|
||||
|
17 November 2009 Ketua iklim Inggris berbicara tentang vegetarian sebagai solusi iklim di India Dalam wawancara dengan surat kabar India Financial Express, ekonom iklim Inggris Lord Nicholas Stern menyuarakan dorongannya terhadap gaya hidup bebas produk hewani sebagai solusi iklim yang utama dengan mengatakan, “Pola makan vegetarian itu ramah iklim. Emisi karbonnya lebih sedikit. Meskipun menyantap makanan adalah pilihan pribadi, tetapi lebih baik untuk membantu orang membuat keputusan berdasarkan pengetahuan.” Saat berada di India, Lord Stern memberikan ceramah tentang “Meciptakan Kesepakatan yang Adil terhadap Perubahan Iklim”. Lord Stern ikut bersama pemimpin terkenal lainnya dalam menyuarakan dukungannya terhadap manfaat pola makan vegetarian terhadap iklim. Di antaranya termasuk ketua Panel Antarpemerintah urusan Perubahan Iklim (IPCC) Perserikatan Bangsa-Bangsa Dr. Rajendra Pachauri; ketua Konvensi Kerangka Kerja urusan Perubahan Iklim PBB Yvo de Boer, dan warga Inggris mantan anggota Beatles, Sir Paul McCartney. Lord Stern dan semua pemimpin mulia lain, pujian dan kekaguman kami, Anda telah mendorong publik untuk mempertimbangkan pilihan makan sebagai bagian terpadu dari gaya hidup ramah lingkungan. Semoga kita semua terilhami untuk menjalankan pola makan nabati, demi planet kita dan masa depan kita. Maha Guru Ching Hai sejak lama telah menjadi pendukung tanpa lelah bagi pola makan vegan organik yang dapat menyelamatkan dunia, seperti dalam wawancara bersama Majalah The House untuk edisi bulan September 2009. Maha Guru Ching Hai: Saya berharap agar saya bisa menemukan solusi yang lain, tapi semua bukti tidak mendukung solusi manapun kecuali pola makan vegan, setelah itu ketika kita memiliki lebih banyak waktu kita baru dapat menerapkan solusi lainnya. Waktu kita hanya tersisa beberapa tahun sekarang, dan kita tidak tahu apa yang akan terjadi. Sekarang dilanda flu babi, tapi apa yang lainnya nanti? Saya tak ingin tahu. Saya tak punya solusi lain lagi. Bertindak hijau hanyalah tambahan. Menjadi vegan adalah solusi satu-satunya, yang terutama, 90%.
http://www.financialexpress.com/news/Vegetarianism--the-mantra-to-overcome-climate-change-challenges/539753
SELAMATKAN BUMI... Dengan dana hibah lebih dari €2,8 juta dari Uni Eropa dan Dewan Riset Ilmu Teknik dan Fisika Inggris, para peneliti di Universitas Warwick telah mengembangkan desain yang membantu meminimalkan emisi untuk pemanas rumah tangga dan pengondisi udara mobil. Peralatan baru ini berukuran 20 kali lebih kecil daripada sebelumnya, dapat mengurangi biaya bahan bakar rumah tangga dan emisi karbon sedikitnya 30%, dan mengurangi pemakaian bahan bakar dan emisi karbon untuk sistem pengondisi udara mobil. Banyak kalangan bisnis yang sudah menunjukkan minatnya terhadap inovasi ini, Dr. Bob Critoph, profesor dan peneliti utama di Universitas Warwick, berkata, “Sungguh menyenangkan bahwa teknologi ini dapat membantu mengurangi emisi CO2.” Salut hijau kami, Dr. Critoph dan para kolega atas pengembangan yang luar biasa ini! Kami berharap untuk melihat lebih banyak kemajuan seperti ini yang membantu kita menapak lebih lembut di planet ini.
http://www.sciencedaily.com/releases/2009/11/091111111257.htm
SELAMATKAN BUMI... Berharap untuk lebih memahami dampak perubahan iklim terhadap kera tropis, ilmuwan AS mempelajari Osilasi Selatan El Nino (ENSO), pola cuaca yang memburuk akibat pemanasan global. Mereka memilih empat spesies untuk mewakili, semuanya sangat terancam kelangsungan hidupnya: muriqui Brasil, kera woolly Kolombia, kera laba-laba Geoffroy di Panama, dan kera merah di Venezuela. Guru besar bidang biologi, Dr. Eric Post, dan mahasiswi Ekologi Ruscena Wiederholt dari Universitas Negeri Pennsylvania menemukan bahwa keempat spesies menunjukkan kemunduran karena menipisnya ketersediaan buah-buahan akibat perubahan iklim yang sangat bervariasi yang berhubungan dengan fluktuasi El Nino. Dr. Post berkata, “El Nino diperkirakan akan meningkat frekuensinya akibat pemanasan global. Studi ini mengatakan bahwa konsekuensi dari intensifikasi ENSO dapat menghancurkan beberapa spesies kera Dunia Baru.” Penelitian mereka akan diterbitkan di jurnal Royal Society Inggris, Biology Letters. Terima kasih banyak, Dr. Post dan Ibu Wiederholt, atas temuan penting Anda yang menyoroti konsekuensi perubahan iklim yang membahayakan primata kerabat kita dan rekan penghuni kita. Mari kita segera menerapkan gaya hidup vegan yang berbelas kasih demi membantu melindungi banyak kehidupan berharga teman-teman hewan kita. Peduli terhadap kesejahteraan semua makhluk yang menghadapi situasi mengkhawatirkan saat ini, Maha Guru Ching Hai sering menekankan perlunya tindakan mendesak seperti pada konferensi video Agustus 2008 bersama anggota Asosiasi kami di Kanada. Maha Guru Ching Hai: Mereka berusaha sebisa mungkin untuk memberikan peringatan tanda bahaya, peringatan melalui penyakit, dan bahkan kematian masal, tapi saya tidak tahu berapa banyak dari kita yang mendengarkan. Mereka mencoba menolong kita, tapi kita mencoba membunuh mereka. Itu sangat menyedihkan. Kita manusia harus melakukan apapun yang kita bisa, jangan menunggu hewan-hewan itu. Mereka sudah sekarat, sekarat, sekarat. Sangat banyak yang sedang sekarat setiap hari. Begitu banyak tanda lain di alam, begitu banyak tanda dari hewan, tapi kita harus mendengarkan. Bukan hewan-hewan itu, tetapi kita. Kita hanya perlu mengingatkan semua orang untuk bervegetarian dan bersikap baik kepada hewan. Itulah satu-satunya cara untuk melindungi mereka.
http://www.eurekalert.org/pub_releases/2009-10/ps-gwc102309.php
SELAMATKAN BUMI... http://www.reuters.com/article/GCA-GreenBusiness/idUSTRE5AC59220091113
SELAMATKAN BUMI... http://abcnews.go.com/WN/yemen-water-crisis-fuels-conflict/story?id=9013421
SELAMATKAN BUMI... http://news.xinhuanet.com/english/2009-11/11/content_12428677.htm
|
||||