|
||||
|
09 Januari 2010 Gema badai dapat menyebabkan beting es Antartika runtuh Selain pemanasan global, sebuah penelitian di Jurnal Geophysical Research Letters mengatakan bahwa "gelombang infra-gravitasi" serupa tsunami bisa menyebabkan beberapa dari es terbesar dari dekade lalu ini hancur. Dengan kebanyakan beting es mempunyai tebal lebih dari 1000 kaki, mereka umumnya tidak terpengaruh oleh gelombang laut. Namun, gelombang infra-gravitasi muncul saat gelombang energi dari badai digemakan kembali ke lautan sejauh ribuan mil. Persis sebelum beting es Wilkins hancur di tahun 2008, sebuah badai menghantam pisisir Patagonia, mengirimkan gelombang infra-gravitasi. Dr. Peter Bromirski dari Ilmu Kelautan Institut Scripps yang berbasis di AS menyatakan, "Luapan laut biasa mengelupas gunung es kecil di tepinya. Gelombang infra-gravitasi bisa mempengaruhi bagian beting es jauh lebih besar." Dr. Bromirski dan rekan-rekan, kami menghargai informasi baru tentang kehancuran beting es ini. Mari kita percepat langkah ke arah gaya hidup yang selaras dengan alam untuk menyetabilkan iklim dan membantu melestarikan Bumi kita. Prihatin atas kesejahteraan planet kita, Maha Guru Ching Hai berbicara tentang pengaruh dari ekosfer yang tak seimbang dan perlunya untuk bertindak selama konferensi video bulan Januari 2009 di Mongolia. Maha Guru Ching Hai: Kita sudah menghadapi begitu banyak bencana alam yang tak terhitung tiap harinya seperti gempa, badai parah yang belum pernah terjadi sebelumnya, gunung berapi, es mencair, dan banyak negara pulau yang sudah tenggelam dan banyak lagi yang sedang tenggelam. Dan iklim menjadi sangat, sangat aneh, seperti menjadi hangat dimana seharusnya dingin dan menjadi dingin dimana seharusnya panas. Dan ini hanya bisa diatasi dengan kembali ke cara kuno dari para tetua kita yang lebih bijaksana, yang hidup dalam keselarasan dengan alam dan menghormati makhluk lain, persaudaraan kasih sejati dengan semua makhluk. Kita masih bisa melakukannya; kita harus mengingatkan semua orang untuk jadi vegan untuk memohon belas kasih Tuhan, dan kita akan lebih terlindungi. http://www.msnbc.msn.com/id/34638036/ns/technology_and_science-science
SELAMATKAN BUMI... Sistem yang sedang dipelajari yang dibiayai dan diinstal oleh Solar Electric Light Fund yang berbasis di AS, para limuwan Universitas Stanford dari Kalifornia, AS, bekerja dengan kelompok petani wanita setempat di pinggiran Benin untuk membandingkan keefektifan sistem irigasi tetes dengan tenaga matahari, dengan metode tanam sebelumnya yang bergantung pada sumber air langka seperti hujan. Mereka menemukan bahwa sistem ini menyuburkan pertumbuhan rata-rata 1,9 metrik ton produksi per bulan, termasuk tomat segar, okra, paprika, terong, wortel, dan sayuran lainnya. Selain mampu memasok keluarga mereka secara melimpah sepanjang tahun, para wanita desa ini juga bisa mendapat penghasilan tambahan dari penjualan. Banyak terima kasih, Solar Electric Light Fund dan para peneliti Universitas Stanford yang membawa material dan pengertian lebih baik tentang metode berkelanjutan yang meningkatkan kehidupan. Semoga banyak masyarakat Sub-Sahara Afrika mendapat hal serupa untuk keseimbangan alam dan makanan yang sehat bagi semua.
http://www.sciencedaily.com/releases/2010/01/100104151923.htm
SELAMATKAN BUMI...
SELAMATKAN BUMI... http://www.nytimes.com/2010/01/04/world/asia/04migrants.html?partner=rss&emc=rss
SELAMATKAN BUMI... http://www.sciencedaily.com/releases/2009/12/091230183301.htm
SELAMATKAN BUMI...
SELAMATKAN BUMI... http://www.france24.com/en/20100106-namibias-landmark-trees-dying-climate-change
|
||||