| |
||||
| Menadah Air Hujan Apakah Anda tahu bahwa setengah atau satu persen air di Bumi yang dapat digunakan oleh manusia? Sebagian air ada di lautan atau air yang membeku. Hari ini, karena semakin banyak bagian di dunia yang mengalami kekurangan air akibat perubahan iklim, jadi sangat penting bagi umat manusia untuk menghemat air. PEMBAWA ACARA:
Bpk. Lancaster mengkhususkan diri dalam permakultural, atau menciptakan lingkungan yang berkelanjutan yang meniru struktur dan keterkaitan ekologi yang ada di alam. Dia telah menerbitkan dua buku terlaris, pemenang penghargaan buku tentang hujan yang berjudul “Menadah Air Hujan Bagi Tanah Kering dan Tandus (Rineater Harvaesting for Drylands and Beyond), Jilid1 dan 2”. Panduan ini menunjukkan bagaimana memaksimalkan pengumpulan air di rumah, alam, dan lingkungan. Sekarang mari kita dengar dari Bpk. Lancastwer tentang bagaimana kita semua dapat melakukan bagian kita untuk menjaga air segar yang melimpah di mana pun kita hidup. Supreme Master TV
(P): Brad Lancaster (L):
Brad Lancaster (L):
Dan itu baik jika Anda ingin minum air, mencuci, atau mengairi kebun. Tapi saya rasa cara termurah dan termudah untuk memanen air hujan adalah menciptakan pekerjaan panen air atau mangkok seperti bentuk landskap yang menadah hujan dan meresapkannya ke dalam tanah. Beri jerami di atas permukaan agar air cepat menyerap. Lalu Anda menanam tanaman yang menjadi pompa dan akses air. Jadi Anda menggunakan air untuk pendinginan, penghalang angin, pengendalian erosi, keindahan, dan seterusnya. Salah satu keuntungan besar dari sistem itu adalah biayanya yang kecil, hanya sebuah sekop. PEMBAWA ACARA: Bpk. Lancaster tertarik dengan panen hujan ketika ia melihat menipisnya sumber daya air di lingkungannya sendiri di Arizona. Brad Lancaster (L):
Jadi saya mulai mencari cara yang dapat membuat perbedaan positif, dan saat itulah muncul ide untuk memanen air. Saya mengunjungi sejumlah orang dan budaya yang melakukan hal ini dan melihat potensi, melihat bagaimana mereka membuat hal-hal di sekitar mereka menjadi lebih baik dan saya berpikir, “Saya ingin melakukan ini juga.” PEMBAWA
ACARA: Brad Lancaster (L): Saya mengunjungi Bpk. Zefanya Phiri Maseko, ia adalah seorang petani subsistensi di wilayah terkering Zimbabwe, Zvishavane. Mereka hanya mendapatkan sekitar 22 inci (56 cm) hujan pertahunnya. Tetapi mereka sudah berada di musim kemarau, jadi mereka beruntung menerima sepuluh inci hujan pertahun. (Oke.) Andm, ia menunjukkan kepada saya bagaimana ia telah mengubah gurun tanah pertanian yang terkikis menjadi oasis. Dan ia melakukan hal ini dengan "menanam hujan" di mana saja ia bisa, mulai dari bagian atas daerah aliran sungai hingga sepanjang jalan ke bawah, hanya dengan struktur sederhana seperti dinding batu rendah di lereng untuk memperlambat aliran air, untuk membuat resapan ketika air menyentuh tanah, untuk membuat kontur gundukan, hanya gundukan tanah di lereng dan perkebunan berkontur dan sebagainya. Jadi, ia menyerapkan air ke dalam tanah dan dengan demikian sepanjang tahun ia memasukkan lebih banyak air ke dalam tanah daripada mengeluarkannya dengan galian tangannya. Dan ia lebih banyak memasukkan air ke dalam daripada mengeluarkanya setiap tahun ke permukaan air tanah. PEMBAWA ACARA: Brad Lancaster(L):
(Baiklah) Dan mereka kembali memiliki
air selama setahun serta menyelesaikan masalah perkampungan mereka secara
keseluruhan. Mereka menggali waduk air supaya dapat menadah air lagi dan
meninggikan permukaan air pada sumur-sumur. Pompa hiduplah yang menghisap air melalui akarnya, kemudian menghasilkan buah-buahan, penahan angin, pencengah erosi, dan lain-lain. PEMBAWA ACARA: Brad Lancaster(L):
Pada sungai dan kali yang sehat, aliran air berliku-liku, tidak pernah lurus. Dengan berliku-liku maka aliran air melambat. Suatu sistem yang sempurna. Yang menarik adalah dengan melakukan ini, air akan tertinggal di tanah dengan kualitas terbaik daripada ia masuk ke dalam. Supreme Master TV (P):
Brad Lancaster (L):
Jadi air tidak melewati tanah Anda dan membuatnya menjadi air yang berwarna coklat lumpur, sebagai gantinya ia tetap tinggal di sana menjadi air yang bersih, baik di atas ataupun di bawah permukaan tanah. PEMBAWA ACARA: Brad Lancaster(L):
PEMBAWA ACARA: Aliran air dari jalanan bergerak bebas ke wadah untuk mengairi pohon, kemudian pohon akan tumbuh meneduhi jalan raya. Jadi hal ini akan menjadi sistem yang berkesinambungan dimana jalan raya merupakan sumber pengairan bagi pepohonan yang meneduhkan serta menyejukkan jalanan. Karena di seluruh dunia semakin kita meratakan jalan, semakin bertambah panas karena aspal jalanan menyerap panas sinar matahari langsung pada siang hari. Aspal tersebut menyimpan panas kemudian melepaskannya pada malam hari. PEMBAWA ACARA: Brad Lancaster(L):
Jadi kami menadah air dengan beberapa cara dan air tersebut disimpan di tangki, kami mengunakannya untuk mengairi kebun. PEMBAWA ACARA: Brad Lancaster(L):
Supreme Master TV (P):
Brad Lancaster(L):
Supreme Master TV (P):
Brad Lancaster(L):
Brad Lancaster(L):
Brad Lancaster(L):
Jadi kita kehilangan sistem yang berkesinambungan. Kita hanya memutar keran lalu air keluar. Tetapi dari mana asalnya? Kita kehilangan arah, padahal sebelumnya kita mengetahui sumbernya berasal dari mata air ini, atau kali ini, atau sumur ini. Kita lebih terhubung dengan sumber air tersebut. Sehingga kita lebih sering memakai strategi untuk melestarikan sumber air lokal tersebut, kadang kita mengetahuinya ketika melihat permukaan air sumur turun atau ketika air sungai menyusut. Sekarang kerangka sistem raksasa ini sudah mulai mengering, saya kira kita harus melihat ke belakang pada sistem kuno yang dapat menolong kita. Kita bisa menggunakan pengetahuan modern untuk mengembangkannya. PEMBAWA ACARA: Untuk informasi selanjutnya tentang Brad Lancaster dan bukunya “Menadah Air Hujan Bagi Tanah Kering dan Tandus (Rainwater Harvesting for Drylands and Beyond)”. Silakan mengunjungi harvestingrainwater.com
|
||||