|
||||
|
03 Januari 2009
Sasaran emisi yang ada saat ini membuat dunia berada di jalur Dengan menggunakan kombinasi sumber-sumber ilmiah, surat kabar Guardian di Inggris menyajikan ulasan tentang dampak dari berbagai peningkatan temperatur global. Mulai dari yang minimal ia melaporkan bahwa kenaikan rata-rata 1 derajat Celsius dipandang sebagai ideal dan dapat memastikan kelangsungan hidup negara kepulauan seperti Tuvalu. Namun, karena sasaran ini dianggap tidak mungkin oleh kebanyakan orang, para ilmuwan telah menyerukan peningkatan rata-rata yang lebih realistis yaitu 2 derajat. Hal ini dapat menyebabkan gelombang panas seperti yang terjadi di Eropa pada tahun 2003 yang merenggut nyawa ribuan orang serta runtuhnya Antartika Barat yang menyebabkan kenaikan permukaan air laut. Namun, jika negara-negara hanya mempunyai komitmen untuk pengurangan emisi saat ini, maka bertambahnya suhu hingga 3 derajat diramalkan akan terjadi dan hal ini dapat mendorong pemanasan global menjadi tak terkendali, dengan miliaran orang terpaksa meninggalkan negaranya. Tanpa peringanan apapun, para peneliti menunjukkan kenaikan sebesar 5 derajat atau lebih yang akan mempengaruhi populasi manusia secara drastis. Terima kasih, para ilmuwan, wartawan, dan surat kabar Guardian atas ulasan yang informatif ini, meskipun skenarionya sangat mengejutkan. Mari kita bertindak bersama untuk membuat masa depan planet yang paling sejuk dan paling aman untuk diri kita sendiri dan anak-anak kita. Seperti dalam banyak kesempatan, Maha Guru Ching Hai sering mengungkapkan keprihatinannya seperti pada konferensi video bulan Oktober 2009 di Hong Kong tentang efek yang merusak dari pemanasan global. Beliau juga menyarankan solusi berkelanjutan yang tercepat. Maha Guru Ching Hai: Ada banyak berita ekologi dan lingkungan sekarang ini yang tidak begitu baik tentang dampak dari pemanasan global. Kita mendengar tentang mencairnya gletser, air menjadi semakin langka, pangan semakin berkurang, naiknya harga pangan dimana lebih dari satu miliar orang kelaparan setiap hari, hewan-hewan menjadi punah dan banyak spesies yang lenyap untuk selamanya dan seterusnya. Tapi meskipun waktu kita hampir habis, kita masih punya waktu untuk menyelamatkan planet yang indah ini dan memulihkannya ke kemegahan asalnya, atau bahkan lebih lagi jika kita semua beralih ke pola makan vegan. Penelitian terkini menunjukkan bahwa lebih dari 50% emisi yang memanaskan planet kita, yang membuat kehidupan kita dalam bahaya dari kepunahan massal, berasal dari industri peternakan. Solusi ada di tangan kita masing-masing, tinggal hilangkan produk hewani dan menjadi vegan - hanya sebuah perubahan kecil; ini bukan masalah besar. http://www.guardian.co.uk/environment/2009/dec/18/copenhagen-five-climate-scenarios
SELAMATKAN BUMI... Dengan mewakili ibukota dari daerah Catalonia Spanyol, delegasi dari kementerian Barcelona pergi ke Abu Dhabi, ibukota dari Uni Emirat Arab, dimana mereka secara resmi menjadi negara pertama yang bergabung dalam inisiatif Ibukota Berkelanjutan Dunia (WPS). Dimulai dengan Dewan Perencanaan Kota dan Dewan Pengembangan Ekonomi Abu Dhabi, WSC sedang mendirikan kotamadya persekutuan global untuk dibimbing menuju perencanaan hijau dengan jaringan ahli kepemimpinan. Wakil Direktur umum Dewan Abu Dhabi untuk Pembangunan Ekonomi Fahad Saeed Al Raqbani menyatakan bahwa proyek yang mencari jembatan ilmu untuk pembangunan berkelanjutan yang memberi manfaat bagi kota yang berpartisipasi. Bravo Yang Mulia, Barcelona, Abu Dhabi, dan Ibukota Berkelanjutan Dunia atas inisiatif hijau global Anda. Semoga sukses Anda yang berlimpah membawa manfaat dan kenyamanan dari kehidupan ramah lingkungan dari seluruh penduduk dunia.
SELAMATKAN BUMI... http://news.nationalgeographic.com/news/2009/12/091217-amazon-flying-rivers-climate.html
SELAMATKAN BUMI... http://news.bbc.co.uk/2/hi/science/nature/8406351.stm
SELAMATKAN BUMI... http://news.bbc.co.uk/2/hi/science/nature/8353329.stm
|
||||