Email Artikel ini ke Teman Anda
 |
 |
01 Oktober 2009
Danau air asin terbesar
di Timur Tengah
turun ke tingkat terendah
Danau Urmia yang terkenal
di Iran, badan air asin
terbesar kedua di dunia
saat ini memiliki
air paling sedikit
dalam setengah abad
yang mempengaruhi
keseimbangan area lahan
basah yang dilindungi ini.
Kepala Dinas
Perlindungan Lingkungan
Provinsi Azerbaijan Barat,
Kuemars Kalantari
berkata,
“Selain tiadanya pengelolaan,
masalah utama danau ini
adalah air yang tidak
mencukupi dan
sayangnya tak seorang pun
dapat melakukan sesuatu
karena saat ini tidak ada air
dalam sistem aliran air
yang memasoknya dan
curah hujan menjadi jauh
berkurang.”
Dinas lingkungan itu
telah memerintahkan agar
tidak ada orang yang boleh mengambil air
dari danau itu.
Terima kasih,
Bapak Kuemars Kalantari,
Dinas Perlindungan
Lingkungan
Provinsi Azerbaijan Barat,
dan Iran, atas perhatian
dan kepedulian
terhadap Danau Urmia.
Semoga aksi cepat kita dapat
melestarikan badan air ini
dan banyak lagi lainnya
seraya kita berusaha untuk
lebih peduli terhadap
lingkungan kita.
Prihatin terhadap
kesejahteraan
semua makhluk di Bumi,
Maha Guru Ching Hai sering kali
memberikan pandangannya
tentang keadaan sulit seperti itu,
sebagaimana dalam
pesan video bulan Juni 2009
untuk konferensi
perubahan iklim
di Veracruz, Meksiko.
Maha Guru Ching Hai: Kita mengalami
kekeringan dan penggurunan.
Persediaan air tawar yang
berharga juga mengering,
seperti pada badan air;
sementara Sungai Gangga,
Yordan, Nil,
dan Yangtze sudah
berkurang hingga
hampir sepanjang tahun.
Menjalankan pola makan nabati dapat menghentikan sebanyak
80% dari pemanasan global,
menghapus kelaparan dunia,
menghentikan perang,
memajukan perdamaian, dan
itu akan menghemat air Bumi
serta banyak sumber daya
berharga lainnya, juga
menawarkan tali penyelamat
bagi Bumi dan umat manusia.
http://www.presstv.ir/detail.aspx?id=106570§ionid=3510212
Macau Daily Times
mengumumkan konferensi
perubahan iklim
di Hong Kong
Sebuah karangan
di surat kabar utama
berbahasa Inggris di Makau,
Macau Daily Times,
melaporkan tentang
konferensi
perubahan iklim yang akan
diadakan di Hong Kong
hari Sabtu mendatang ini,
tanggal 3 Oktober.
Surat kabar itu mengatakan,
"Tujuan konferensi ini adalah untuk menyebarkan kesadaran
tentang perubahan iklim…
Menurut penyelenggaranya,
konferensi ini akan berfokus
pada kesejahteraan umat
manusia dan juga
para penghuni lainnya,
sekaligus membahas
bencana alam dahsyat
yang berdampak terhadap
perubahan iklim
di seluruh dunia."
Dengan para pembicara
terkenal dari
Hong Kong, China,
dan Formosa(Taiwan),
konferensi yang bertema
"Persatuan Global: Bersama
Menyelamatkan Kehidupan,"
juga mengundang
Maha Guru Ching Hai
sebagai pembicara tamu
terhormat yang telah dengan
baik hati menerimanya.
Kami mengharapkan agar acara ini
berhasil bagi semua perserta.
Rasa syukur kami kepada
Maha Guru Ching Hai
atas persetujuan untuk memberi
komentar dalam masalah
yang paling mendesak ini dan
kami doakan agar usaha
bersama umat manusia akan
menghasilkan masa depan
yang berkelanjutan bagi semua
sesama penghuni Bumi.
Saksikanlah siaran
langsung konferensi ini
di Supreme Master Television
mulai hari Sabtu
3 Oktober 2009, pukul 3 sore
waktu
Hong Kong, atau pukul 2 sore waktu Jakarta.
http://www.macaudailytimes.com.mo/macau/3788-Climate-conference-held-next-month.html
SELAMATKAN BUMI...
Senat Nigeria membuat
rancangan undang-undang
perlindungan gorila
dan habitat satwa liar
di negara itu,
sejalan dengan
kampanye global Organisasi
Perserikatan Bangsa-Bangsa
(UNO)
untuk pelestarian
keanekaragaman hayati.
http://www.news.dailytrust.com/index.php?option=com_content&view=article&id=6295:senate-partners-un-on-gorillas&catid=34:environment&Itemid=30
SELAMATKAN BUMI...
Dinas Meteorologi Inggris
melaporkan bahwa
perubahan iklim
menyebabkan musim gugur
datang lebih awal di
Inggris Tenggara
dengan cuaca panas dan
curah hujan rendah
menyebabkan daun
gugur lebih cepat serta
matinya seluruh pohon.
http://www.telegraph.co.uk/gardening/6232722/Autumn-comes-early-because-of-drought.html
SELAMATKAN BUMI...
Malaysia mengumumkan
rencana untuk menerapkan
metode penebangan pohon yang berdampak lebih rendah
di cagar hutan komersial
di negara bagian Sabah
yang efektif dalam
mengurangi kerusakan hutan
sebanyak 50%
dibandingkan dengan
operasi konvensional.
http://thestar.com.my/news/story.asp?file=/2009/9/25/nation/20090925094618&sec=nation
SELAMATKAN BUMI...
Masyarakat Perlindungan
Lingkungan Kuwait
memasang 9 pelampung
stasioner di sekeliling
Pulau Umm Al-Maradem untuk
melindungi terumbu karang
dengan menghambat kapal
membuang sauh
atau perangkat logam lainnya
ke terumbu karang.
http://www.kuna.net.kw/NewsAgenciesPublicSite/ArticleDetails.aspx?id=2027760&Language=en
Email Artikel ini ke Teman Anda
 |
 |
|