Email Artikel ini ke Teman Anda
 |
 |
09 Oktober 2009
Badai debu di Sydney - tanda lebih jelas dari pemanasan global
Awan merah pekat yang terdiri dari partikel tanah mengubah siang jadi malam
dan menghambat pernafasan orang sejak badai debu yang besar baru-baru ini
melanda kota terbesar di Australia - Sydney dan tidak hanya sekali,
tapi dua kali.
Atmosfer yang menyesakkan telah menyebabkan ratusan orang dirawat di rumah
sakit dan banyak orang yang sulit bernafas sebagai akibat dari efek antara
kekeringan panjang selama 10 tahun karena perubahan iklim dan diperparah
oleh pembabatan hutan serta pengembalaan ternak.
Bagian dalam negara itu memburuk menjadi cawan debu dan angin kencang
mengurai tanah serta menerbangkannya hingga ribuan mil melintasi benua itu
yang diperkirakan bahwa Australia bagian timur laut telah tertutup oleh
jutaan ton debu. Partikel debu ini juga membawa ancaman kesehatan tambahan
dalam bentuk patogen di udara seperti meningitis yang dapat menyusup ke
dalam tubuh manusia.
Di Gurun Sahara Afrika tengah, saat ini sekitar 25.000 orang meninggal
setiap tahun karena penyakit yang dibawa oleh badai debu, dan di AS bagian
barat, kasus demam lembah hampir menjadi empat kali lipat dalam dasawarsa
terakhir.
Para ilmuwan saat ini berkata bahwa penyakit-penyakit yang sebelumnya
diperkirakan ditularkan oleh manusia juga mungkin sekali dibawa oleh awan
debu, dengan tempat seperti Barbados yang menerima angin dari Afrika,
memiliki tingkat asma 17 kali lipat daripada tahun 1973, tahun dimana
kekeringan besar Afrika dimulai.
Kami menghargai karya dan pengamatan tajam Anda Bapak Barrie dan
rekan-rekannya di Organisasi Meteorologi Dunia. Semoga tragedi semacam ini
menyadarkan kita semua akan perlunya menjalankan tindakan perlindungan
dengan cepat demi planet kita.
Tanggap sejak lama mengenai lingkungan dan perlunya kita mencegah bahaya
lebih lanjut, Maha Guru Ching Hai telah mendiskusikan bahaya kekeringan
beserta tindakan pemulihan yang optimal dalam ceramah di Singapura pada
bulan September 1994.
Maha Guru Ching Hai: Baru-baru ini, dunia kita memiliki banyak
bencana seperti kekeringan, juga iklim yang kering dan planet yang memanas
karena banyak cuaca yang berubah. Lalu semakin ia bertambah panas, semakin
kering. Semakin kering, semakin sedikit pohon. Semakin sedikit pohon,
semakin sedikit hujan. Semakin sedikit hujan, semakin sedikit pohon, dan ini
adalah lingkaran setan. Dan setiap sudut di Bumi ini dapat mempengaruhi
seluruh planet. Oleh karena itu, jika Anda sendiri; hati Anda, pikiran Anda,
ucapan Anda, tindakan Anda murni, betapa besar manfaatnya bagi planet ini?
Pola makan vegan baik untuk Anda; itu akan memurnikan jiwa Anda, memurnikan
aura Anda, dan membuat Anda bersih, dalam dan luar, dan melindungi Anda.
http://www.guardian.co.uk/world/2009/sep/27/dust-storms-diseases-sydney,
http://en.wikipedia.org/wiki/Sydney
SELAMATKAN BUMI...
HSBC adalah bank pertama yang dinyatakan netral karbon di dunia yang
mengirim pegawainya untuk ikut kursus pelatihan untuk mengelola perubahan
iklim. Bank ini sekarang bekerja sama dengan Earthwatch Institute untuk
meluncurkan pusat iklim regional di Provinsi Zhejiang, China.
http://www.borneobulletin.com.bn/tue/oct6h35.htm
SELAMATKAN BUMI...
Setelah mendengar pengalaman pribadi tentang dampak pemanasan global
terhadap kehidupan warga Afrika, presiden wanita pertama Irlandia dan
Komisaris Tinggi PBB untuk Hak-Hak Manusia Mary Robinson berjanji
mengutamakan kebutuhan mereka dalam negosiasi perubahan iklim bulan Desember
di Kopenhagen.
http://www.irishtimes.com/newspaper/world/2009/1006/1224255980870.html
SELAMATKAN BUMI...
Ahli komputer IBM dari AS tengah meneliti Baterai Udara Lithium, satu konsep
yang mungkin dapat membuat kendaraan listrik berjalan hingga 500 mil tanpa
pengisian ulang.
http://www.ecogeek.org/component/content/article/2967
SELAMATKAN BUMI...
Dr. Hassan Younis, Menteri Listrik dan Energi Mesir mengumumkan bahwa
pemerintah akan menghubungkan pembangkit tenaga surya pertama ke jaringan
listrik nasional yang akan menyediakan energi sebesar 140 Megawatt dengan
persiapan yang sedang dilakukan untuk lebih banyak lagi pembangkit listrik
serupa.
http://www2.sis.gov.eg/En/EgyptOnline/Economy/000011/0202000000000000010176.htm
Email Artikel ini ke Teman Anda
 |
 |
|