Email Artikel ini ke Teman Anda
 |
 |
19 September 2009
Biaya dari mengabaikan pemanasan global
akan sangat tinggi
Dalam laporan
"Perubahan Iklim
di Amerika Serikat:
Biaya Ketidakaktifan yang
Menjadi Penghalang,"
Perserikatan Ilmuwan Peduli (UCS) yang
mengumpulkan hasil dari
60 studi lebih telah menyimpulkan
bahwa biaya dari mengabaikan
pemanasan global di AS
jauh lebih tinggi daripada
biaya mengatasinya.
Harga yang harus dibayar meliputi
puluhan miliar dollar
di wilayah Midwest
untuk banjir dan hujan badai yang meningkat,
kerugian tahunan sebesar
UU$60 miliar di bidang real estate
di bagian Tenggara karena
naiknya permukaan air laut,
dan di pantai barat,
kerusakan properti
miliaran dollar karena
kebakaran besar setiap tahun.
Dengan mengatakan bahwa biaya untuk
meredakan akan lebih rendah,
ahli ekonomi Perserikatan
Ilmuwan Peduli
Rachel Cleetus mengatakan,
"Investasi yang kita perlukan dalam ekonomi energi bersih jelas dapat kita
lakukan dan akan membayar
deviden lebih banyak. Apa yang tidak sanggup
kita bayar adalah
biaya tinggi dan meningkat
karena tidak melakukan apa-apa."
Yang perlu diperhatikan adalah
laporan terkait dari Belanda
yang menemukan bahwa
dana yang diperlukan untuk
mengekang perubahan iklim
berkurang secara dramatis
ketika daging ditiadakan
dari pola makan, tindakan ini dapat mencapai
penghematan 80% jika semua menerapkan gaya hidup vegan.
Banyak terima kasih,
Ibu Cleetus, Perserikatan
Ilmuwan Peduli, dan
para peneliti Belanda
atas analisa penting ini.
Mari kita semua bergerak
cepat untuk mengatasi
perubahan iklim melalui pola makan vegan sebagai cara optimal
dan paling ekonomis dalam
menyelamatkan planet kita.
Maha Guru Ching Hai: Kita masih ada sedikit waktu
jika kita bertindak. Dan semakin banyak
orang yang bervegetarian maka semakin banyak waktu
yang akan kita dapatkan.
Itulah masalahnya.
Teknologi hijau,
menanam pohon memang
membantu, tetapi langkah ini
sangatlah sekunder,
sangat kecil.
Tapi, pola makan vegetarian dapat melakukannya.
http://www.sustainablebusiness.com/index.cfm/go/news.display/id/18859
http://www.suprememastertv.com/bbs/board.php?bo_table=sos_video&wr_id=95&goto_url=&url=link1_0
SELAMATKAN BUMI...
Perubahan iklim
membinasakan Afrika
Laporan gabungan
oleh Panel Antarpemerintah
untuk Perubahan Iklim
Perserikatan Bangsa-Bangsa
(IPCC) serta Survei
Ekonomi dan Sosial
Dunia (WESS) yang
dipublikasikan oleh
Departemen Urusan
Ekonomi dan Sosial
Perserikatan Bangsa-Bangsa
setiap tahunnya melaporkan tingkat
kematian yang pernah diramalkan
di negara-negara Afrika
karena efek yang besar
dari pemanasan global, sebagian besar darinya
sudah menjadi kenyataan.
Di utara Afrika,
misalnya,
kenaikan temperatur dan
bertambahnya populasi
di Mesir diperkirakan akan
menambah keadaan putus asa
terhadap kebutuhan air,
sedangkan hasil panen
seperti beras dan kedelai
diperkirakan akan menurun.
Pola cuaca
yang terus tidak beraturan
di bagian timur dan barat
dari benua itu akan membuat
lebih banyak banjir
dan ancaman permanen
bagi pertanian,
dengan meluasnya malaria
bahkan hingga ke area
yang saat ini
tidak pernah ada malaria.
Dan produksi panen
di tempat seperti
selatan Afrika
dapat terus berkurang
hingga 90%.
Kami menghargai laporan ini
Departemen Urusan
Ekonomi dan Sosial
Perserikatan Bangsa-Bangsa
dan para kontributor,
meskipun perkiraanya
sangat menyedihkan.
Semoga para pemimpin dunia
dan juga semua orang
bersatu menemukan cara
untuk menjalani hidup
berkelanjutan di planet
rumah kita bersama.
Maha Guru Ching Hai
sekali lagi
megungkapkan kepedulian
penuh kasihnya
atas krisis global kita,
terutama atas efeknya
bagi penduduk Afrika
pada konferensi video bulan
Mei 2009 di Togo.
Maha Guru Ching Hai:
Sayang sekali,
pemanasan global
merusak negara Afrika
dengan cara yang paling berat
dan paling dapat dilihat. Sekarang lebih sering terjadi
kekeringan, gelombang panas,
banjir, badai,
pembekuan, dan belalang
daripada sebelumnya.
Dampak dari perubahan
iklim ini meningkatkan
kerawanan pangan
dan krisis pangan
di Afrika.
Juga terjadi
peningkatan risiko penyakit
seperti malaria karena
nyamuk menyebar ke arah
ketinggian yang lebih tinggi.
Perserikatan Bangsa-Bangsa
khawatir akan ada
ratusan juta orang di Afrika yang akan
berada dalam risiko.
Ini hanyalah sedikit saja dari
semua berita yang muncul
tentang pemanasan global
di negeri kalian.
Saya yakin
ada lebih banyak lagi.
Mari berusaha sebaik-baiknya untuk
membantu mengingatkan dan
mendorong pemimpin kita
untuk melakukan sesuatu.
Jika dunia menjadi vegan
bersama, kita dapat mengatasi
bencana yang mempengaruhi
kita secara global.
http://www.irinnews.org/Report.aspx?ReportId=86078
SELAMATKAN BUMI…
Majalah The House mewawancarai Maha Guru Ching Hai
Pada edisi 18 September,
Majalah The House
dari Inggris,
bacaan yang dibaca luas
oleh Anggota Parlemen
Inggris,
menampilkan wawancara
dengan Maha Guru
Ching Hai.
Dalam wawancara itu,
Maha Guru Ching Hai
berbagi pandangannya
tentang masa darurat dari
perubahan iklim
dan menjelaskan tentang bagaimana pemimpin dunia dapat
memastikan bahwa
kebijakan iklim mereka
menjamin masa depan kita,
bukannya mendorong
pemanasan global melewati
titik tanpa harapan.
Maha Guru Ching Hai
juga menawarkan nasihatnya
tentang topik mendesak
mengenai keanekaragaman
hayati dan kelaparan dunia,
serta memberikan
logika yang dibutuhkan
bagi pembuat keputusan untuk mendinginkan planet ini
dengan
pola makan vegan organik.
Dikenal sebagai sumber
untuk isu kebijakan kunci,
Majalah The House
didistribusikan terutama
di antara legislator Inggris;
dengan isu berikutnya
yang diterbitka pertama
pada 21 September selama
Konferensi Partai
Demokrat Liberal,
lalu pada Konferensi
Partai Buruh
dari 27 hingga 28 September,
dan terakhir selama
konferensi Partai Konservatif
pada tanggal 4 Oktober. Majalah ini juga dibaca oleh
warga privat,
bisnis, akademi,
dan pemerintah lokal.
Majalah The House tersedia bagi
pelanggan yang tertarik.
Kami menghargai
Majalah The House
yang telah membantu
menginformasikan
Anggota Parlemen terhormat
dan pembaca lainnya
tentang cara penting
untuk menyelesaikan
krisis darurat planet ini.
Kami juga berterima kasih kepada Maha Guru Ching Hai
atas kepeduliannya dan
usahanya yang terus-menerus untuk menawarkan bimbingan
kepada para pemirsa.
Semoga semua pemimpin
pemerintah di dunia
memperhatikan panggilan ini
demi keputusan yang bijak untuk menyelamatkan Bumi tepat pada
waktunya. Saksikan
tayangan wawancara ini
di hari mendatang
dalam acara Kata-Kata Bijak
di Supreme Master
Television
dengan teks berbagai bahasa.
SELAMATKAN BUMI…
Ribuan beruang laut
yang biasanya bersandar pada
es laut sebagai pijakan mereka
malah berkumpul
di pesisir Alaska
di barat laut AS
karena hilangnya
es laut musim panas Arktik
yang disebabkan oleh
pemanasan global.
http://www.google.com/hostednews/ap/article/ALeqM5iveFY1XCjWegbjcLevGSl2HtDj7wD9AK0PPG0
SELAMATKAN BUMI…
Norwegia dan Swedia
menandatangani perjanjian
untuk bersama-sama menciptakan
pasar Sertifikat Hijau
Bersama untuk memajukan
energi berkelanjutan seperti
tenaga air, tenaga angin,
dan bahan bakar hayati
melalui subsidi negara.
http://www.norwaypost.no/content/view/22474/26
SELAMATKAN BUMI…
Perserikatan Internasional
untuk Konservasi Alam
(IUCN) melaporkan
bahwa akibat dari perburuan, maka
antelop Saola yang langka
yang ditemukan
di tahun 1992 di
perbatasan bersama Laos
dan Âu Lac (Vietnam)
sekarang berada
di ambang kepunahan.
http://www.thanhniennews.com/features/?catid=10&newsid=52243
SELAMATKAN BUMI…
Perdana Menteri Denmark
Lars Løkke Rasmussen
mengunjungi India untuk
mendiskusikan pemanasan
global dan negosiasi cepat
untuk perjanjian
perubahan iklim mendahului
KTT puncak Desember
di Denmark.
http://www.spacedaily.com/2006/090909102832.ucl1o4az.html
Email Artikel ini ke Teman Anda
 |
 |
|