|
||||
|
05 Februari 2010 Bremen memperkenalkan “Hari Kamis Vegie” Kota yang seindah lukisan di barat laut Jerman ini telah menjadi kotamadya pertama yang mengenalkan Hari Vegie mingguan. Kampanye itu mencontoh keberhasilan program serupa di Gent, Belgia dimana sekolah, rumah makan, dan para warga semua ikut serta. Prakarsa “Hari Kamis Vegie” Jerman itu telah mendapat dukungan dari walikota Bremen, Bpk Jens Böhrnsen; kepala lingkungannya, Dr. Reinhard Loske dan berbagai pelanggan serta kelompok lingkungan. Bersama dengan manfaat kesehatannya, penyelenggara kampanye menyatakan bahwa jika 550.000 penduduk Bremen berhenti makan daging hanya 52 hari dalam tahun ini saja, mereka bisa mengurani emisi CO2 yang setara dengan 40.000 mobil. Hebat, penyelenggara “Hari Kamis Vegie” dan penduduk Bremen atas dijalankannya tren yang menyehatkan ini! Tentunya teladan mulia seperti Anda ini akan terus menyebar dengan semakin banyak masyarakat ikut dalam gaya hidup vegetarian yang selamatkan kehidupan.
http://www.evana.org/index.php?id=52632〈=en
SELAMATKAN BUMI... Kajian yang baru-baru ini diterbitkan menyediakan bukti langsung pertama dari meningkatnya kadar penyerapan karbon dioksida karena perubahan iklim yang telah menyebabkan pengasaman di seluruh cekungan lautan. Dipimpin oleh Dr. Robert Byrne dari Universitas Florida Selatan, riset itu menganalisa pH air laut Pasifik selama 15 tahun dari Oahu, Hawaii sampai Kodiak, Alaska di AS. Para ilmuwan itu menemukan bahwa kadar CO2 meningkat sampai kedalaman setengah mil, dengan hanya air laut yang terdalam memiliki kadar yang tidak berubah. Dr. Byrne menyatakan bahwa kajian itu tidak meninggalkan keraguan tentang bahaya pengasaman terhadap lautan di dunia, ia berkata, “Jika hal ini terjadi secara keseluruhan... cekungan pada sebidang lautan, maka ini adalah fenomena global.” Dr. Byrne dan rekan ilmuwan dari Universitas Florida Selatan, terima kasih telah mengungkapkan dampak lebih jauh dari pemanasan global terhadap lingkungan laut yang rapuh. Mari kita semua melangkah menuju aksi berkelanjutan untuk melindungi planet kita saat masih ada waktu. Dalam konferensi video bulan Mei 2009 di Togo, Maha Guru Ching Hai berbicara seperti pada kesempatan sebelumnya mengenai situasi kritis dari lautan dunia dan perlunya agar umat manusia mengurus Bumi dengan lebih baik. Maha Guru Ching Hai: Ekosistem lautan yang seimbang sangat penting, karena lebih dari dua per tiga planet ini tertutup oleh lautan. Lautan menyediakan setengah dari oksigen dunia dan memainkan bagian terbesar dalam mengatur iklim global. Jadi, kehidupan di Bumi benar-benar sangat tergantung pada lautan untuk bertahan hidup. Selain itu, lautan juga menyerap CO2 – karbon dioksida – dari atmosfer yang secara langsung membantu mendinginkan planet kita. Dari lautan itu sendiri, kita melihat temperatur yang memanas, naiknya permukaan air laut, meningkatnya keasaman dan tingkat polusi yang menakutkan. Jadi pemanasan global mempengaruhi lautan yang pada gilirannya mempengaruhi ikan. Ini adalah suatu situasi yang sama gentingnya dengan yang diakibatkan oleh industri peternakan, dan memiliki solusi yang persis sama. Berhentilah memakan daging, berhenti membunuh untuk makanan; berhenti makan ikan. Ini akan membantu memulihkan keseimbangan baik lautan maupun daratan dengan seketika.
http://www.physorg.com/news183231158.html
SELAMATKAN BUMI… http://www.physorg.com/news184044612.html
SELAMATKAN BUMI…
http://www.mb.com.ph/articles/241088/go-green-eat-green
SELAMATKAN BUMI…
SELAMATKAN BUMI…
http://news.xinhuanet.com/english2010/world/2010-02/01/c_13158697.htm
|
||||