20 Juni 2009

Katakan “tidak” kepada daging sapi yang membabat ilegal hutan Amazon

Supermarket besar Wal-Mart bersama dengan pengecer besar lainnya seperti Carrefour dan Păo de Açúcar mengumumkan bahwa mereka tidak mau lagi menjual daging di toko-toko mereka yang berasal dari pemasok yang telah membabat hutan lindung Amazon di Brasil untuk membiakkan ternak sapi. Pengumuman dibuat pada pertemuan dengan Asosiasi Supermarket Brasil (Abras) segera setelah grup lingkungan Greenpeace mengeluarkan laporan yang menunjukkan bagaimana aktivitas perusahaan-perusahaan makanan yang terkenal secara internasional telah melakukan pembabatan hutan Amazon untuk tanah penggembalaan. Sementara itu, segera setelah laporan Greenpeace, seorang jaksa pemerintah federal Brasil menuntut miliaran dollar secara hukum terhadap industri daging sapi karena telah merusak Amazon.

Sungguh berita yang memberi harapan! Terima kasih dan selamat kepada Greenpeace atas laporan penelitian Anda yang cermat tentang pembiakan ternak yang menghabiskan hutan hujan di Brasil. Kami juga berterima kasih kepada Wal-Mart, Carrefour,  Păo de Açúcar dan toko lain yang menanggapi keinginan publik untuk melindungi cagar alam penting ini. Dengan tindakan kerja sama seperti ini dan peningkatan kesadaran manusia untuk menghentikan konsumsi daging, planet kita pasti akan menapaki pemulihan menjadi keadaan yang hijau dan berlimpah kembali.

http://news.mongabay.com/2009/0612-abras_beef_wal-mart.html
http://www.alertnet.org/thenews/newsdesk/N12272317.htm

SELAMATKAN BUMI…
'Eksodus Iklim' segera terjadi

Menurut sebuah studi kolaboratif baru yang disusun oleh para ahli dari Universitas Columbia di New York bersama dengan Universitas Perserikatan Bangsa Bangsa dan organisasi non-pemerintah CARE Internasional; migrasi dan perpindahan manusia akan segera berlangsung dalam skala yang belum pernah terjadi sebelumnya jika masalah perubahan iklim tidak diatasi. Laporan itu berjudul "Mencari Naungan (In Search of Shelter)" yang memberi isyarat bahwa pemanasan global sudah menyebabkan migrasi manusia dan bahwa dalam dasawarsa mendatang dapat diperkirakan terdapat 200 juta orang yang terpaksa meninggalkan rumah mereka. Hal ini terutama berdampak pada beberapa wilayah termasuk Meksiko tengah, dimana puluhan juta orang menghadapi kekeringan dan Asia Selatan, dimana gletser yang menghilang membahayakan produksi pertanian dari salah satu wilayah yang paling padat penduduknya di dunia.

Terima kasih tulus kami, para ahli dari Universitas Columbia, Universitas Perserikatan Bangsa Bangsa, dan CARE International, atas penelitian yang penuh arti ini yang menyoroti tren yang begitu menggelisahkan. Mari kita semua meningkatkan ketetapan hati kita yang kukuh untuk bertindak  melindungi keseimbangan planet kita. Dalam konverensi video di bulan April 2009 di Seoul, Korea Selatan, Maha Guru Ching Hai yang sering mengilhami harapan di saat yang diperlukan membicarakan keadaan menyedihkan yang dihadapi dunia kita, dan menawarkan solusi-solusi yang efektif.

Maha Guru Ching Hai: Untuk membantu pemerintah berubah agar dapat mencegah krisis managemen semacam itu, kita dapat menulis surat yang menjelaskan bagaimana pola makan vegan merupakan solusi untuk krisis planet ini. Itu adalah cara yang paling praktis untuk mencegah bencana masa depan akibat pemanasan global, karena gaya hidup berbasis tanaman lebih berkelanjutan dan kita dapat membuka ladang agar dapat digunakan untuk menanam hasil bumi bagi manusia. Ia memulihkan keseimbangan dari lautan dan hutan kita dan melindungi sumber daya alam kita yang terbatas. Ini sungguh cara terbaik untuk memulihkan lingkungan kita dan memastikan tingkat kedamaian tertinggi. Solusi yang begitu mudah –  Menjadi vegan – itu saja. Komsumsi daging adalah yang terburuk. Konsumsi daging yang mengambil semua bahan. Air, biji-bijian, dan protein nabati.

http://www.therenewableplanet.com/blogs/the_daily_green/archive/2009/06/10/climate-change-to-cause-mass-human-migration.aspx
http://www.france24.com/en/20090610-water-stress-ocean-levels-unleash-climate-exodus
http://www.ciesin.columbia.edu/binaries/global/news/2009/clim-migr-report-june09_final.pdf
http://www.lemonde.fr/planete/article/2009/06/10/region-par-region-les-migrations-liees-au-rechauffement-climatique_1205069_3244.html#ens_id=1099506
http://www.google.com/hostednews/ap/article/ALeqM5jojz avq9oguzdC74uv4NyRup6rgD98O0S400 http://www.ehs.unu.edu/article:223 http://we.care.org/Charles7
http://www.care-international.org/Contact-Us http://www.columbia.edu/~amd155/ http://www.ldeo.columbia.edu/directory/susanaadamo

SELAMATKAN BUMI…
ASEAN bertemu untuk mendiskusikan peranan hutan terhadap perubahan iklim

Sekitar 30 perwakilan dari Asosiasi Negara Asia Tenggara (ASEAN) bertemu untuk Jaringan Kehutanan Sosial ASEAN ketiga (ASFN) di Freeport, Filipina. Pertemuan lima hari dimulai dengan para ahli hutan dari Brunei, Kamboja, Indonesia, Malaysia, Thailand, Laos, dan Filipina untuk berbicara tentang peranan penting dari proyek kehutanan masyarakat dalam mengurangi efek dari pemanasan global. Mereka mengatakan bahwa kehutanan sosial yang bertanggung jawab tidak hanya membantu lingkungan saja, tapi juga meningkatkan kondisi ekonomi dan status petani yang ada di pegunungan. Sagita Arhidani, pejabat sekretariat ASEAN dari Indonesia berkata, “Harapan kami adalah agar negara-negara anggota saling belajar dari pengalaman yang lain dalam mengatasi isu perubahan iklim yang penting ini. Bersama-sama, kebijakan dari negara-negara ASEAN akan memberi dampak yang dramatis bagi perubahan iklim di seluruh dunia.”

Para anggota dari Asosiasi Negara Asia Tenggara, kami memuji kepedulian dan komitmen kerja sama Anda untuk persoalan penting di zaman kita ini. Semoga berkah Surga terus menaungi usaha Anda dalam memudahkan solusi berarti bagi perubahan iklim.

http://newsinfo.inquirer.net/inquirerheadlines/regions/view/20090613-210228/Asean-execs-meet-on-climate-change
http://www.mb.com.ph/articles/206817/asean-meet-tackles-climate
http://forestry.denr.gov.ph/ASFN.htm

SELAMATKAN BUMI…
Penelitian baru-baru ini mengungkapkan besarnya jejak karbon dari daging dan alkohol, Komite Perubahan Iklim dari Inggris merekomendasikan peralihan menuju buah-buahan, sayuran dan minuman tanpa alkohol untuk tetap berada pada jalur komitmen negara itu untuk mengurangi gas rumah kaca hingga 80 persen di tahun 2050.

http://www.telegraph.co.uk/earth/environment/climatechange/5377780/Stop-eating-lamb-and-drinking-beer-if-you-want-to-save-the-planet.html
http://www.freerepublic.com/focus/news/2257103/posts?page=1
http://www.digitaljournal.com/article/273040

SELAMATKAN BUMI…
Yayasan Hadiah Pangan Dunia memberikan penghargaan tertinggi tahun ini dan uang tunai US$350.000 kepada Dr. Gebisa Ejeta dari Ethiopia atas usahanya dalam mengembangkan benih sorghum yang dapat bertahan terhadap kekeringan dan rumput liar Striga sehingga membantu memberi makan banyak rakyat Afrika.

http://www.voanews.com/specialenglish/2009-06-15-voa1.cfm

SELAMATKAN BUMI…
Hampir 1,5 juta orang di Daerah Otonomi Ningxia Hui, China mengalami kekeringan berkepanjangan yang menyebabkan kekurangan air dan makanan akibat kerusakan lebih dari 140.000 ha hasil panen, dengan peringatan dari biro cuaca regional bahwa kondisi ini dapat semakin buruk.

http://www.reliefweb.int/rw/rwb.nsf/db900sid/ASAZ-7T2GP9?OpenDocument

 

 
Download Buku - Gratis
Download Gratis Buku Pemanasan Global Download Gratis Buku Perubahan Iklim Download Gratis Buku Cinta Kasih

www.SupremeMasterTV.com/ina