|
||||
|
07 November 2009 Salju Kilimanjaro mungkin akan segera lenyap Puncak gunung Afrika yang bersalju luas yang pernah menjadi legenda itu telah menyusut sebesar 85% sejak tahun tahun 1912, dengan penyusutan 26% dalam dasawarsa terakhir. Menurut ketua ahli sejarah iklim Profesor Lonnie Thompson dari Universitas Negara Ohio, AS, lenyapnya es itu dipercepat oleh proses yang disebut sublimasi, atau penipisan karena perubahan cuaca terkait iklim yang menyebabkannya menguap es langsung ke udara. Hal ini, digabung dengan penyusutan akibat pencairan es langsung telah membuat para ilmuwan memperkirakan bahwa salju di Gunung Kilimanjaro tersebut bisa lenyap seluruhnya hanya dalam waktu 10 tahun. Profesor Thompson dan tim, kami menghargai pengamatan Anda yang menyoroti keadaan genting dari planet kita. Mari kita bekerja dengan cepat untuk membalik kemunduran ini dengan menjalankan gaya hidup berkelanjutan dan sadar lingkungan. Dalam konferensi video Juli 2008 di Jepang, Maha Guru Ching Hai berbicara tentang keprihatinannya atas penemuan riset semacam ini dan mengingatkan urgensinya serta bagaimana cara mengatasinya. Maha Guru Ching Hai: Menurut saya, kita lebih baik mengindahkan peringatan ilmuwan karena kalau tidak, bukan hanya esnya yang mencair, kita mungkin juga akan mencair. Saya harap tidak begitu. Dan kita sedang bekerja habis-habisan untuk menyelamatkan planet ini. Jadi, jika kita bervegetarian, karma baik kita karena menyelamatkan nyawa pada gilirannya akan menghadiahi kita dengan jiwa kita terselamatkan. Itu saja yang bisa saya katakan.
http://www.usatoday.com/weather/climate/globalwarming/2009-11-02-kilimanjaro_N.htm
SELAMATKAN BUMI... Laporan terbaru Dana Margasatwa Dunia menyatakan penemuan total 100 tumbuhan, 28 ikan, 18 reptil, 14 amfibi, 2 mamalia, dan satu spesies burung yang baru, semuanya ditemukan di wilayah Mekong Raya, Asia tenggara pada tahun lalu. Kelelawar hidung tabung dan cecak berwarna yang dinamai Cat Ba yang ditemukan di utara Au Lac (Vietnam) termasuk di antara banyak tumbuhan dan hewan unik yang telah ditemukan. Barney Long, kepala program Konservasi Spesies Asia WWF, berkata, “Kami terus menemukan spesies baru... dan tak ada tempat lainnya yang memiliki lebih banyak mamalia besar seperti yang telah ditemukan di wilayah ini. Dari sudut pandang keanekaragaman hayati, masih ada banyak yang bisa ditemukan.” Terima kasih banyak, Dana Margasatwa Dunia, atas penemuan luar biasa ini terkait dengan teman-teman satwa kita! Mari kita berusaha keras memberi perhatian yang lebih baik untuk melindungi semua makhluk hidup. http://www.cnn.com/2009/TECH/science/09/26/mekong.species
SELAMATKAN BUMI... http://www.sciencedaily.com/releases/2009/11/091102172247.htm
SELAMATKAN BUMI... http://news.xinhuanet.com/english/2009-11/02/content_12371710.htm
|
||||