Email Artikel ini ke Teman Anda
 |
 |
24 September 2009
Seruan terhadap para pemimpin
dunia untuk segera bertindak
Provinsi Khusus
Pemerintahan Mandiri Jeju
di Korea Selatan
berbangga dengan kecantikan
alamnya dan telah membuat
usaha yang luas untuk
melindunginya melalui
penyebaran tindakan hijau
seperti energi surya
dan energi angin.
Lusinan panel surya
telah dipasang di
Desa Donggwang
di bagian Barat Pulau Jeju,
seiiring pembangkit listrik
tenaga angin pertama negara
ini yang menangkap angin laut yang kuat sejak tahun 1998.
Kim Tae Hwan, Gubernur, Provinsi
Pemerintahan Mandiri Khusus Jeju (L):
Provinsi Jeju telah
melakukan banyak proyek
ramah lingkungan dan
berencana untuk melanjutkan.
Dalam konferensi
internasional tentang
keberlanjutan dan
kesehatan anak baru-baru ini yang
diadakan di Korea Selatan,
Anggota Majelis
Oh Ok-Man dari
Provinsi Jeju bertanya
kepada tamu kehormatan
Maha Guru Ching Hai
tentang cara terbaik
untuk terus maju mencapai
sasaran bebas-karbon.
Memuji kepemimpinan
pemerintah Jeju terhadap
perubahan iklim,
Maha Guru Ching Hai
selanjutnya mendorong
semua pemimpin dunia untuk mengatasi penyebab langsung
dari pemanasan global
yang datang dari
industri peternakan.
Maha Guru Ching Hai: Untuk menyebut diri kita
masyarakat bebas karbon
atau rendah karbon,
kita harus menghapus
konsumsi daging kita,
karena itu adalah penyebab
nomor satu dari
perubahan iklim, yaitu,
konsumsi daging kita.
Kenyataannya, jika kita fokus
untuk mengubah orang
untuk menjadi vegan,
kita dapat menghemat
jauh lebih banyak uang
dibanding teknologi hijau,
dan tentu saja,
hal ini jauh lebih efektif.
Dan saya mendesak Anda,
para pemimpin pemerintahan
karena waktu kita
terus berkurang, kita harus
bertindak sekarang.
Jelaskanlah
kepada warga Anda
kebenaran yang penting ini
dan katakan kita harus
bekerja sama menjadi
konsumen yang bebas dari produk hewani.
Waktu kita hanya sedikit
untuk menyelamatkan planet ini.
Kita punya planet yang agung
untuk diselamatkan.
Kita punya harta berharga
yang besar untuk diselamatkan,
yaitu anak-anak kita.
PEMBICARA:
Tanggapan dari para
pejabat Jeju
yang hadir
cukup menggembirakan.
Anggota Dewan Oh Ok-Man –
Provinsi Pemerintahan Mandiri Khusus Jeju, Korea Selatan (P):
Saya merasakan semangat
dari Guru, dimana
beliau ingin menyelamatkan
Bumi yang sekarat ini. Beliau
mengasihi lingkungan, hewan dan tumbuhan, serta kasihnya yang dalam terhadap umat manusia.
Sungguh mengharukan.
Saya akan mencoba
berbuat sesuatu berdasarkan
apa yang saya pelajari hari ini.
Bu Sang Il – Ketua Partai Agung
Nasional Provinsi (L):
Saya belajar lebih banyak
tentang manfaat
dari vegetarianisme
pada konferensi hari ini.
Saya berniat untuk berubah.
Saya juga ingin agar anak saya mengubah pola makan mereka juga.
PEMBICARA:
Penghargaan kami untuk
Anggota Majelis Jeju
Korea Selatan, Bapak Oh,
dan semua
peserta konferensi atas
kepedulian Anda yang tulus. Kami khususnya berterima
kasih atas usaha yang sungguh-sungguh dari
Maha Guru Ching Hai dalam
meningkatkan kesadaran yang
diperlukan bagi rencana terbaik
untuk kestabilan masa depan
planet kita.
Semoga semua pemimpin yang
berani menjawab seruan ini
untuk mengubah pola makan global yang
tepat pada waktunya, demi
melindungi warga mereka.
Saksikanlah acara
Kata-kata Bijak
di Supreme Master
Television
untuk siaran ulang lengkap
dari acara langsung ini
di kemudian hari, dengan
terjemahan berbagai bahasa.
http://ecoworldly.com/2008/05/09/south-korean-solar-system-community-on-jeju-island-a-brilliant-idea
http://english.jejusamda.com/common/c_dataView.php?id=F03040100&lang=_eng
SELAMATKAN BUMI...
Guatemala menderita
kekurangan pangan yang akut
karena kekeringan panjang
Hingga 2,5 juta orang
di 21 provinsi
di negara ini
sedang menghadapi apa yang
disebut kekeringan terparah
dalam 30 tahun terakhir.
Santa Sebastiana Pacheco (Guatemala) (P):
Hari ini kami mungkin mempunyai sedikit kacang,
hari lainnya beras,
hari lainnya lobak. Kadang kami tidak
punya apapun kecuali
lobak untuk makan siang.
Adriano Gonzalez-Regueral (Perwakilan UNICEF,
Guatemala):
1 dari 2 anak kekurangan
gizi secara kronis
di Guatemala tetapi pada
komunitas penduduk asli
menjadi 4 dari 5 anak:
80 persen.
Presiden Barack Obama:
Tanggapan generasi kita
atas tantangan ini akan
dinilai oleh sejarah.
Karena jika kita gagal
memenuhinya dengan baik dan cepat bersama-sama, kita berisiko menghantar
generasi mendatang kepada
bencana yang tak dapat dihindari.
PEMBICARA:
Dengan 120.000 keluarga
yang kehilangan 90%
panen biji-bijian dan
jagung mereka yang disebabkan
kurangnya curah hujan,
Presiden Álvaro Colom
telah menyatakan keadaan
bencana di beberapa wilayah
yang terkena kekeringan,
yang menurutnya melanda
setengah dari negara ini.
Direktur program
Selamatkan Anak-Anak
di Guatemala juga telah
memperingatkan akan
kekurangan gizi anak-anak.
Kami mengirimkan
doa tulus kami
agar rahmat hujan
turun di Guatemala dan agar
kita semua bersatu mengambil tindakan berarti
untuk terus menopang planet
ini secara berkelanjutan dan menghentikan pemanasan global.
Sangat sadar akan
keadaan genting Bumi ini,
Maha Guru Ching Hai sering menekankan
pengaruh perbaikan yang
seketika dengan
perubahan kepada cara-cara
yang lebih peduli, seperti
dalam konferensi video
bulan Oktober 2008
di Thailand.
Maha Guru Ching Hai:
Kita tidak dapat bersiap banyak.
Sekalipun kita menimbun
sejumlah makanan dan sebagainya,
itu belum tentu bermanfaat.
Hanya semakin memperburuk
kekurangan pangan dunia.
Jadi, kita hanya dapat
mengandalkan karma baik
yang kita ciptakan.
Dan itu dapat kita lakukan.
Kita dapat menyelamatkan diri kita
sekarang juga dengan beralih ke pola makan vegetarian
yang penuh kebajikan,
yang
sangat welas asih;
dan dengan menjadi
welas asih kepada yang lain, maka
Surga akan menjadi
welas asih kepada kita. Jadi Anda dapat melihat dengan
seketika dimana iklim akan berubah.
Semuanya akan kembali
menjadi lebih damai,
berlimpah karena
Surga bermurah hati.
Jadi, jika kita ingin mendapatkan
hasil yang baik, kita harus
mulai melakukan hal yang baik.
Jadilah vegetarian,
bertindaklah hijau,
dan lakukan perbuatan baik.
http://www.laht.com/article.asp?ArticleId=342080&CategoryId=23558
http://news.xinhuanet.com/english/2009-09/14/content_12048171.htm
http://www.euronews.net/2009/09/10/guatemala-hit-by-calamitous-drought
http://www.reuters.com/article/latestCrisis/idUSN09346536
http://www.foxnews.com/story/0,2933,547982,00.html
SELAMATKAN BUMI...
Pemimpin dunia memulai
KTT perubahan iklim
Seratus pemimpin dunia
berkumpul
di markas PBB
di Kota New York, AS,
hari Selasa, 22 September
untuk membawa energi segar
bagi perundingan
pemanasan global.
Para pemimpin
negara-negara pulau kecil
menyampaikan bahwa
kegagalan untuk bertindak
terhadap perubahan iklim dapat
menyebabkan kematian yang
besar dan tak dapat dihindari.
Yugratna Srivastava
yang berusia 13 tahun
juga berbicara
kepada para pemimpin
atas nama generasinya
yang akan paling terpengaruh
jika perundingan
perubahan iklim gagal.
Presiden China Hu Jintao
berjanji mengurangi CO2
secara signifikan pada tahun 2020
disertai dengan
pengembangan
energi berkelanjutan.
Presiden AS Barack Obama
menyerukan langkah
mendesak dan menyatakan bahwa
dunia menghadapi bencana
yang tak dapat dibalik,
sementara itu Sekjen PBB
Ban Ki Moon menyerukan
kepada semua orang untuk
bekerja sama mengatasi
bahaya yang mengancam ini.
Penghargaan kami,
para pemimpin dunia,
atas kehadiran Anda
pada pertemuan penting ini.
Semoga Anda bersatu
dan sukses. Kami berdoa
agar semakin banyak perhatian
juga diberikan kepada pola makan vegan
yang sangat dibutuhkan untuk
menyelamatkan planet ini.
SELAMATKAN BUMI...
Kekeringan yang berlanjut
di timur Afrika, yang diyakini
oleh para ahli sebagai
perubahan iklim baru yang
biasa untuk area itu telah
membahayakan hidup
dan mata pencaharian
23 juta orang
di Somalia, Djibouti,
Etiopia selatan,
Kenya timur laut,
dan Uganda.
http://www.voanews.com/english/2009-09-17-voa57.cfm
SELAMATKAN BUMI...
Pembantu Presiden Rusia
Arkady Dvorkovich
mengumumkan rencana
untuk mengurangi
emisi gas rumah kaca
sebesar 10-15 persen
pada tahun 2020.
http://news.xinhuanet.com/english/2009-09/17/content_12070672.htm
SELAMATKAN BUMI...
Para ilmuwan dari AS
dan Iran berkumpul pada
seminar “Menuju Solusi Baru
dalam Mengelola
Krisis Lingkungan”
di Finlandia,
untuk berbagi pengetahuan
tentang perubahan iklim serta
menjembatanai hubungan
di antara negara mereka.
http://news.xinhuanet.com/english/2009-09/14/content_12052007.htm
http://www.mathaba.net/0_index.shtml?x=621538
Email Artikel ini ke Teman Anda
 |
 |
|