| |
||||
| Para Ilmuwan dan Solusi Pemanasan Global “Bukti-bukti ilmiah sudah jelas: perubahan iklim di dunia disebabkan oleh aktivitas-aktivitas manusia, dan ini telah berakibat buruk bagi masyarakat.” - Asosiasi Pengembangan Ilmiah Amerika Petani di Thailand: Hujan tidak juga turun, jadi tanahnya terlalu kering. Ini membuat padi yang tumbuh menjadi tidak berkualitas, tidak begitu hijau. Penduduk Inggris: Bahkan di negara ini kami bisa melihat perubahan cuaca yang benar-benar tidak sesuai dengan cuaca musim yang berlangsung di daerah ini. Di Âu Lạc (Vietnam): Selama sebulan di sini sangat dingin membeku. Tumbuhan pun tidak bisa bertahan hidup, begitu juga dengan padi-padi. Julie Williamson, Pengurus hewan di Tasmania, Australia: Di negara kami saat ini sudah musim gugur dan kami nantinya akan mengalami banyak curah hujan. Kami sudah mengalami kondisi kekeringan yang telah diberitakan secara resmi, dan kekeringan ini telah menyudutkan para petani di Tasmania, dimana ada daerah yang jumlah curah hujannya sangat sedikit. Bpk. Benjamin Karmorh, Jr., Asisten Profesor di Kantor Perlindungan Lingkungan Hidup Liberia: Kepada para pemirsa di rumah, perubahan iklim benar-benar nyata. Perubahan iklim bukan sekedar masalah lingkungan saja, tapi ini menyangkut masalah pembangunan, ekonomi, global. Bpk. Saley Hassane, Sekretaris Eksekutif di Dewan Nasional Nigeria untuk Lingkungan dan Pembangunan Berkelanjutan: Dunia sedang dalam bahaya. Kita perlu menyelamatkan Bumi ini. Ketua Oren Lyons, Ketua Pimpinan Dewan Nasional Onondaga, Profesor Universitas Negeri di New York: Kami sudah mendapat laporan ini dari negara-negara utara, dari Alaska, Kanada Utara, Greenland, Swedia, dan dari berbagai lapisan masyarakat pribumi di dunia. Kami mengetahui perubahan-perubahan yang sedang terjadi, yaitu berkurangnya salju, dan Bumi yang memanas serta bagaimana hal ini mempengaruhi hewan-hewan dan orang-orang yang hidup di dalamnya. TITIK-TITIK
KRITIS Dr. Marc Imhoff, Ilmuwan Proyek Terra, Pusat Penerbangan Luar Angkasa NASA, pada peresmian Tahun Internasional UNESCO untuk Planet Bumi: Banyak orang enggan berkata bahwa kita sudah mencapai sebuah titik kritis karena kejadian sudah terjadi berulang kali. Tapi hasil evaluasi kami adalah kita mungkin telah melewati beberapa titik dimana kita tidak mungkin lagi bisa menyelamatkan lautan es. Dr. David Archer, Profesor Ilmu Geofisika di Universitas Chicago, AS: Menurut saya pribadi, kita sudah mencapai batas yang berbahaya. Jumlah lapisan es di Lautan Arktik dari tahun ke tahun telah berkurang tapi di tahun 2007 lapisan esnya langsung runtuh. Selain itu aktivitas gempa bumi dan percepatan pencairan es di Greenland, menurut saya ini menunjukkan bahwa kita sudah dalam bahaya. Dr. Derek Mueller di Ontario, Kanada menemukan sebuah garis lapisan es yang pecah sejauh 16 km di Ward Hunt. Bongkahan es terbesar yang terletak di kutub utara telah hancur seluruhnya. Dr. Derek Mueller, peneliti studi Kutub
Utara dan Selatan di Universitas Trent, Kanada: Dari apa yang kami
perhatikan, sungguh lapisan-lapisan es ini akan berakhir keberadaanya
setelah beberapa ribu tahun terbentuk. Dr. Ted Scambos, kepala ilmuwan di Pusat Data Es dan Salju Nasional di Boulder, Colorado, AS: Bongkahan besar es tiba-tiba saja pecah, tidak hanya satu, tapi ada banyak yang telah hancur, benar-benar pecah berkeping-keping dalam waktu hanya beberapa minggu. Dan yang lainnya, lapisan es itu tidak tertolong lagi. Ia tidak akan terbentuk lagi, tidak ada lapisan es baru yang akan terbentuk lagi setelah kejadian ini. Dr. Gregory M. Flato, dari Pusat Data dan Analisa Iklim di Kanada: Ketika Anda mulai memperhatikan pemanasan iklim yang terjadi saat ini, ada sebuah perbedaan besar, yaitu salju dan esnya mulai menghilang, dan ini membuat dasar permukaan Bumi menjadi gelap, tidak hanya lautannya saja tapi juga daratan. Dan permukaan yang gelap ini menyerap lebih banyak panas matahari sehingga membuat iklim menjadi lebih panas dan mencairkan lebih banyak es.
Pada akhir musim panas ini, sejumlah ilmuwan
menyimpulkan bahwa lautan es sewaktu-waktu akan hilang antara musim gugur
tahun 2008 hingga tahun 2012, tiga puluh tahun lebih cepat daripada yang
diperkirakan. Ahli Iklim Terkemuka AS, Dr. James Hansen, Direktur Pusat Penerbangan Luar Angkasa Goddard NASA: Kita telah mencapai satu titik kritis dimana kita akan menghadapi bahaya. Dan kenyataannya adalah kita telah berada dalam situasi perubahan iklim yang lebih parah daripada yang telah kita alami selama ini. Sekitar 20 hingga 30% spesies tumbuhan dan hewan keberadaannya sangat rentan jika temperatur global meningkat melebihi 1,5 hingga 2,5 derajat Celcius (suhu rata-rata). - Panel Antarpemerintah untuk Perubahan Iklim PBB, November 2007. Dr. Janice
Lough, peneliti Karang Great Barrier, di Institut Ilmu Kelautan Australia:
Selain batu karang yang beraneka warna, kami melihat ada karang putih
yang berkurang di mana-mana. Dan kami melihat ada banyak bagian karang Great
Barrier yang memutih pada tahun 1998, dan pada tahun 2002 ada sekitar 50%
bagian karangnya yang ikut memutih hingga ke bagian selatan Karang Barrier
pada tahun 2006. Dan peristiwa ini berkaitan dengan suhu lautan yang
memanas. Dr. Gerald Dickens: Ada sebuah kesalah-pahaman di kalangan masyarakat. Mereka pikir bahwa semua karbon berada di pepohonan. Tapi karbon yang banyak ini, sekitar 93% berada di lautan, bukan di pepohonan atau di udara. Jadi apa yang terjadi sekarang adalah kita banyak menambah karbon ke udara. Ia bertambah lebih cepat daripada berkurang di biosphere atau di lautan. Jadi itulah sebabnya CO2 terus meningkat dengan sangat cepat. Dr. David
Archer, Profesor Ilmu Geofisika di Universitas Chicago, AS: Jadi karbon
dioksida, atau CO2, adalah gas rumah kaca dan ia akan menyebabkan permukaan
Bumi menjadi hangat. Ini sangat masuk akal. Dan nantinya pemanasan di
permukaan Bumi ini juga bisa membuat laut dalam menjadi hangat. Kemudian
pemanasan di lautan ini akan menjalar turun ke dasar laut tempat dimana gas
berada. Jadi jika gas metana ini dilepaskan dan akhirnya sampai ke udara,
metana ini sebenarnya adalah gas rumah kaca yang lebih kuat dibanding gas
karbon dioksida, jadi ia akan memancarkan panas lebih kuat daripada yang
kita rasakan dari karbon dioksida. Dr. David
Archer: Gas metana yang ada di lautan ini, jumlahnya mungkin mencapai
beribu-ribu juta ton metrik. Juga di lautan ada cukup karbon yang mungkin
berjumlah dua kali lipat dari karbon dan nantinya semua ini akan dilepaskan
ke udara. Jumlahnya sangat besar. Gasnya sangat banyak jika dihitung
seluruhnya, jika 10% saja, atau beberapa persen gas ini dilepaskan ke udara,
ia akan setara dengan mengganti konsentarsi CO2 sebesar satu banding
sepuluh. Akibatnya adalah suatu kehancuran. Dr. Roy Hyndman: Kami melihat gas metana sudah menggelembung dari lautan. Ia terletak di sekitar Beting Mackenzie Arktik. Di sanalah Anda akan melihat gas ini keluar dari dasar lautan, menggelembung terus menerus.
Dr. James Hansen: Jika kita ingin menemukan iklim yang telah menghangat 6-9 derajat Fahrenheit ( 3-5 derajat Celsius), kita harus kembali ke zaman pertengahan Pliocene, sekitar 3 juta tahun yang lalu. Dan pada waktu itu, permukaan air laut mencapai sekitar 25 sampai dengan 35 meter lebih tinggi daripada sekarang. 25 meter kira-kira sekitar 80 kaki. Jadi, itu adalah perubahan permukaan laut yang sangat besar. Dan itu adalah sesuatu yang perlu kita hindari, karena setengah penduduk dunia hidup dalam jarak 50 mil dari garis pantai. Pantai… ada jutaan orang yang saat ini mengalami banjir setiap tahunnya karena peningkatan air laut. Penduduk di populasi paling padat di dataran rendah Asia dan Afrika akan paling terpengaruh, terutama mereka yang ada di pulau-pulau kecil. – Laporan Panel Antarpemerintah untuk Perubahan Iklim PBB
Para pakar dari PBB memprediksi bahwa dalam beberapa tahun akan ada sepuluh juta pengungsi iklim. Hal ini pada akhirnya akan mempengaruhi banyak negara lainnya. Dr. James
Hansen: Hal itu cukup jelas bahwa itu akan membawa kita pada dampak yang
berbahaya – dampak berbahaya pada peningkatan permukaan air laut, spesies
tanaman dan hewan, serta meningkatnya badai dan kekeringan – jadi kita tahu
bahwa kita tidak ingin mengalami pemanasan sampai 5 atau 10 derajat. Tetapi
betapa merusaknya 1 atau 2 atau 3 derajat? Kita juga tidak mengetahui hal
tersebut. Pär
Holmgren, Ahli meteorologi Televisi Swedia: Karena mereka ( badai tropis
) mendapatkan energi dari laut , kita dapat melihat bahwa musim-musim
terjadinya angin topan menjadi lebih panjang, dan juga beberapa dari mereka
menjadi lebih kuat. María Julia
Muñoz, Mentri Kesehatan Masyarakat Uruguay: Kita menghadapi banjir di
beberapa tempat di beberapa negara dimana mereka tidak pernah mengalaminya
sebelumnya. Hal tersebut juga berakibat pada masalah besar, yaitu masalah
kesehatan.
Pada tahun 2007, dua puluh dua negara di Afrika
mengalami musim hujan yang parah dan akibatnya banyak banjir yang dialami
dalam beberapa dekade. Banjir tersebut mempengaruhi 1,5 juta orang dan
menyapu bersih seluruh ladang mereka. Untuk sementara ini, hal itu tidak terlalu terasa, ya? Dan kemudian Anda mungkin akan mengalami sakit kepala dan Anda tidak tahu kenapa tiba-tiba jantung Anda terasa sakit dan terbakar. Anda tidak tahu kenapa hari ini hati Anda tidak baik, dan kemudian Anda meminum obat dan Anda lupa akan hal tersebut, Anda tahu apa yang saya maksud? Tetapi nanti itu akan menjadi sangat sangat terasa jika kita tidak melakukan sesuatu. María Julia Muñoz, Menteri Kesehatan Masyarakat Uruguay: Dan kita sedang berpikir bahwa jikalau kita tidak mengambil ukuran kolektif, tidak hanya pada negara kami, tetapi seluruh dunia, maka fenomena ini dapat menjadi lebih besar dan dapat lebih menyebabkan kerusakan. Dr. Ted Scambos: Ada permasalahan pada diskusi mengenai gas-gas rumah kaca, terutama pada masyarakat umum, karena semua ramalan cenderung mengarah pada tahun 2100. Seolah-olah angka tersebut adalah angka mistis yang mengakibatkan seluruh kejadian menjadi terhenti. Hal tersebut bukanlah masalahnya. Tidak ada batas bagaimana dunia memanas, kecuali kita menetapkan sebuah batas. Itu adalah hal pokok yang orang-orang mengerti: akhirnya semua tergantung dari kita untuk menghentikannya. Hal itu tidak akan terhenti sampai kita melakukannya. Penduduk
Swiss: Saya tinggal di Swiss, seluruh gletser di sini mencair, iklim
berubah, dan sangat kering di musim panas. Dan sangat mengerikan.
Benar-benar tinggal satu menit sebelum tengah malam, jadi kita harus
melakukan sesuatu. Maha Guru Ching Hai: Kalian hanya memiliki waktu 2 tahun untuk berubah. Dua tahun. Karena empat tahun adalah ketika hal tersebut terjadi tetapi dua tahun, dalam dua tahun kita harus melakukan sesuatu, kalau tidak, hal tersebut akan terjadi, kalian mengerti? Singkat, singkat, sangat singkat, ya? Ketika kalian berkata dua tahun, mungkin terdengar lama. Tidak! Hanya tujuh ratus hari. Seratus empat minggu. Itu adalah angka yang mengerikan. Kalian mengerti? Ya? Okay. Kita harus melakukannya, okay? Kita harus ikut bertindak. Kita lakukan apa yang dapat kita lakukan, okay? Dan okay, kalau kita meninggal, ya meninggal, tetapi kita harus melakukan sesuatu. Maha Guru
Ching Hai: Saya senang pemerintah-pemerintah sedang melakukan sesuatu
dan seluruh selebritis, seluruh orang dan organisasi terkenal, sama seperti
kita sekarang, peduli dan mencoba untuk mendesak dengan seluruh tindakan
vital dalam penyelamatan planet ini, untuk menghentikan pemanasan global.
Saya sangat gembira mengenai hal tersebut, tetapi mungkin kita seharusnya
bergerak lebih cepat dan bertindak lebih banyak lagi. Hutan hujan tropis yang subur di dunia merupakan sebuah rumah bagi 50% spesies hewan dan tanaman di planet ini. Hutan hutan tropis yang telah dewasa tidak hanya dapat menyimpan karbon, mereka juga dapat mengatur pola suhu dan iklim. Lebih dari 20% oksigen di dunia diproduksi oleh hutan Amazon sendiri. Setiap tahun, 2 juta hektar hutan hujan tropis (5 juta acre) ditebang di daerah ini untuk membuat padang rumput untuk ternak. Tingkat-tingkat penggundulan sama tingginya di belahan dunia lainnya. Karena menggunakan metode pembakaran vegetasi, maka tanah kehilangan nutrisinya selama bertahun-tahun. Akibatnya adalah erosi, banjir, dan pemulihan hutan yang memerlukan waktu sangat sangat panjang. TIDAK EFISIEN atau PEMBOROSAN “Jika kita kehilangan hutan-hutan, kita kalah dalam perang melawan perubahan iklim.” – Deklarasi yang ditandatangani oleh 300 pakar iklim pada Konferensi Perubahan Iklim PBB tahun 2007 di Bali. Sektor
peternakan merupakan bagian yang paling banyak menggunakan tanah. 26%
permukaan subur Bumi digunakan untuk beternak. Emisi yang dikeluarkan kurang
lebih 2,4 miliar ton karbon dioksida per tahun. Lebih lagi, sepertiga dari
panen di tanah yang baik di seluruh dunia digunakan untuk memberi makan
hewan ternak, bukannya untuk memberi makan manusia. Menurut Institut
Worldwatch, dalam 50 tahun terakhir permintaan akan daging di dunia telah
meningkat tiga kali lipat. Dr. Richard Schwartz, Presiden Vegetarian Yahudi di Amerika Utara: Kita terlalu banyak memberi makan hewan, tidak hanya 6,7 miliar orang yang kita beri makan, tetapi juga lebih dari 50 miliar hewan ternak. Jadi ini berarti bahwa 70% dari biji-bijian yang dihasilkan di AS digunakan untuk memberi makan hewan yang akan berakhir di rumah jagal. Lebih dari 40% dari biji-bijian yang diproduksi di seluruh dunia digunakan untuk memberi makan hewan ternak. Ini adalah sebuah cara pemberian makan yang sangat boros, dimana sepuluh ribu sapi dikurung selama beberapa bulan terakhir dalam masa hidup mereka. Mereka berada di sana hanya untuk dibuat bertambah beratnya dengan mengonsumsi biji-bijian. Pemberian makan secara berlebihan hanyalah satu bagian dari pemborosan industri peternakan. Sistem pangan dirancang sedemikian rupa untuk mencukupi permintaan akan daging, operasi ini ditemukan di negara berkembang dan negara maju. Mereka mengejar keuntungan, tetapi juga menjadi sumber masalah serius bagi masyarakat lainnya dalam hal kesehatan masyarakat, kesejahteraan hewan, dan lingkungan. Gary L. Francione, Profesor Hukum Universitas Rutgers Jurusan Hukum, AS, penulis & vegan: Produk-produk hewani merupakan sebuah bencana lingkungan. Diperlukan antara 6 sampai dengan 12 pon protein nabati untuk menghasilkan satu pon daging. Diperlukan sekitar 1.000 kali lebih banyak air untuk menghasilkan sekerat daging daripada menghasilkan kentang atau gandum. Diperlukan dua hektar tanah untuk memberi makan satu orang omnivora. Diperlukan 1/2 hektar untuk memberi makan 20 orang vegan. Jadi pada dasarnya diperlukan 80 kali lebih banyak tanah untuk mendukung gaya hidup seorang omnivora daripada gaya hidup seoarang vegan. Bila kita memberi makan hewan-hewan di Amerika Serikat dengan cukup biji-bijian, gandum, kacang kedelai, dan lain-lain setiap hari, hal tersebut sama saja dengan memberikan 2 lembar roti kepada seluruh penduduk dunia. Professor Al Gini dari Bagian Etika Bisnis, Universitas Loyola, Chicago, AS: Ketika Anda melihat dalam jangka panjang, lebih banyak bahan diperlukan untuk memproduksi makanan tersebut padahal kita dapat memperoleh protein dari sumber yang lain. AIR Untuk menghadapi pemanasan global, krisis akan air mulai terjadi di beberapa bagian dunia. Rumah tangga sedang ditekan dalam upaya untuk penghematan sumber daya yang berharga ini sebanyak mungkin. Menurut Institut Air Internasional Stockholm, 70% dari air digunakan untuk memproduksi makanan, 20% digunakan untuk industri, dan hanya 10% untuk rumah tangga. Sekarang bayangkan: Diperlukan 23 galon air untuk memproduksi satu pon selada; 25 galon air untuk memproduksi satu pon gandum; 49 galon untuk memproduksi satu pon apel; 815 galon untuk memproduksi satu pon daging ayam; 1630 galon untuk memproduksi satu pon daging babi; dan 5214 galon air untuk memproduksi hanya satu pon daging sapi. Para ilmuwan telah menghitung bahwa kita akan benar-benar menghemat lebih banyak air dengan tidak mengkonsumsi satu pon daging sapi, atau empat hamburger, hal ini setara dengan tidak mandi paling sedikit selama enam bulan. ENERGI Untuk
memproduksi 1 pon daging sapi, dibutuhkan 2.500 galon air, 12 pon
biji-bijian, 35 pon humus, dan energi yang setara dengan 1 galon bensin.
Jika semua biaya ini dibebankan langsung kepada daging tanpa adanya subsidi,
maka harga sebuah hamburger di AS paling murah akan seharga US$35. Lionel Friedberg, Produser Film Dokumenter /Penulis Naskah / Sinematografer, Produser pemenang-piala Emmy & vegan: Di bulan November 2006, Perserikatan Bangsa Bangsa mengeluarkan salah satu dokumen yang paling menakutkan yang pernah saya lihat, dan itu adalah Organisasi Pangan dan Pertanian yang berlokasi di Roma, yang merupakan bagian dari Perserikatan Bangsa-Bangsa. Dan mereka mengeluarkan dokumen yang berjudul “Bayangan Panjang Peternakan”. Tentang apakah itu? Itu tentang peranan yang dimainkan oleh peternakan terhadap pemanasan global. Laporan Organisasi Pangan dan Pertanian PBB tahun 2006 menemukan bahwa peternakan menyumbang emisi gas rumah kaca yang lebih banyak daripada yang dihasilkan oleh seluruh sektor transportasi, Lionel Friedberg: Bukannya apa yang Anda tempatkan pada tangki bensin Anda, melainkan apa yang Anda tempatkan di atas piring Anda yang benar-benar berarti. Dan itulah cara kita mengerem dan mengendalikan pemanasan global. Andrew Revkin, Wartawan New York Times: Daging yang termurah akan berasal dari peternakan berskala industri yang memiliki kesangsian lain. Mengenai jumlah air, jumlah polusi yang dihasilkan oleh peternakan berskala besar, jadi makan dari rantai makanan bagian bawah merupakan sesuatu yang penting seperti yang dikatakan oleh kebanyakan ilmuwan. Dr. Kirk Smith: Ada sejumlah alasan untuk dipikirkan mengapa kita harus menghentikan konsumsi daging. Salah satunya adalah gas-gas rumah kaca; peternakan setidaknya telah menghasilkan 20% dari emisi gas rumah kaca. Maafkan saya, sistem daging. Hal itu termasuk hewan-hewan, termasuk penanaman untuk makanan hewan, termasuk transportasi dari daging, termasuk pupuk untuk menumbuhkan makanan itu, pemberian makanan untuk produksi daging tersebut. Andrew Revkin, Wartawan New York Times: Jika Anda sadar bahwa pilihan makanan juga merupakan pilihan energi, lahan, air, lalu Anda akan mulai mengubah perilaku. Marley Tsongas, Pemberi Presentasi atas Proyek Iklim, dilatih oleh aktivis lingkungan terkenal di dunia Al Gore: Pada umumnya, mereka yang merupakan vegetarian atau memiliki tingkat konsumsi daging yang lebih rendah memiliki jejak karbon yang lebih kecil, itu hanya karena mereka memakan bagian yang lebih rendah dalam rantai makanan. Lebih sedikit makanan yang harus diproduksi bagi mereka untuk mendapatkan semua energi dan makanan yang mereka butuhkan. Dr. Shaw C. Liu, Anggota Panel Antarpemerintah tentang Perubahan Iklim Perserikatan Bangsa Bangsa, Direktur dari Pusat Penelitian bagi Perubahan Iklim, Formosa (Taiwan): Kenyataannya, memakan lebih sedikit daging berarti kita bisa membebaskan banyak lahan yang baik untuk produksi biji-bijian dan mengembalikannya menjadi hutan. Itu akan benar-benar memangkas emisi CO2. Industri daging juga menjadi penghasil utama dari gas metana dan dinitrogen oksida. Kedua gas rumah kaca ini memiliki kuantitas yang lebih rendah namun secara berurut 72 dan 300 kali lebih berbahaya daripada CO2. Dr. Kirk Smith, Dosen kesehatan lingkungan global, Universitas Kalifornia di Berkeley & vegan: Sumber terbesar satu-satunya dari emisi metana yang disebabkan manusia, adalah peternakan. Gas metana dilepaskan dari hewan yang memamah biak seperti sapi dan domba yang jumlahnya dapat mencapai 86 juta ton. 18 juta ton lainnya berasal dari kotoran hewan. Peternakan berkontribusi terhadap 37% dari total emisi gas metana. http://geosci.uchicago.edu/~gidon/papers/nutri/nutriEI.pdf Dr. Richard Schwartz, Ketua Vegetarian Yahudi Amerika Utara: Jadi semua tindakan yang dibicarakan orang-orang, semuanya amat penting: kita harus menggunakan lebih banyak mobil yang efisien bahan bakar minyak, lebih banyak bola lampu yang efisien, lebih sedikit bepergian dengan mobil, lebih banyak menggunakan angkutan umum. Semua itu adalah hal-hal baik yang perlu dilakukan; tetapi semua itu akan sia-sia atau tiada artinya jika kita tidak beralih ke pola makan nabati. Maneka Gandhi, Anggota Parlemen India, mantan Menteri Lingkungan India & vegetarian: Kecuali jika kita mengubah pilihan makanan kita, tidak ada hal lain yang berarti, karena daginglah yang merusak kebanyakan dari hutan-hutan kita, daginglah yang memberi polusi pada air, daginglah yang menciptakan penyakit, yang membuat semua uang kita dialihkan ke rumah sakit. Jadi itu adalah pilihan pertama bagi siapapun yang ingin menyelamatkan Bumi. TIDAK MANUSIAWI Selama lebih dari dua dasawarsa, Maha Guru Ching Hai telah memperingatkan tentang kebiasaan mengonsumsi daging manusia dan pengurasan besar-besaran yang diakibatkan oleh kebiasaan itu terhadap lingkungan dan pada akhirnya terhadap diri kita sendiri. Bumi kita akan hancur karena kita memakan terlalu banyak daging. Secara garis besar kita dapat mengatakannya dengan cara itu. Jadi jika kita ingin menyelamatkan Bumi, jika kita ingin mengotbahkan slogan kepedulian lingkungan, kita harus bervegetarian.
Tidak ada hal lain yang perlu dilakukan, ok?
Dan itu hanyalah suatu hal kecil yang dilakukan jika dibandingkan dengan
semua vaksinasi, semua air bersih yang dipergunakan untuk daging dan hal-hal
semacam itu. Anda telah membacanya di surat kabar dan majalah serta televisi
setiap hari. Saya hanya mengingatkan bagian kecil dari hal itu. Tetapi
pengaruh merugikan dari pola makan daging jauh lebih besar daripada
kehidupan. Bpk. Wael Hmaidan, Ketua Kampanye Iklim Arab, Direktur Eksekutif Liga Aktivis Bebas, Libanon: Solusi terhadap perubahan iklim telah diketahui secara global. Kita perlu menghentikan ketergantungan kita terhadap bahan bakar fosil. Kita bisa memproduksi energi yang cukup untuk memberi tenaga terhadap seluruh planet dengan memakai persentase kecil dari energi yang diberikan matahari kepada kita. Tentu saja, penting juga untuk menyoroti jenis makanan yang kita makan. Andrew Bartlett, Senator Queensland, Australia: Veganisme telah dikenal sebagai sesuatu yang dilakukan orang dan itu adalah suatu gaya hidup yang baik dan sehat. Jika Anda menempatkannya di dalam konteks perubahan iklim, maka ada banyak dampak tentang hal itu. Jika kita tidak memangkas emisi rumah kaca secara besar-besaran dalam waktu yang amat singkat, maka kita akan merusak secara permanen, merusak lingkungan kita secara serius. Dr. Jonathan Patz, Ketua Penulis Laporan Panel Antarpemerintah tentang Perubahan Iklim, Dosen Lingkungan dan Kesehatan: Saya akan mendukung penghapusan pola makan daging, karena itu benar-benar tidak berkelanjutan, dan bukan hanya itu, kita tahu dari pola makan Barat bahwa terlalu banyak daging tidaklah baik bagi kita dan masalah penyakit jantung serta kanker. Tingkat konsumsi daging sekarang ini adalah faktor langsung terhadap sederetan kondisi kesehatan zaman modern. Sementara itu, produksi daging senantiasa menghabiskan sejumlah besar energi, lahan, air, dan makanan, lebih dari 1 miliar populasi dunia menderita kekurangan gizi. Menurut suatu laporan baru yang dikeluarkan oleh Dana Anak-anak PBB (UNICEF), anak-anak termiskin di dunia berkontribusi paling sedikit terhadap pemanasan global, tetapi mereka menderita yang paling banyak. Laporan itu menyatakan bahwa pemanasan global bisa menyebabkan tambahan 40.000 hingga 160.000 anak-anak yang akan kehilangan hidup mereka setiap tahunnya di Asia Selatan dan sub-Sahara Afrika melalui meningkatnya kemiskinan dan kelaparan. Komisaris Tinggi PBB untuk Para Pengungsi (UNHCR) juga telah memperingatkan bahwa 1 miliar orang dapat kehilangan rumah mereka sebagai akibat dari perubahan iklim dalam dasawarsa mendatang. Maha Guru Ching Hai: Dari aspek ilmiah kita harus menjadi vegetarian. Dan dari aspek kesehatan kita, sekali lagi harus menjadi vegetarian. Dan dari semua alasan ekonomis kita harus menjadi vegetarian. Dari aspek welas asih kita harus menjadi vegetarian. Dan dari semangat untuk menyelamatkan dunia, kita harus menjadi vegetarian. Dinyatakan dalam beberapa penelitian bahwa jika orang-orang di Barat makan makanan vegetarian sekali seminggu, kita dapat menyelamatkan 60 juta orang setiap tahun. Maka, jadilah pahlawan, jadilah vegetarian. Dari semua aspek. Bonnie Swift, Wakil Pimpinan dari perusahan konsultasi teknik lingkungan di Kanada & vegetarian: Saya telah menjadi seorang vegetarian selama lebih dari 10 tahun sekarang, itu karena saya berada di lapangan dan melihat beberapa dampak yang disebabkan oleh industri peternakan. Saya telah melihat danau, sungai, dan tanah yang dirusak oleh praktik peternakan yang intensif. Rynn Berry: Jika kita semua bisa menjadi vegetarian, kita bisa mengurangi jumlah emisi karbon di atmosfer dan kita bisa melindungi Bumi dari polusi, dari buangan tempat penjagalan, dan juga melenyapkan kekejaman yang benar-benar merupakan persoalan yang paling penting. Dr. Eric Llewellyn, dokter medis di Inggris, Konsultan pada Pusat Bantuan Kanker di Bristol: Dalam kaitannya dengan kesehatan manusia, kita memiliki bukti yang nyata tentang kanker. British Medical Journal menyatakan bahwa jika Anda menjadi vegetarian, kesempatan Anda untuk hidup lebih lama 5 tahun meningkat 40% dan menurut pandangan saya, mungkin bahkan lebih daripada itu, tetapi saya yakin, pola makan vegetarian sudah pasti lebih harmonis bagi manusia. BERKELANJUTAN SUMBER DAYA EFISIEN MANUSIAWI PENGASIH “Apa yang engkau tabur, itulah yang engkau tuai.”- Alkitab Kristen Baik ilmu pengetahuan maupun spiritual melukiskan satu hukum dasar: setiap tindakan menyebabkan suatu reaksi. Selama ini, manusia secara kolektif telah menciptakan penderitaan yang luar biasa terhadap hewan-hewan sesama penghuni Bumi kita. Suatu kehidupan yang dibunuh secara tidak wajar akan meminta ganjaran. Pengrusakan karena pemanasan global dalam skala global merupakan ganjaran atas tindakan manusia yang merugikan dalam skala besar. Di sinilah akar penyebab pemanasan global. Konferensi SOS Maha Guru Ching Hai: Jadi kita hanya perlu berhenti membunuh. Kita hanya perlu berhenti membunuh hewan-hewan dan manusia. Kita harus menghentikannya. Lalu segala sesuatu akan segera menjadi jernih. Kita akan menemukan cara-cara teknis yang lebih baik untuk menanggulangi masalah iklim, matahari bahkan mungkin berhenti meledak. Ledakan lautan mungkin saja berhenti. Angin topan mungkin saja lenyap. Angin putting beliung akan mereda. Gempa bumi akan lenyap begitu saja. Segala sesuatu yang lainnya akan beralih kepada cara hidup yang penuh damai. Karena kita menciptakan kedamaian lalu kita akan mendapatkan kedamaian. Kedamaian tidak hanya terjadi di antara manusia tetapi juga di antara sesama penghuni Bumi. Karena itulah saya senantiasa menekankan pola makan vegetarian. Ini merupakan kode moral seorang manusia. Ini merupakan norma dari menjadi manusia agung. Anda lihat, pola makan daging bukan hanya menyebabkan emisi gas beracun terbesar ke dalam atmosfer planet ini melainkan juga menyebabkan banyak kerugian lainnya. Tambahkan semua itu bersama-sama, maka kita akan melihat jawabannya dengan jelas. Ada banyak hal yang memperbanyak energi negatif ke dalam atmosfer planet kita dan Anda mengetahui apa yang sedang saya bicarakan. Ketika Anda melangkah ke dalam ruangan dan ada orang yang saling membenci atau membenci Anda, maka Anda akan merasakan energi yang tajam seperti pisau. Ketika Anda masuk ke dalam pesta yang bahagia dan menyenangkan, maka Anda akan merasakan energi yang penuh semangat dan bahagia. Itulah yang menyebabkan kebahagiaan atau kesedihan dalam hidup kita, energi-energi itu; energi negatif atau energi positif. Gary Fancione: Menurut saya, kita perlu memahami bahwa kekerasan hanya menghasilkan kekerasan. Kekerasan tidak pernah menjadi solusi terhadap suatu masalah, tidak pernah. Hal itu tidak pernah berhasil; hanya menciptakan lebih banyak masalah. Dan sebagai bagian dari itu, dalam banyak cara, saya tidak benar-benar melihat masalah hewan sebagai suatu masalah yang terpisah. Saya melihat hal itu sebagai seluruh bagian dari kekerasan yang telah menjadi cara hidup kita yang salah. Surendra Shrestha: Masa depan ada di generasi muda. Kita perlu mengajari mereka cara untuk hidup dalam keharmonisan di dalam batin, pikiran, jiwa, lalu bagaimana untuk hidup dalam keharmonisan, dengan alam dimana kita hanyalah salah satu di antara banyak spesies; kita tidak punya hak untuk membunuh yang lain. Jadi begitu kita hidup untuk belajar atau hidup harmonis dengan diri kita, kita hidup harmonis dengan yang lain dalam masyarakat dan alam, lalu kita akan meraih perkembangan yang berkelanjutan dimana kita memiliki keseluruhan planet untuk hidup bersama di dalamnya. Lionel Friedberg: Jadi apa yang bisa Anda lakukan untuk membuat perbedaan? Sangat sederhana, Anda bisa membuat sebuah perbedaan! Dengan mengubah pola makan Anda, dengan bersikap damai-penuh kasih, dan dengan menjalani gaya hidup yang penuh damai, penuh kasih. Semua ini mengenai apa yang Anda letakkan dalam piring untuk sarapan, untuk makan siang, dan untuk makan malam. Di situlah tempat dimana Anda membuat sebuah perbedaan. Andrew Revkin, Jurnalis New York Times: Ini merupakan pertanyaan tentang nilai: Berapa besar kita menghargai masa depan? Berapa banyak kita berkeinginan untuk mengubah tingkah laku kita sekarang untuk membatasi risiko di masa mendatang bagi anak cucu kita, meskipun mereka belum lahir. Senator Andrew Bartlett, Queensland, Australia: Ini adalah hal yang sangat mudah dimana orang-orang bisa melakukannya secara pribadi. Mereka tidak perlu berpangku-tangan dan menunggu hingga sistem transportasi masyarakat diperbaiki; mereka bisa melakukannya sekarang. Ketika orang-orang mengurangi dan memangkas daging secara berarti, mencari pilihan vegan atau pilihan vegetarian, maka semakin banyak permintaan dari masyarakat, lalu semakin banyak pilihan yang disediakan, dan hal itu nanti akan menjadi jauh lebih mudah untuk dilakukan. Debora Hart,
Pengorganisir Rapat Para Orang Tua untuk menyelamatkan iklim, Australia: Hingga hari ini, hampir 7,5 juta penduduk Amerika mengaku sebagai vegetarian, dan kecenderungan ini akan ditemukan di banyak negara lainnya. Gadis berumur 13 tahun dari San
Fransisco-AS: Kapan saja saya mempunyai pilihan, saya akan selalu makan
vegetarian. Menurut saya ini sehat untuk Anda dan juga baik untuk lingkungan
dan cocok untuk dunia saat ini. Terima kasih atas kepedulian grup media, pembuat film, dan pimpinan pemerintah; saat ini masyarakat telah mendapat informasi lebih jelas dari sebelumnya tentang hubungan yang kuat antara pemanasan global dengan pola makan mereka. CTS, Stasiun
Televisi Formosa (Taiwan): Perhimpunan Kampanye dalam Mengatasi
Pemanasan Global dengan Bervegetarian mendesak setiap orang agar
menghentikan pemanasan dan menyelamatkan Bumi dengan pola makan nabati.
Makan daging sudah ketinggalan zaman di tengah semangat menyelamatkan Bumi. Marianne Thieme, Anggota Parlemen Belanda, Pimpinan wanita dari Partai Hewan dan vegan: Ini merupakan suatu permulaan dari sikap kasih di seluruh dunia. Pawai Kebanggaan Veggie di New York yang Pertama Tahun 2008, Gadis kecil: Mari selamatkan planet ini bersama. Konferensi SOS Maha Guru Ching Hai: Anda lihat dari semua pertimbangan, dari semua bukti nyata yang diberikan kepada kita oleh penelitian PBB dan bukti ilmiah dari para ilmuwan, kita belum bicara tentang kewajiban moral. Menurut saya, nomor 1: Kita harus hentikan semua pembunuhan, seperti yang telah disebutkan sebelumnya. Kita harus menghentikan semua pembunuhan, menghentikan semua kejahatan terhadap manusia dan hewan. Nomor 2: Hentikan semua pemakaian produk hewani. Nomor 3: Menganjurkan gaya hidup yang lebih mulia, mulai dari puncak, berarti mulai dari pimpinan mereka sendiri. Saya tahu bahwa saya sedang meminta kepada bulan, tapi karena Anda bertanya kepada saya maka saya memberitahu Anda bahwa hanya solusi itu yang harus kita ikuti. Nomor 4: Mengalihkan orang-orang agar berpikiran lebih religius, itu berarti mereka harus lebih banyak mengingat Tuhan. Pemerintah perlu terlibat, jangan katakan politik terpisah dari agama. Mereka harusnya mendorong orang-orang untuk lebih banyak ke gereja, atau lebih banyak berdoa bersama di rumah, untuk membaca Alkitab. Untuk benar-benar melakukan apa yang dikatakan Yesus kepada mereka. Untuk belatih sungguh-sungguh apa yang dikatakan Buddha kepada kita. Untuk berlatih sungguh-sungguh seperti yang dikatakan oleh Guru Nanak kepada kita, apa yang Nabi Muhammad ingin agar kita lakukan. Kita harus benar-benar belajar kitab suci agama kita dan berlatih apa yang mereka ajarkan di dalamnya, tidak hanya membaca. Dan nomor 5: Kita harus bertobat dan berdoa untuk rahmat Surga. Kita harus meminta pengampunan dari Surga dan semua makhluk atas semua kejahatan yang telah kita lakukan kepada mereka. Dan kekuatan bersama, kekuatan cinta dan positif dari seluruh dunia akan mengusir kegelapan yang datang kepada kita, yang sedang kita hadapi saat ini. Meskipun semua perkembangan ilmiah juga berarti dalam dunia fisik, kita mungkin dapat memperbaiki teknik pertanian atau adaptasi terhadap perubahan iklim, tetapi itu tidak akan berlangsung lama jika nilai spiritual kita tidak meningkat dari nilai seorang manusia ke standar Surgawi. Kita harus mengubah kehidupan kita. Kita
harus. Saya bukannya menyuruh setiap orang untuk mengikuti saya, tidak,
tidak, tidak perlu. Hanya pelajarilah kitab suci Anda dan bertidaklah sesuai
dengan itu. Semua kitab suci memberitahu kita, semua kitab agama di dunia
memberitahu kita untuk mencintai satu sama lain, kita harus berbelas kasih
terhadap semua makhluk, termasuk hewan.
|
||||