melihat frekuensi badai tropis yang
sedemikian tinggi selama hampir 1.500 tahun. Walaupun para ilmuwan tidak
pasti tentang mengapa puncak badai terjadi sebelumnya. Peningkatan saat ini
dikaitkan dengan pemanasan global.
Para ilmuwan Universitas Negeri
Pennsylvania, kami menghargai pengamatan Anda yang menyoroti tren pemanasan
yang ekstrem ini. Mari kita segera melangkah menuju solusi berkelanjutan
yang meningkatkan stabilitas di Bumi bagi semua.
Selalu peduli terhadap umat manusia
dan planet ini, Maha Guru Ching Hai berbicara tentang peningkatan bencana
belakangan ini pada konferensi video di bulan Maret 2009 di Meksiko dan juga
menjelaskan tindakan yang diperlukan untuk membaliknya.
Maha Guru Ching Hai: Angin
topan yang kuat telah meningkat secara berarti dalam beberapa dasawarsa
terakhir. Pusat Penelitian Atmosfer Nasional AS telah mengenali bahwa
temperatur permukaan laut yang memanas sebagai penyebab utamanya dan
berkaitan dengan laut yang semakin hangat akibat pemanasan global. Air yang
lebih panas menyebabkan lebih banyak penguapan air, memberikan bahan untuk
menghasilkan badai yang lebih kuat yang telah menghancurkan beberapa daerah.
Kita masih punya harapan, harapan yang tinggi untuk menyelamatkan planet ini.
Jadilah vegetarian, lalu meminta kepada siapa pun yang Anda kenal untuk ikut
menjadi vegetarian. Itu adalah solusi yang paling sederhana dan paling
efektif untuk menyelamatkan planet ini menurut riset ilmiah, menurut riset
medis, dan sesuai dengan semua nasihat religius.
http://www.nytimes.com/cwire/2009/08/13/13climatewire-study-finds-big-storms-on-a-1000-year-rise-94323.html
http://news.bbc.co.uk/2/hi/science/nature/8197191.stm
SELAMATKAN BUMI...
Perundingan perubahan iklim di Bonn berakhir
Pada pertemuan Konvensi Kerangka
Kerja PBB tentang Perubahan Iklim (UNFCCC) yang berlangsung seminggu,
perwakilan dari 180 negara membuat kemajuan selektif dengan rancangan pakta
iklim setebal 200 halaman yang akan dimatangkan di Kopenhagen pada Desember
ini. Banyak hal yang masih harus dipecahkan sepenuhnya, seperti kesepakatan
tentang pengurangan emisi gas rumah kaca dan jumlah dana untuk membantu
negara-negara berkembang dalam menghadapi pemanasan global.
Pada akhir pertemuan, Sekretaris
Eksekutif UNFCCC, Yvo de Boer memperingatkan bahwa perundingan pada
pertemuan September mendatang di Bangkok harus mempercepat, “Jika kita terus
maju dengan kecepatan ini, kita takkan mencapai hasil di Kopenhagen.”
Para perwakilan PBB, kami memuji
upaya Anda untuk melangkah maju menuju protokol perubahan iklim yang baru.
Semoga konsensus berhasil dicapai tentang masalah vital ini demi Bumi kita
dan semua penghuninya.
http://www.reuters.com/article/latestCrisis/idUSLE676941
http://www.earthtimes.org/articles/show/281428,we-might-not-make-it-at-copenhagen-says-un-climate-chief.html
http://www.nytimes.com/gwire/2009/08/14/14greenwire-gloomy-negotiators-end-bonn-climate-talks-90249.html
SELAMATKAN BUMI...
Menteri Lingkungan dan Sumber Daya Alam Sri Lanka Patali Champilka Ranawaka
mengumumkan rencana untuk membuat area perlindungan bagi kupu-kupu dekat
cagar hutan Ritigala.
http://www.dailynews.lk/2009/08/17/news12.asp
SELAMATKAN BUMI...
Wakil Presiden Kolombia Francisco Santos mendorong langkah-langkah terhadap
perubahan iklim, ia mengatakan bahwa tempat seperti pulau wisata populer San
Andreas segera dipengaruhi oleh kenaikan air laut yang akan menyebabkan
hilangnya pantai dan kota pesisir.
http://colombiareports.com/travel-in-colombia/93-caribbean/5454-17-of-san-andres-will-disappear-because-of-climate-change-government.html
SELAMATKAN BUMI...
Dengan penurunan curah hujan hingga 80% dan temperatur tertinggi dalam dua
milenium, para pakar iklim China memperingatkan tentang kondisi Plato
Qinghai-Tibet yang memburuk dengan cepat dan hilangnya dukungan bagi
kehidupan manusia kecuali diterapkan langkah-langkah untuk meredakan
perubahan iklim.
http://news.xinhuanet.com/english/2009-08/17/content_11896656.htm
Email Arikel ini ke Teman Anda
 |
 |
|