|
||||
|
22 November 2009 Perubahan iklim telah membahayakan keamanan pangan Saat KTT Pangan Dunia Perserikatan Bangsa-Bangsa yang terbaru selama tiga-hari dari tanggal 17 hingga 19 November, Organisasi Pangan dan Pertanian PBB mengumumkan bahwa lebih dari 1,2 miliar orang atau seperenam dari populasi manusia di dunia tengah kelaparan karena konflik wilayah, krisis keuangan global, naiknya tarif energi, dan harga makanan. Ketika membahas di depan sidang, Sekretaris Jenderal PBB Ban ki-moon menekankan bahwa keamanan pangan tergantung pada arah pemanasan global, dan bahwa kekurangan air telah menjadi salah satu dampak yang paling awal dan yang paling terlihat. Sama dengan Afrika, Asia, dan Amerika Latin yang diperkirakan menyaksikan penurunan hasil pertanian hingga sebesar 40% seiring dengan naiknya suhu di atas 2 derajat Celsius, Lembah Sungai Yangtze yang menyokong sepertiga populasi total di China, juga mungkin sekali mengalami cuaca yang lebih ekstrem. Selain itu, diperkirakan bahwa lebih dari 20 juta rakyat Afrika Timur saat ini sangat membutuhkan makanan darurat setelah terjadinya konflik dan kekeringan. Sekretaris Jenderal Ban memperingatkan, “Di banyak belahan dunia, suplai air tengah menurun, tanah pertanian tengah mengering. Kita harus membuat perubahan yang signifikan untuk memberi makan kita sendiri dan khususnya untuk melindungi yang paling miskin dan yang paling lemah.” Ban Ki-Moon: Tidak akan ada ketahanan pangan tanpa ketahanan iklim. Itu sebabnya bulan depan di Kopenhagen kita memerlukan kesepakatan menyeluruh yang akan memberikan dasar kuat bagi traktat yang mengikat secara hukum tentang perubahan iklim. Paus Benedict XVI: Pelestarian lingkungan adalah tantangan modern untuk menjamin pembangunan yang harmonis yang menghormati rencana Tuhan sang Pencipta dan karenanya kita harus melestarikan planet ini. Jika seluruh umat manusia dipanggil untuk sadar akan tanggung jawabnya terhadap generasi masa depan, juga benar bahwa kewajiban untuk melindungi lingkungan adalah tanggung jawab negara dan organisasi internasional. PEMBICARA: Sekretaris Jenderal Ban, Perserikatan Bangsa-Bangsa, dan semua pemimpin peserta, terima kasih atas kepedulian Anda akan kesejahteraan orang di seluruh dunia. Sungguh, semoga semua manusia cepat mengadopsi solusi yang paling berkelanjutan terhadap kelaparan dunia dan perubahan iklim: pola makan vegan organik. Maha Guru Ching Hai telah sering menyoroti produksi daging sebagai faktor yang mengganggu di balik kekurangan pangan maupun pemanasan global, seperti pada konferensi video di bulan Juli 2008 bersama para pakar iklim dan lainnya di Kalifornia, AS. Maha Guru Ching Hai: Biji-bijian yang kita berikan untuk ternak, itu dapat memberi makan 2 miliar orang. Saya sungguh tak mengerti dunia macam apa yang kita tinggali dan kebijakan macam apa yang kita ikuti dan kebaikan macam apa yang kita lakukan kepada diri kita dan sesama kita lainnya, kita belum bicara tentang hewan. Tuhan telah menciptakan air yang cukup untuk kita, makanan yang cukup untuk kita bahkan untuk bertahan selamanya jika kita tahu cara menghentikan penyalahgunaan sumber alam di Bumi dan nutrisinya. Kita tidak seharusnya membunuh makhluk lain untuk memuaskan keserakahan. Ini adalah titik utama dari masalah-masalah di planet kita saat ini - kita terlalu memboroskan pahala moral dan sumber alam di dunia kita. Dan berhenti makan daging adalah solusi utama untuk menyelamatkan planet ini.
http://news.bbc.co.uk/2/hi/europe/8361770.stm
SELAMATKAN BUMI... Pada tanggal 23 November, Majalah Chief Executive Officer edisi November 2009 akan menampilkan sebuah diskusi dengan Maha Guru Ching Hai mengenai solusi atas persoalan perubahan iklim yang mendesak, yang juga dipandang sebagai isu yang amat penting oleh dunia bisnis saat ini. Setelah wawancara itu yang pada mulanya diterbitkan pada tanggal 18 September 2009 dalam The House Magazine milik Parlemen Inggris dan sekali lagi di Majalah Parlemen Eropa pada terbitan bulan September 2009, Majalah Chief Executive Officer mengundang terbitan lanjutan terhadap pesan Maha Guru Ching Hai untuk menjangkau pembaca korporat di seluruh dunia. Dengan pembaca yang berjumlah sekitar 12.000 orang yang terdiri dari para eksekutif puncak dari perusahaan yang paling sukses serta pelanggan berbasis email yang berjumlah 25.000, majalah itu menghadirkan informasi terbaru dan juga perspektif yang mendalam yang dikontribusikan oleh pemimpin kelompok bisnis yang terhormat. Terbitan November 2009, yang memuat tajuk rencana dari para kepala pejabat eksekutif (CEO) dari Virgin Media dan Yayasan Bill dan Melinda Gates, akan menampilkan pernyataan Maha Guru Ching Hai mengenai peternakan sebagai penyebab utama perubahan iklim serta manfaat-manfaat penting dan penghematan dari solusi vegan organik. Maha Guru Ching Hai: Hanya dengan beralih ke pola makan vegan yang baik, berwelas asih, maka itu akan menghasilkan suatu energi yang positif dan konstruktif. Kekuatan kasih yang baru ini bahkan dapat menghentikan efek perubahan iklim dan membuka pemikiran inovatif orang-orang untuk memecahkan segala macam masalah ekonomi, sosial, dan teknologi. Dan setiap negara entah itu yang maju ataupun yang berkembang, akan maju dengan cara-cara di luar imaginasi kita. PEMBICARA: Menyusul peredarannya tanggal 23 November, majalah itu juga akan tersedia untuk umum untuk dibaca secara online di www.The-ChiefExecutive.com. Terima kasih kami, Majalah Chief Executive Officer atas karya Anda dalam membawa informasi yang relevan dan tepat waktu untuk pembaca yang terhormat. Kami juga turut menghargai pandangan yang disampaikan oleh Maha Guru Ching Hai yang telah membantu kelompok dan individu untuk memahami lebih baik pilihan kita demi umat manusia dan planet ini. Semoga perusahaan di seluruh dunia dengan cepat mengarahkan kekuatannya ke pemetaan arah yang paling berkelanjutan demi masa depan kita.
SELAMATKAN BUMI...
SELAMATKAN BUMI... http://www.china.org.cn/environment/2009-11/20/content_18923071.htm
SELAMATKAN BUMI...
SELAMATKAN BUMI...
http://news.bbc.co.uk/2/hi/americas/8367545.stm
|
||||