Hidrologi di Arktik

Ilmuwan dunia bertemu untuk mempelajari sistem air di Arktik seperti kondisi es abadi, perubahan hujan, salju, dan es yang mencair. Singkatnya, sistem hidrologi Arktik sangat rentan terhadap perubahan iklim. Konferensi internasional diadakan minggu lalu oleh University Center di Svalbard di Norwegia, yang dihadiri oleh para pemimpin dunia untuk penelitian Arktik. Para partisipan dibawa ke dalam ekspedisi lapangan ke Kutub Utara untuk mensurvei kondisinya.

Dr. Stein Beldring, The Norwegian Water Resources and Energy Directorate:
Apa yang kami perkirakan adalah bahwa peningkatan dalam temperatur dan hujan akan memberi aliran sungai yang lebih besar sepanjang tahun ini.

Professor Erland Källen, Meteorologist, University of Stockholm, Sweden:
Pemanasan di Arktik kira-kira dua kali sama luasnya dengan pemanasan di bumi secara keseluruhan. Dan kita melihat bahwa Arktik sangat sensitif terhadap perubahan iklim global. Tapi kita juga harus tahu bahwa keanekaragaman alam di Arktik sangat luas. Jadi, kita bisa mempunyai periode dingin di Arktik, terlepas dari kenyataan bahwa seluruh bumi tengah mengalami pemanasan.

Professor Jon Ove Hagen, glaciologist, University of Oslo:
Apa yang kita lihat di sini di Svalbard adalah menyusutnya gletser selama hampir seratus tahun terakhir, mulai dari tahun 1920 dan sejak itu kami melihat penyusutannya. Tetapi selama 10 tahun terakhir, kami mengamati bahwa salju meleleh dengan lebih cepat, terutama karena musim panas yang lebih lama dan lebih panas.

Dr. Carl Bøggild, Ice and snow melt researcher, The University Centre in Svalbard, Norway:
Gletser di Greenland dan juga di Antartika dan tempat-tempat lain bergerak jauh lebih cepat daripada perkiraam kami sebelumnya. Dinamika semacam ini tidak diperhitungkan karena belum sepenuhnya dipahami, dan kita perlu memahaminya agar bisa dimasukkan ke dalam model, guna membuat model-model yang lebih handal di masa depan. Tapi seperti ini, kita mungkin akan mengalami kenaikan permukaan air lebih tinggi daripada yang dinyatakan oleh IPCC satu tahun lalu.

Sungai es di Swiss Mencair Sebagai Akibat dari Pemanasan Global

Sekitar 1.800 sungai es di Swiss mencair sebesar 3% per tahun. Yang terbesar berkurang belasan meter per tahun, sementara rata-rata pencairan per tahun untuk yang lainnya bertambah dua dan tiga kali lipat. Pusat Pengamatan Sungai Es Dunia yang didukung PBB mengatakan pencairan parah ini disebabkan oleh perubahan iklim. Ini benar-benar mendesak, kita harus melakukan sesuatu. Karena penguapan air adalah masalah serius di seluruh Eropa, warga Swiss akan segera cepat menghadapi kekurangan air dan bahkan kekeringan. Fenomena pencairan sungai es sedang terjadi  di negara-negara lainnya. Milyaran orang di seluruh dunia tergantung dari sungai-sungai es ini untuk air minum, pertanian, industri, dan pembangkit listrik.

http://news.nationalgeographic.com/news/2005/11/1110_051110_warming.html

Perairan Antartika Menurun Kadar Garamnya

Para ilmuwan Australia dari Unit Penelitian Margasatwa Antartika UTAS menggunakan data satelit dari tujuh anjing laut Weddell yang ditandai untuk memantau tingkah laku hewan tersebut dan mengumpulkan informasi tentang habitat laut mereka. Label yang tidak membuat anjing laut kesakitan, mempunyai kemampuan untuk memancarkan informasi mengenai temperatur dan kadar garam perairan di kedalaman yang berbeda. Para ilmuwan telah dapat menegaskan bahwa kadar garam lautan menurun secara keseluruhan, hal ini menandakan pencairan es yang lebih cepat di Antartika.
http://www.abc.net.au/7.30/content/2007/s2229214.htm 

 
 
Download Buku - Gratis
Download Gratis Buku Pemanasan Global  
Download Gratis Buku Perubahan Iklim  

www.SupremeMasterTV.com/ina