Email Artikel ini ke Teman Anda
 |
 |
24 Oktober 2009
Melindungi hewan berarti melindungi diri kita sendiri
Pada saat yang hampir bersamaan dengan konferensi perubahan iklim 22 Oktober
yang dilaksanakan di Jakarta, Indonesia, buku terlaris no. 1 internasional
karangan Maha Guru Ching Hai "Burung-burung dalam Hidupku," diluncurkan
dalam edisi bahasa Indonesia dan dengan cepat mencapai peringkat terlaris
no.1 di negara ini.
"Burung-burung dalam Hidupku," menceritakan kisah-kisah yang menyentuh hati
dari sahabat Maha Guru Ching Hai yang berbulu dan cantik ini.
Baik satwa liar atau peliharaan, bermiliar-miliar hewan tak berdaya lainnya
telah kehilangan nyawa mereka karena peningkatan kondisi mengejutkan dari
pemanasan global, hilangnya habitat, dan dengan dibunuh untuk daging.
Sebagai tamu kehormatan, Maha Guru Ching Hai menyampaikan kesedihannya atas
kehilangan nyawa satwa liar di Indonesia yang disebabkan oleh pemanasan
global, bencana, penggundulan hutan, dan perburuan tak berbelas kasih
seperti yang dialami kera dan Orang Utan Sumatra yang terancam punah. Dengan
menghubungkan kerusakan lingkungan dengan kekejaman manusia, Maha Guru Ching
Hai mengulang bahwa nasib hewan-hewan ini tergantung pada diri kita.
Maha Guru Ching Hai: Para hadirin, semua orang berkuasa di seluruh
dunia; di dalam masyarakat, undang-undang akan menghukum seseorang yang
melakukan kesalahan terhadap masyarakat, tetapi para hewan tidak pernah
melakukan kesalahan apapun terhadap kita. Mereka menjalani hidup mereka
diam-diam, mereka makan apapun yang Tuhan berikan kepadanya. Mereka tidak
membahayakan kita dengan cara apapun. Bahkan jika dalam kasus tertentu
mereka melakukannya, itu karena kita menghancurkan habitat mereka, karena
mereka tidak punya tempat untuk hidup. Di dalam masyarakat, jika kita
mengambil sesuatu dari seseorang maka kita harus membayarnya dengan sesuatu.
Jadi para hewan percaya bahwa kita akan membayar mereka dengan makanan. Tapi
dalam banyak kejadian kita selalu membunuh mereka jika mereka mendekati
kita. Jika kita ingin menerima ampunan dari Surga untuk hidup kita di Bumi
ini, pertama kita harus menjadi pemaaf dengan memberikan martabat dan
kebebasan hidup bagi para hewan. Hanya dengan begitu kita baru dapat
mengembalikan keseimbangan lingkungan. Jadi tolong semua orang, tanamlah
sayuran, jadilah vegetarian, dan kita dapat bertindak hijau kemudian jika
planet ini sudah selamat.
PEMBICARA: Kami berterima kasih atas dukungan pemerintah dan kepada semua
peserta konferensi, kami juga bersyukur kepada Maha Guru Ching Hai yang
menjelaskan dengan banyak cara tentang pentingnya tanpa-kekerasan terhadap
semua makhluk, termasuk terhadap bukunya yang mengangkat. Kami berdoa agar
dunia akan cepat memilih pola makan vegan yang damai agar pada gilirannya
semua kehidupan, baik manusia maupun hewan akan bertahan.
Tetaplah bersama Supreme Master Television di Kata-Kata Bijak untuk
penayangan ulang dari acara langsung ini di hari lainnya dengan terjemahan
berbagai bahasa.
SELAMATKAN BUMI...
Hancurnya Es Arktik akan membuatnya tanpa es
Dengan tingkat kenaikan temperatur saat ini, Lautan Arktik akan hampir
kehilangan esnya pada setiap musim panas kurang dari dua dekade ini. Para
ilmuwan Inggris dari Kelompok Ilmu Alam Lautan Kutub di Universitas
Cambridge melakukan prediksinya setelah 73 hari perjalanan ke Arktik untuk
pengamatan langsung.
Melaporkan tentang efek yang dapat membawa petaka dari hilangnya es Arktik,
para ilmuwan menyatakan bahwa tidak hanya laut yang berwarna hitam yang
menyerap lebih banyak matahari daripada pemantulan es, tapi keasaman dari
air akan meningkat setelah terbuka dengan berbagai elemen. Hal ini
sebaliknya dapat mengubah pola iklim global semakin parah.
Ketika merenungkan hilangnya es Arktik, anggota tim dan Profesor Cambridge
Peter Wadhams menyatakan “...Ini adalah bencana yang tidak dapat Anda
hindari lagi dan berkata, ‘Oh, itu tidak berhasil, mari coba lagi.’ Anda
akan terbentur dengan apa yang Anda lakukan.”
Profesor Wadhams dan anggota timnya, terima kasih tulus kami atas tugas
berat yang Anda lakukan untuk mengevaluasi Arktik. Mari kita segera
perhatikan kata-kata peringatan dan kembali menuju gaya hidup harmonis yang
berguna bagi kita dan ekosfer.
Maha Guru Ching Hai sering memperingatkan dampak dari perubahan iklim serta
memberikan solusinya seperti pada konferensi video di bulan Juni 2009 di
Meksiko.
Maha Guru Ching Hai: Di sini pertama-tama kita melihat Arktik yang
mencair. Arktik atau Kutub Utara mungkin akan bebas es pada tahun 2012, 70
tahun mendahului perkiraan IPCC. Tanpa perlindungan es yang memantulkan 90 %
cahaya matahari, maka panas itu bisa masuk ke air terbuka yang mempercepat
pemanasan global. Perubahan dalam lapisan es Artik sangat dramatis, ahli
cuaca mengatakan bahwa hanya 10 persen yang merupakan es yang lebih tua dan
tebal sekarang, sementara di atas 90 persen adalah yang baru terbentuk dan
tipis. Untungnya, ada tindakan mudah yang bisa kita ambil. Saya akan buat
daftarnya untuk acuan Anda. Kita harus mendinginkan planet ini terlebih
dahulu dan yang paling utama. Jadi jika kita menghentikan produksi metana,
atmosfer akan menjadi dingin dengan lebih cepat daripada jika kita
menghentikan karbon dioksida. Vegan organik akan menghasilkan efek
pendinginan yang bermanfaat karena ia akan menurunkan gas metana dan gas
rumah kaca lainnya yang fatal bagi kelangsungan hidup kita.
http://www.theglobeandmail.com/news/national/arctic-ocean-melting-fast-researchers-say/article1323859
SELAMATKAN BUMI…
Untuk menuju konferensi perubahan iklim bulan Desember di Denmark, Menteri
Persatuan India untuk Lingkungan dan Kehutanan mengumumkan bahwa berdasarkan
ukuran yang tepat, emisi metana dari ladang pertanian totalnya empat juta
ton setiap tahunnya, lebih daripada 34 juta ton yang diperkirakan
sebelumnya.
http://www.prokerala.com/news/articles/a86700.html
SELAMATKAN BUMI…
Area tanah rawa yang dilindungi di Taman Nasional Tablas de Daimiel Spanyol
karena perubahan iklim dan irigasi yang berlebihan membuatnya terbakar
sehingga tanah gembur bagian dalam mulai hangus.
http://www.spa.gov.sa/English/details.php?id=711505
SELAMATKAN BUMI...
Presiden Maladewa Mohamed Nasheed menyatakan bahwa tanpa tindakan darurat
internasional terhadap pemanasan global, penduduk Maladewa akan menghadapi
kehilangan budaya mereka yang berusia 2.000 tahun karena pengungsi perubahan
iklim.
http://www.france24.com/en/node/4907135
Email Artikel ini ke Teman Anda
 |
 |
|