|
||||
|
21 Juli 2010 Percepatan pencairan Greenland dihubungkan dengan pemanasan laut. Kehilangan hampir 4,5 kilometer persegi bidang es dalam sehari dari gletser Jakobshavn Isbrae di Greenland adalah tanda peringatan temperatur air yang naik, menurut peneliti di Badan Penerbangan dan Antariksa Nasional AS (NASA). Terlepasnya kepingan besar es menyebabkan lautan masuk lebih dalam ke daratan sejauh 1,6 kilometer, sebuah titik lebih dalam daripada yang pernah dialami sebelumnya. Gletser Jakobshavn Isbrae yang telah mengalami kehilangan es secara drastis sejak tahun 2001, dipercaya menjadi faktor terbesar kenaikan level laut di belahan Bumi utara. Thomas Wagner, ilmuwan program kriosfer di NASA, menyatakan bahwa kejadian ini terjadi setelah musim dingin di Arktik yang lalu tidak membentuk es yang baru di sekitar air. Ia berkomentar, “Sementara hubungan yang tepat di antara kejadian ini sedang ditentukan, ini memberi kepercayaan pada teori bahwa pemanasan lautan bertanggung jawab bagi kehilangan es yang diamati di seluruh Greenland dan Antartika.” Para ilmuwan NASA sebelumnya mengamati bahwa gletser Greenland barat mencair 100 kali lebih cepat pada titik di bawah lautan daripada gletser yang ada di atas permukaan daratan, menyatakan bahwa kemungkinan penjelasan untuk ketidaksesuaian ini adalah pemanasan air lautan.
SELAMATKAN BUMI... Artikel yang baru saja dirilis dalam edisi November/Desember majalah World Watch menyatakan bahwa siklus hidup dan rantai suplai peternakan bertanggung jawab atas sedikitnya 51 persen dari pemanasan global. Penulis artikel tersebut, Dr. Robert Goodland, mantan penasihat utama bidang lingkungan untuk Bank Dunia, dan Jeff Anhang, petugas riset untuk Bank Dunia, Perusahaan Keuangan Internasional, menulis berdasarkan “Bayangan Panjang Peternakan”, laporan yang diterbitkan pada tahun 2006 oleh Organisasi Pangan dan Pertanian PBB (FAO). Mereka menghitung bidang yang sebelumnya tidak diperhitungkan seperti emisi siklus hidup produksi ikan ternak dan CO2 dari pernapasan hewan. Mereka juga memperbarui dengan angka-angka yang lebih akurat dari FAO dan organisasi-organisasi lain, sehingga menghasilkan lebih dari dua kali lipat angka yang dilaporkan bagi peternakan hewan di planet ini. Emisi metana peternakan juga diperhitungkan memiliki potensi pemanasan global (GWP) 72 kali CO2 jika dirata-ratakan selama periode 20 tahun. Ini adalah perkiraan yang lebih akurat daripada GWP sebesar 23, yang dirata-ratakan selama 100 tahun yang dikutip pada tahun 2006 oleh FAO. Saat menunjukkan hasilnya, para peneliti itu menyatakan bahwa angka jumlah gas rumah kaca apa pun yang ditemukan tidak tepat, diminimalkan. Jadi, karenanya total emisi 51 persen masih konservatif. Dalam artikel tanya jawab, penulis menyimpulkan: “Sekarang mungkin bagi kita untuk memahami bahwa perluasan dramatis sektor pertanian dalam dekade belakangan ini bisa membahayakan manusia, dan mungkin tiada jalan untuk mengatasi risiko iklim dari industri makanan atau dunia pada umumnya selain dengan mengganti produk peternakan dengan alternatif yang lebih baik.” Apresiasi penuh syukur dari kami, Dr. Goodland dan Bapak Anhang, atas karya Anda, dan majalah World Watch, atas penerbitan artikel ini, yang menunjukkan bahwa siklus hidup dan rantai suplai produk peternakan jelas merupakan kontributor tunggal terbesar bagi emisi gas rumah kaca. Mari kita segera mengganti produk hewani dengan alternatif nabati yang dapat mendinginkan planet ini demi melestarikan ekosfer kita dan semua kehidupan. Dr. Wagner dan para ahli di Badan Penerbangan dan Antariksa Nasional, kami berterima kasih atas pengamatan yang mengungkap lebih lanjut keadaan sulit biosfer kita yang rapuh. Semoga kita semua bertindak sekarang dengan cara-cara yang efektif untuk mendinginkan rumah planet kita bersama. Menyampaikan kepedulian yang terus-menerus bagi semua makhluk, Maha Guru Ching Hai berbicara selama ceramah yang diberikan di Prancis pada bulan Desember 2007 tentang menghadapi situasi mengerikan dari kondisi seperti cepatnya pencairan es kutub. Maha Guru Ching Hai: Iklim memanas lebih cepat dari yang diperkirakan, itulah masalahnya. Karena jika sesuatu panas, itu akan membuat yang lainnya ikut panas. Lalu, karena seperti ini, jika lautan panas, maka itu akan mencairkan es. Karena saat es ada di sana, es itu memantulkan panas, sehingga lautan tidak begitu panas, tapi sekarang lautan cukup panas untuk mencairkan es, dan dengan begitu tak ada lagi es untuk memantulkan panas, dan oleh karena itu lautan menjadi semakin panas. Itulah sebabnya mereka tak bisa memprediksinya dengan baik. Dan terus memanas lebih cepat daripada yang mereka kira. Dalam hal ini, jika pemerintah atau setiap orang tidak melakukan apa-apa, maka, begitulah. Lakukan apa pun yang kalian bisa untuk selamatkan planet ini. Seperti, menyebarkan pamflet Cara Hidup Alternatif dan mengajak orang untuk bervegetarian, mengajak orang menanam pohon, menghemat pemakaian listrik air, apa saja. Tetapi itu saja belum cukup. Pemerintah harus melakukan sesuatu. Mereka harus menghentikannya bersamaan. Jika itu terserah pada saya, saya melarang setiap orang untuk memakan daging. Berhenti dengan segera.
http://www.cbsnews.com/8301-501465_162-20010213-501465.html
SELAMATKAN BUMI… Dengan puluhan ribu penduduk terpaksa meninggalkan rumah mereka belakangan ini karena kekeringan ekstrem dan berkepanjangan, suatu kerja sama baru antara pemerintah Suriah, Perserikatan Bangsa-Bangsa, dan Badan Pembangunan Spanyol telah menyediakan air yang sangat dibutuhkan oleh sekitar 18.000 orang. Setelah menemukan 95 sumur Romawi dan Arab kuno yang dibuat 2.000 tahun lalu, sebuah proyek yang dibentuk untuk memperbaikinya sejauh ini telah berhasil memulihkan 35 sumur. Peningkatan kapasitas air yang dihasilkan telah memperbaiki kualitas kehidupan para penduduk karena mereka bisa tetap tinggal di rumah tradisionalnya dan tidak harus pindah ke daerah perkotaan untuk mencari penghidupan baru. Total sembilan puluh lima sumur kuno ini telah diperiksa dan masih mungkin diperbaiki, yang meliputi pembersihan, perluasan dan pendalaman sumur, analisa kualitas air, dan kemudian menyerahkan pengelolaan kepada para petugas dan komunitas lokal. Bravo Suriah, Badan Pembangunan Spanyol, dan Program Pembangunan Perserikatan Bangsa-Bangsa yang telah menerapkan inovasi yang mengagumkan ini. Semoga proyek Anda terus berhasil memadukan kecerdasan nenek moyang kita dengan kebutuhan masa kini saat kita semua berjuang untuk hidup lebih harmonis dengan alam. http://www.reliefweb.int/rw/rwb.nsf/db900SID/SKEA-876HJB?OpenDocument
SELAMATKAN BUMI…
http://www.physorg.com/news198427718.html
SELAMATKAN BUMI…
http://news.xinhuanet.com/english2010/china/2010-07/19/c_13403958.htm
http://www.rechargenews.com/energy/solar/article222373.ece
SELAMATKAN BUMI… http://en.trend.az/news/society/ecology/1722014.html
|
||||