Kekurangan Air dan Polusi

Gletser di Himalaya dan Hindu Kush cepat menghilang

Para ilmuwan internasional berkumpul di Universitas California San Diego di AS minggu lalu yang menyimpulkan bahwa hampir semua dari 20.000 gletser di pengunungan Himalaya-Hindu Kush mencair. Air dari pencairan ini akan membuat danau-danau besar meluap, dimana penduduk yang berada di lembah di bawahnya akan berada dalam risiko banjir. Menurut Komisi Internasional tentang Salju dan Es di Kathmandu, Nepal, gletser Himalaya berkurang lebih cepat daripada tempat-tempat lainnnya di dunia, dan mungkin lenyap sebelum tahun 2035. Temperatur yang lebih tinggi, hujan yang berkurang, polutan dari karbon hitam akibat pembakaran bahan bakar minyak dan biomas, serta pola musim monsun yang tidak menentu dianggap sebagai penyumbang utama terhadap berkurangnya gletser-gletser tersebut.

Kami berterima kasih kepada semua ilmuwan yang melibatkan diri untuk meningkatkan kesadaran umum tentang kondisi yang kritis dari pegungungan Himalaya yang legendaris itu. Marilah kita dengan cepat mengindahkan panggilan yang genting ini dan dengan cepat melakukan peralihan kepada gaya hidup penyelamatan Bumi yang penuh kasih.

Dalam konferensi video di bulan November 2008 dengan staf Supreme Master Television di Kalifornia, AS, Maha Guru Ching Hai sekali lagi menyuarakan keprihatinan beliau terhadap umat manusia dan masa depan planet ini ketika beliau membicarakan tentang satu cara untuk menghentikan kehilangan gletser Himalaya yang mengenaskan.

Konferensi video dengan Maha Guru Ching  Hai bersama Staf Supreme Master Television 26 November 2008 – Kalifornia, AS

Maha Guru Ching Hai: Gletser berfungsi untuk memasok air kepada Sungai Gangga dan mencair perlahan-lahan agar dapat digunakan seiring dengan pemakaian manusia, gletser itu mencair secukupnya untuk mendistribusi kebutuhan sehari-hari seperti ini.

Tetapi jika semuanya mencair pada saat yang bersamaan, maka kota-kota di bawahnya akan tenggelam, orang-orang akan mati, dan banjir akan berada dimana-mana dan nantinya kita bahkan tidak memiliki air, tidak memiliki tempat penyimpan air lagi. Jadi keduanya, banjir atau kemarau, amat berbahaya bagi orang-orang, terutama orang-orang yang bergantung pada Sungai Gangga dan gletser tersebut untuk bertahan hidup. Saya amat khawatir, tetapi saya hanya bisa berdoa dan berharap agar orang-orang yang memiliki kekuasaan akan melakukan sesuatu.

Maha Guru Ching Hai: Satu-satunya solusi adalah pola makan vegetarian bagi setiap orang.

Ahli air mendesak tren pola makan nabati

Menurut Dr. Peter Gleick, Presiden Institut Pembelajaran Pengembangan Lingkungan dan Perlindungan Pasifik yang berbasis di Kalifornia, AS, kira – kira 70.000 liter air digunakan untuk membuat satu kilogram daging sapi. Dr. Gleick baru-baru ini menerbitkan artikel “Air Dunia pada tahun 2008-2009”. Sebagai perbandingan, kita hanya membutuhkan 1.000 liter air untuk membuat satu kilogram gandum. Dia berkata, “…Kita harus serius untuk berpikir ulang tentang pola makan kita.”

Apresiasi tulus kami, Dr. Gleick yang menyadarkan kami tentang pemborosan konsumsi air dalam industri daging. Mari kita memperbaiki harta planet luar biasa kita dan sumber dayanya dengan mengadopsi pola makan nabati mulai hari ini.

Pada waktu wawancara dengan Radio FM Pantai Timur Irlandia di bulan Agustus 2008, Maha Guru Ching Hai menjelaskan lebih jauh tentang gaya hidup vegetarian yang dapat membantu melestarikan Bumi kita.

Wawancara dengan Maha Guru Ching Hai
dengan Radio FM Pantai Timur, Irlandia – 31 Agustus 2008


Maha Guru Ching Hai: Saya dapat memberitahu Anda tentang manfaat dari pola makan vegetarian. Kita dapat melestarikan 70 % air bersih, menyelamatkan hingga 80% hutan hujan dari pembabatan untuk makanan ternak. Ini juga membebaskan hingga 3,5 juta hektar tanah setiap tahunnya. Membebaskan hingga 760 juta ton gandum setiap tahunnya, ini merupakan setengah dari persediaan gandum dunia. Dapatkah Anda membayangkan hal itu? Menghabiskan 2/3 bahan bakar fosil dari penggunaan untuk produksi daging, mengurangi polusi dari pemborosan hewan ternak, memelihara air bersih, menghemat 4,5 ton emisi per rumah tangga AS per tahun. Dan ini akan menghentikan 80% pemanasan global.

http://www.sfgate.com/cgi-bin/blogs/gleick/detail?entry_id=39645
http://www.wilsoncenter.org/ondemand/

Polusi air bersih karena nitrogen dan fosfor menelan kerugian US$4,3 miliar per tahunnya

Penelitian yang dilakukan oleh Universitas Kansas di AS menemukan bahwa polusi dari nitrogen dan fosfor ditanggung oleh negara dengan kerugian lebih dari US$4,3 miliar setahun.

Dari gambaran ini, para ilmuwan mengatakan bahwa itu berada di luar perkiraan, perhitungan itu berasal dari kontaminasi persediaan air bersih, tambahan dana untuk perawatan air, dan kehilangan pendapatan dari berkurangnya rekreasi. Organisasi Pangan dan Pertanian PBB melaporkan bahwa akar masalah dari polusi ini adalah nitrogen dan fosfor sintetis (pupuk buatan) yang digunakan pada tanaman.

Para Ilmuwan Universitas Kansas serta Organisasi Pangan dan Pertanian PBB, kami berterima kasih atas informasi kuantitatif ini. Semoga kita juga memikirkan efek kimia ini bagi kesehatan semua makhluk dan mengganti secepatnya dengan penyembuhan melalui makanan nabati.


Maha Guru Ching Hai: Pertanian organik selalu ideal untuk kesehatan dan ekologi, seperti yang telah dibuktikan oleh para ilmuwan dalam menjaga kebersihan air dan menyelamatkan lingkungan. Jadi, pendapat saya sangat sederhana, daripada menyubsidi para petani yang menghabiskan uang untuk daging atau penyakit karena kontaminasi daging, pemerintah dapat membantu para petani sehingga mereka memiliki dukungan keuangan lebih untuk beralih ke pertanian organik hingga produk organik menjadi lebih stabil di pasar lalu permintaan akan makanan organik semakin banyak.

Lalu para petani akan bahagia menanam sayuran lebih banyak lagi untuk pasokan kesehatan manusia dan planet. Ini membantu banyak, banyak segi. Tidak hanya kesehatan, tapi air, kesehatan planet ini, dan sekarang ini kita sedang kekurangan pangan.

Jadi jika para petani didorong untuk menanam lebih banyak lagi dan pemerintah menyokong serta menyubsidi, lalu, tentu saja, kita tidak akan menemui masalah di kemudian hari dan orang–orang akan memiliki pilihan makanan vegan, dan petani juga akan bahagia untuk memasoknya.

 Sungai Es Himalaya akan lenyap pada tahun 2035

Gletser Himalaya akan lenyap. Sungai es di Kawasan raksasa ini, yang membatasi India dan Tibet adalah yang terluas di atas Bumi selain kutub es. Menurut penelitian yang dilaksanakan baru-baru ini oleh para ilmuwan di Universitas Jawaharlal Nehru di New Delhi, India, pemanasan global menyebabkan lenyapnya gletser lebih cepat daripada tempat manapun di dunia.

Gletser Gangotri sendiri telah berkurang kira-kira 850 meter. Departemen Ilmu Pengetahuan dan Teknologi India mencatat bahwa esnya terus menciut hingga 17 meter setiap tahunnya. Dengan tujuh sungai besar Asia yang dialiri oleh gletser Himalaya, banjir parah dan juga langkanya air di Asia Selatan telah terjadi sebagai hasil dari pencairan gletser yang terus menerus.
 
Apresiasi kami, para ilmuwan dari Universitas Jawaharlal Nehru dan di seluruh dunia atas kepedulian Anda dalam memantau kekayaan alam ini. Kami berdoa agar setiap orang segera mengadopsi pola makan nabati yang menyejukkan planet untuk memulihkan keseimbangan lingkungan Bumi kita. 

Gletser Chili akan lenyap dalam 50 tahun, kata penelitian

Gletser Chili hilang karena perubahan iklim. Menurut Pimpinan perusahaan air minum Chili, Direktur Umum Aqua di Chili (DGA), Echaurren dan gletser di sekitarnya ditaksir akan hilang 12 meter per tahun. Pada penaksiran ini, Sungai Maipo yang mengalir dari Echaurren dan menyediakan 70% air pada ibu kota negara Santiago, kekeringan akan terjadi dalam lima puluh tahun ke depan. Bencana ini akan memaksa pergeseran populasi yang dramatis pada Chili pusat karena kelangkaan air.

Syukur kami, Direktur Umum Aqua di Chili yang membawa informasi penting ini kepada khalayak umum. Semoga setiap orang secepatnya beralih ke solusi pola makan nabati yang lebih efisien dan untuk efisiensi air demi mengerem kondisi pemanasan dan menyetabilkan Bumi kita. 

Bolivia Menyatakan Keadaan Darurat Kemarau

Bolivia menghadapi kemarau yang sangat hebat. Menurut Layanan Nasional Meteorologi dan Hidrologi Bolivia, 70% dataran tinggi, lembah-lembah, dan juga  wilayah Chacon di pedalaman menghadapai berkurangnya curah hujan. Sudah 7.000 keluarga menderita karena kekurangan air dan keadaan darurat nasional telah diumumkan untuk menghadapi kemarau panjang.

Menteri Urusan Air René Orellana telah memerintahkan pengeboran sumur baru senilai US$2 juta untuk membantu wilayah Tarija, Chuquisaca, dan Santa Cruz bersama dengan bantuan darurat untuk warga yang terkena bencana di daerah Chaco.

Menteri Orellana dan Bolivia, kami berterima kasih atas tindakan cepat Anda dalam meringankan krisis air nasional. Kami berdoa agar hujan segera datang sehingga kekeringan menjadi seminimal mungkin.

Laporan memberikan peringatan akan berbagai tantangan lingkungan hidup bagi negara-negara Arab

Studi lingkungan hidup dengan fokus bahaya yang akan dihadapi negara-negara Arab melaporkan “Lingkungan Hidup Arab: Tantangan di Masa Depan” yang dikompilasi oleh para ahli independen yang disiarkan pada Forum Arab untuk Pengembangan Lingkungan Hidup (AFED) di Bahrain.

Laporan ini mengemukakan masalah-masalah seperti polusi air dan udara, penggurunan dan kekurangan air bersih sebagai masalah yang paling mendesak di wilayah ini. Dengan kekeringan yang parah baru-baru ini di Yordania, Siria, Aljazair, Maroko, Siria, dan Tunisia, laporan ini menyimpulkan bahwa banyak negara-negara Arab yang akan terus menghadapi kekurangan suplai air. Perubahan iklim dikatakan sebagai penyebab utama masalah ini dan laporan ini menawarkan rekomendasi peraturan dan tindakan perbaikan.

Dengan hormat kami memuji semua pemimpin di Forum Arab bagi Perkembangan Lingkungan Hidup yang bersama-sama menghadapi masalah mendesak di saat ini. Semoga Allah memberkati semua negara seiring dengan usaha bersama untuk mengimplementasikan pola makan nabati yang efektif untuk mengembalikan keseimbangan alami.

Provinsi di Kanada berjuang menghadapi lenyapnya sumber-sumber air

Dengan berkurangnya sumber air karena efek pemanasan global pada gletser, Provinsi Alberta memikirkan kembali distribusi dan penggunaan air. Pertimbangan diberikan untuk lebih memperketat  izin penggunaan air agar disesuaikan dengan perubahan wilayah ini dan pada saat yang bersamaan mencoba untuk menyeimbangkan kebutuhan bagi ekonomi setempat.

Pemerintah Alberta, kami mengagumi penilaian Anda yang jujur dan upaya-upaya Anda untuk menanggapi situasi yang penuh tantangan ini. Doa kami agar manusia menghargai sumber-sumber alam yang tidak dapat digantikan demi memberi keseimbangan bagi kehidupan di Bumi.

Sindh menghadapi kekurangan air sebesar 35%

Wilayah Pakistan menghadapi kekurangan air. Menteri Pertanian Syed Ali Nawaz Shah melaporkan bahwa tahun ini Provinsi Sindh di Pakistan kekurangan 35 % airnya sehingga panen dapat gagal bila hujan tidak segera tiba. Bapak Shah menjelaskan bahwa musim hujan pun tidak banyak mendatangkan hujan tahun ini.

Tingkat keseriusan masalah ini perlu dikonsultasikan dengan pemerintah pusat untuk memecahkan masalah ini juga pertemuan antara menteri irigasi dan para petani untuk mendiskusikan distribusi air. Doa kami bagi warga Sindh yang baik hati agar hujan segera turun sehingga Anda dapat mensuplai bahan pangan di negara Anda. Semoga kita semua mengambil langkah untuk mengembalikan keadaan planet Bumi melalui gaya hidup kita yang menghormati semua bentuk kehidupan.

Pemanasan global meningkatkan kekurangan air

Pada sebuah kota terpencil di perbatasan Botswana dan Zimbabwe, ketegangan muncul karena penduduk dari kedua negara berusaha untuk memenuhi kebutuhan air mereka dari sungai setempat yang berkurang debit airnya. Satu alasan tambahan dari kekacauan ini adalah penggunaan air untuk memberi minum ternak sehingga manusia harus berebut dengan sapi dalam menggunakan sumber air yang makin berkurang.

Kami berdoa agar berkat hujan segera turun untuk mengembalikan suplai air yang cukup bagi warga Botswana dan Zimbabwe. Semoga kebaikan hati dan semangat saling memperhatikan dapat membantu mengatasi situasi ini dan mengembalikan keseimbangan bagi kehidupan di Bumi.

Australia menghadapi musim kemarau terpanas

Curah hujan yang rendah sekali, suhu udara di negara-negara bagian tenggara seperti Victoria dan Tasmania telah mencapai rekor tertinggi. Keadaan merusak pada saat ini tidak terlihat akan berkurang yang dapat membahayakan sistem Sungai Murray – Darling, sumber yang penting bagi irigasi pertanian dimana aliran bagian selatan bergantung pada daerah yang terkena kemarau panjang ini. Hal ini kontras dengan daerah utara Australia yang mengalami rekor curah hujan tertinggi.

Doa kami bagi warga Australia agar tabah ketika mengalami efek ekstrem dari pemanasan global. Mari kita segera mengambil tindakan untuk menyetabilkan pola alam ini melalui gaya hidup yang ramah lingkungan sehingga kita semua dapat hidup dengan nyaman dan berkecukupan.

http://qcl.farmonline.com.au/news/nationalrural/agribusiness-and-general/finance/drought-the-hottest-ever/1330674.aspx, http://en.wikipedia.org/wiki/Murray-Darling_Basin

Perubahan iklim dapat mengeringkan sungai-sungai Inggris

Sebuah studi oleh Badan Lingkungan Hidup Negara menyatakan bahwa pemanasan global menyebabkan musim panas yang sangat kering karena tidak adanya hujan. Ian Barker, Pemimpin divisi Sumber Air dari Badan Lingkungan Hidup Negara  mengatakan bahwa konsekuensi dari berkurangnya aliran sungai berarti berkurangnya sumber air minum dan irigasi, juga berkurangnya sumber air alam bagi hewan-hewan liar.

Bapak Barker, Badan Lingkungan Hidup, dan Inggris, kami menghargai penelitian Anda yang memprihatinkan. Dengan karunia dari Surga, semoga kita sendiri segera bertindak untuk mengembalikan keseimbangan Bumi kita yang sangat berharga.

http://www.guardian.co.uk/environment/2008/oct/05/water.climatechange

Argentina menderita kekeringan terburuk di abad ini

Hingga tahun 2008, Argentina menerima hujan kurang dari 200 milimeter (7,9 inci), yang kurang dari sepertiga dari biasanya di penghujung tahun ini.
Bersama dengan  rusaknya 15%  wilayah ternak, kekeringan juga mempengaruhi sektor pertanian. Tuan Sixto Periche dari Institut Nasional Teknologi Pertanian menyatakan, “Kami hampir pada batas hari terakhir dimana kami dapat menanam bunga matahari. Jika minggu ini tidak turun hujan, mereka tidak dapat menanam bunga matahari.”

Kami berdoa atas rahmat Tuhan dan berkah hujan untuk mengurangi penderitaan rakyat Argentina. Semoga kondisi ini menjadi peringatan akan kebutuhan kita untuk cepat menjalani kebiasaan yang membantu menyembuhkan Ibu Pertiwi kita.

http://www.cnn.com/2008/WORLD/americas/09/26/argentina.drought/index.html

Ribuan orang meninggalkan pusat kota Somalia untuk mencari air

Menyusul kekeringan panjang yang sepertinya tidak berakhir, lebih dari 15.000 warga Somalia dari daerah Galfadud telah meninggalkan rumah mereka dan pindah ke sebuah kemah untuk orang terlantar dengan harapan untuk mendapatkan air dan bantuan. Menurut komisaris pemerintah daerah setempat, Ali Sheikh Mahamud; orang-orang terus pergi mencari bantuan karena kondisi mereka yang menakutkan. Perubahan iklim dan penebangan hutan membawa kekeringan yang hebat pada wilayah tersebut, dan  hujan yang biasanya turun pada bulan September tidak muncul tahun ini.
 
Kami berdoa agar rakyat Somalia yang penuh berkah dapat  segera terberkahi hidupnya dengan pemberian hujan.
Semoga kita semua bertindak solidaritas untuk membawa bantuan pada situasi global ini  dengan cepat dan efektif seperti mengadopsi pola makan nabati.
 

Gletser Selandia Baru mencatat rekor terendah pada jumlah massa es

Selama 32 tahun, para ilmuwan di Institut Nasional Penelitian Air dan Atmosfer telah memantau 50 gletser di Bagian Selatan Pegunungan Alpen Selandia Baru. Data mereka yang terakhir menunjukkan bahwa 2,2 miliar ton metrik es permanen hilang dari gletser antara April 2007 dan Maret 2008. Pemimpin ilmuwan Dr. Jim Salinger mengatakan bahwa penyebab utama hilangnya gletser ini adalah pemanasan global, dan fenomena ini juga terjadi pada gletser yang hilang di seluruh dunia.

Dr. Salinger dan rekan-rekannya di Institut Nasional Penelitian Air dan Atmosfer, kami sangat menghargai informasi tentang keadaan gletser di Selandia Baru. Mari kita semua bertindak dengan cepat untuk melangkah lebih ringan dan melindungi planet yang indah dari efek lebih lanjut dari pemanasan global.

http://www.3news.co.nz/News/NZglacierscontinuetoshrink/tabid/209/articleID/71433/cat/41/Default.aspx#top

Eksploitasi berlebihan dari air bawah tanah membahayakan lingkungan

Selama seminar dua hari di Bali, Indonesia, para ahli lingkungan berbicara mengenai kekurangan air di Asia dan dampaknya di masa depan. Dr. Brahma Chellaney dari Pusat Penyelidikan Strategis untuk Kebijakan Penelitian di India menyatakan bahwa jumlah penggunaan air tanah jauh lebih tinggi dari jumlah yang dapat terisi kembali oleh alam.

Dia mengatakan, “Eksploitasi berlebihan dari lapisan tanah yang mengandung air tanah akan mempengaruhi ekosistem dan mempercepat perubahan pemanasan global.” Pemakaian berlebihan dari air bawah tanah terbukti seperti gejala terendamnya jalan dan trotoar di Thailand dan Au Lac (Vietnam), juga penyusutan persediaan air di China. Peserta seminar mendukung pemerintah Asia untuk lebih melindungi dan mengelola cadangan air tanah mereka.

Terima kasih, Dr.Chellaney dan semua peserta atas informasi yang tepat waktu ini. Semoga orang-orang Asia dan semua negara mengadopsi pola makan nabati yang bermanfaat untuk efisiensi air dan mendinginkan planet.

http://english.vietnamnet.vn/tech/2008/08/801076/

Panen di Jawa Barat mungkin akan gagal karena kekeringan

Menurut Agen Pertanian dan Perkebunan Cirebon Indonesia, musim kekeringan hebat mungkin menyebabkan kegagalan lebih dari 4.000 hektar sawah beras di 12 wilayah, menyebabkan kerugian panen dan pendapatan pada lebih dari 12.000 petani. Cadangan air sangat rendah sehingga mereka tidak cukup memenuhi setiap ladang yang memerlukan dan sistem penyaluran air juga telah rusak oleh kekurangan hujan.

We wish the people of Java a sufficient harvest to meet their needs as we pray for changes worldwide to help protect precious water reserves and provide plentiful sustenance for all.

Kami berharap agar penduduk Jawa mendapat kecukupan panen untuk memenuhi kebutuhan mereka serta kami berdoa demi perubahan di seluruh dunia untuk membantu melindungi cadangan air murni dan menyediakan makanan yang berlimpah bagi semua.

http://www.thejakartapost.com/news/2008/08/21/severe-drought-hits-cirebon-farmers.html

Gletser Himalaya terkena pemanasan iklim secara drastis

Pada konferensi Pekan Air Dunia di Stockholm, Swedia, para ahli mengangkat perhatian mengenai perubahan iklim yang menyebabkan gletser Himalaya surut mengkhawatirkan dengan kecepatan 70 meter per tahun. Mats Eriksson, manager program pengelolaan air dan pengurus bahaya di Pusat Internasional untuk Pembangunan Pegunungan Terpadu menyatakan, “Gletser Himalaya hilang lebih cepat daripada tempat di manapun di dunia.” Gletser terus mencair dan hampir 50 persen dari susunan salju terus menghilang dari air yang mengalir melewati sembilan sungai terbesar di Asia,  hal ini menunjukkan ancaman serius pada mata pencaharian dan kelangsungan hidup bagi 1,3 miliar orang di wilayah Himalaya yang tergantung pada air bersih untuk pertanian, energi, dan minuman. Juga, peningkatan pencairan melepaskan lebih banyak karbon ke atmosfer.

Terima kasih banyak, para spesialis dan ahli internasional yang membawa informasi tentang perubahan iklim yang kritis di wilayah Himalaya. Kami berharap agar laporan Anda akan mendorong tindakan cepat semua orang untuk bekerja sama dalam mengadopsi gaya hidup peduli lingkungan yang membawa pemulihan untuk planet ini.

http://www.france24.com/en/20080821-environment-climate-change-himalaya-water-glacier-melt&navi=SCIENCES, http://news.yahoo.com/s/afp/20080821/ts_afp/
environmentwaterclimatewarminghimalaya_080821191837;_ylt=AsTeO.j8oy8On.jD8wwBRcCFOrgF

Keadaan darurat kekeringan diumumkan di Argentina

Pada hari Jumat, Presiden Argentina Cristina Fernández de Kirchner mengumumkan sebuah pernyataan keadaan darurat bagi lima provinsi sebagai reaksi dari kondisi kering selama berbulan-bulan yang merupakan kekeringan terburuk dalam 50 tahun. Penebaran bibit gandum dan bunga matahari telah ditunda dan lebih dari 700.000 sapi dan kambing telah binasa akibat kekurangan air. Pemerintah telah memberi bantuan sebesar US$38 juta kepada provinsi-provinsi itu untuk membantu mengganti kerugian mereka.

Terima kasih, Presiden Cristina Fernández de Kirchner dan pemerintah Argentina atas pemberian bantuan yang sangat diperlukan ini. Kami doakan agar penduduk Argentina dapat mengatasi masa-masa percobaan ini melalui gaya hidup yang menopang planet ini.

Masa kekeringan di Bagian Barat Amerika Serikat berpotensi menjadi bencana besar

Perubahan iklim diam-diam menghabiskan persediaan air di AS barat, membuat daerah itu berada pada lintasan yang oleh para manager air dan ilmuwan setempat seperti Steven Chu, seorang pemerima Penghargaan Nobel dan Direktur Laboratorium Nasional Lawrence Berkeley menggambarkannya sebagai bencana. Gletser-gletser di Taman Nasional Gletzer Montana telah berkurang dari 150 di tahun 1910 menjadi hanya tinggal 25 buah sekarang, dengan gletser-gletser yang tersisa terus mencair pada laju kecepatan sembilan persen per tahun. Sungai Colorado yang memberi persediaan air pada tujuh negara bagian AS dengan jumlah penduduk 23 juta orang diperkirakan akan menjadi terlalu kering untuk memenuhi kebutuhan sesuai kontrak hanya dalam waktu beberapa tahun ini.

Kami berterima kasih,  Dr. Chu dan semua pihak yang bersangkutan atas gambaran yang jelas tentang efek yang berpotensi merusak dari perubahan iklim ini. Kami berdoa untuk kesadaran yang lebih tinggi dan tindakan cepat guna melestarikan sumber daya alam yang berharga di planet kita ini.

http://www.alternet.org/water/95107/climate_change_is_already_affecting_the_west's_water/, http://thinkorthwim.com/index.php?tag=rainfall

Ikan air tawar di antara yang paling terancam bahaya

Daftar Merah Persatuan Konservasi Dunia 2007 menempatkan ikan air tawar sebagai hewan bertulang belakang yang paling terancam. Dari hampir 2.500 ikan tawar yang dinilai, lebih dari 1.000 didaftar sebagai kritis, terancam, atau rentan terhadap bahaya. Bahaya utama terhadap ikan air tawar adalah rusaknya lahan subur yang menurut Program Lingkungan Perserikatan Bangsa-bangsa (UNEP) disebabkan oleh pertanian intensif dan juga perkembangan industri.

Penghargaan kami, Persatuan Konservasi Dunia, atas kewaspadaan tepat waktu ini. Sebagai pengurus Bumi, mungkin ini merupakan peringatan akan tanggung jawab kita untuk melestarikan ikan air tawar dan semua ciptaan Tuhan yang penting ini.

 http://thestar.com.my/lifestyle/story.asp?file=/2008/8/12/lifefocus/166855.

Danau air tawar terbesar kedua di dunia terancam

Para ahli mengatakan bahwa Danau Victoria yang merupakan perbatasan antara Tanzania, Uganda, dan Kenya sedang terancam bahaya akibat penangkapan ikan yang berlebihan, bahan pencemar, dan perubahan iklim. Limbah serta pembuangan perternakan dan industri secara rutin semuanya dibuang ke danau tersebut, yang airnya juga berkurang akibat efek pemanasan global.

Bahan pencemar juga menyebabkan tumbuhnya ganggang hijau beracun pada permukaan danau itu yang bisa mempengaruhi kesehatan manusia.
Kami menghargai penelitian ini dan berdoa agar tindakan-tindakan melindungi Danau Victoria cepat diambil demi manfaat bagi manusia dan para hewan.

http://www.irinnews.org/Report.aspx?ReportId=79568

Pemanasan global dapat merusak sistem Sungai Thames

Laporan Penaksiran Kerentanan Thames yang dibuat oleh WWF-UK meramalkan bahwa sistem Sungai Thames akan memiliki lebih sedikit air, tapi pada saat yang sama risiko banjirnya akan meningkat lima kali  lipat pada tahun 2008 akibat perubahan iklim. Penasihat kebijakan air tawar WWF-Inggris, Dr. Tom Le Quesne menyatakan, "Perubahan iklim tampaknya akan mengakibatkan musim panas yang lebih panas, lebih kering, dan musim dingin yang lebih hangat, lebih basah.
 
Tanpa dapat ditentang, hal ini berarti kita akan menderita karena memiliki lebih banyak dan lebih sedikit air, dengan risiko banjir dan kekeringan yang lebih besar."

Kami menghargai peringatan ini, WWF-Inggris, dan berdoa agar semua penduduk Briton akan cepat bertindak untuk menghentikan efek yang mengancam jiwa dari perubahan iklim ini melalui gaya hidup berkelanjutan.

http://www.enn.com/ecosystems/article/37823 

Persediaan air beberapa masyarakat Arktik terpengaruh oleh pemanasan global

Berbicara pada konferensi perubahan iklim di Kota Iqaluit di Kanada, peneliti Paul Budkewitsch dari Sumber Daya Alam Kanada berkata bahwa suhu yang semakin hangat telah menyebabkan salju dan curah hujan berkurang, beberapa masyarakat di Kanada yang sebagian besar tergantung pada mencairnya gletser sebagai sumber air mereka telah mengalami kekurangan persediaan air. Untuk melindungi sumber daya air dengan lebih baik, Bapak Budkewitsch menganjurkan dibangunnya fasilitas penyimpanan jangka panjang dan pagar untuk memastikan saljunya tidak hanyut.

Terima kasih banyak, Bapak Budkewitsch dan Sumber Daya Alam Kanada yang telah berbagi informasi tentang pengaruh dari naiknya suhu iklim ini. Dengan berkah Surga semoga kita berusaha keras untuk membatasi emisi gas rumah kaca untuk memastikan sumber daya yang berlimpah bagi komunitas Arktik dan masyarakat lainnya di dunia.

 http://www.cbc.ca/technology/story/2008/07/24/arctic-water.html

Pemanasan global di Australia mempengaruhi lebih dari satu juta orang  

Dengan kekeringan yang paling parah dalam 100 tahun terakhir yang dialami negara tersebut, laporan terakhir tentang persediaan air dari sistem Sungai Murray-Darling menyimpulkan bahwa meskipun ada cukup air minum hingga tahun 2009, tetapi persediaan air melampaui masa itu tidak terjamin. Berbicara tentang kondisi terakhir persediaan air, Menteri Perubahan Iklim Penny Wong berkata bahwa kekeringan merupakan suatu pengingat tentang bagaimana rentannya Australia terhadap dampak pemanasan global.

Terima kasih, Menteri Wong, atas kepeduliannya terhadap masalah yang paling menekan ini. Kita berdoa untuk berkah hujan bagi Australia ketika warga dunia berjuang untuk mengambil langkah yang perlu untuk mengembalikan keharmonisan alami dari planet rumah kita ini.

http://www.france24.com/en/20080720-drought-threatens-drinking-water-million-australians http://au.encarta.msn.com/encyclopedia_121646646/Murray-Darling_Basin.html

Sumber-sumber air berkurang di Indonesia

Karena persediaan air menipis hingga lebih dari 60 persen di sepanjang pulau, panen di kabupaten-kabupaten seperti Cirebon dan Indramayu terancam gagal. Masyarakat di daerah-daerah ini juga menemui kesulitan menemukan air segar, dimana para penduduk harus membelinya dari penjual keliling untuk air. Pemerintah kabupaten sedang mencoba mendistribusikan pompa air ke daerah-daerah dan juga melaksanakan desalinasi.

Terima kasih pemerintah Indonesia yang perhatian atas usahanya menyediakan air bagi orang-orang. Semoga kita semua terbangunkan pada waktu yang mendesak ini untuk mengembalikan keseimbangan biosfer kita seperti sebelumnya. (*)

http://www.thejakartapost.com/node/175256 

Andes di Peru mungkin seluruhnya mencair dalam 25 tahun

Sebuah grup ahli gletser dunia baru-baru ini bertemu di Peru untuk mendiskusikan kecepatan  mengkhawatirkan dari gletser Andean yang mencair. Sebagai sumber air minum serta hidro-energi utama bagi jutaan penduduk, gletser yang mencair dengan cepat dapat mempengaruhi lebih dari 70 persen orang-orang Andean menjelang tahun 2025. Pemerintah Peru sekarang ini mencoba desalinasi air laut sebagai suatu cara untuk membantu mengurangi efek ini.

Peringatan Anda sangat dihargai, para ahli gletser yang terhormat. Terberkahilah langkah-langkah yang cepat untuk menyelamatkan sumber serta mengenali penyebab akar dari pemanasan global demi keselamatan seluruh masyarakat dunia.

http://www.climateark.org/shared/reader/welcome.aspx?linkid=103103

Salju yang mencair lebih cepat dan timbal balik pemanasan memperkuat efek kekeringan di AS

Sebuah studi baru oleh para peneliti internasional menyatakan bahwa salju yang mencair di Amerika Serikat bagian barat terjadi lebih dari dua bulan lebih awal, dengan timbal balik  temperatur permukaan dua kali lebih kuat daripada yang diperkirakan sebelumnya. Timbal balik temperatur permukaan salju yang mencair mempercepat pemanasan global dengan cara yang sama dengan mencairnya lautan es Arktik.

Ketua penulis, Sara A. Rauscher menjelaskan: “Ketika salju mencair atau tidak berakumulasi pada tempat pertama, lebih banyak energi matahari yang diserap oleh tanah sehingga menghangatkan permukaan. Putaran timbal balik tercipta karena tanah yang menghangat membuat salju lebih sulit untuk berakumulasi dan menghasilkan efek tersebut.” Kelanjutan dari salju yang mencair lebih cepat dapat berarti kekurangan persediaan air pada tahun berikutnya yang menggiring pada risiko kebakaran yang lebih tinggi demikian pula kondisi kekeringan bagi pertanian, ekosistem, dan populasi urban.

Terima kasih para peneliti atas studi yang informatif ini. Dengan berkah Surga, semoga kita semua mengadopsi gaya hidup yang benar-benar berkelanjutan untuk mengembalikan keseimbangan alami Bumi kita.

http://www.sciencedaily.com/releases/2008/07/080715155513.htm

Para ahli menemukan hilangnya gletser di Turki

Profesor Ali Fuat Doğu, pimpinan departemen geografi Universitas Yüzüncü Yıl Turki memperingatkan bahwa gletser yang menyediakan air bagi Danau Van di Turki Timur berisiko akan mencair. Dia menyatakan, “Pengamatan kami berbeda dengan laporan-laporan tentang hal ini sebelumnya dari 30-40 tahun yang lalu. Gletser ini tidak dapat bertahan tiga tahun ke depan. Kami dapat mengatakan dengan jelas bahwa gletser-gletser ini menghilang dengan cepat.”

Profesor tersebut menambahkan bahwa tanpa gletser, Danau Van hanya akan memiliki hujan musiman sebagai sumber air. Permukaan air di danau tersebut akan turun dan keanekaragaman hayati di dalamnya akan sangat terpengaruh oleh kekurangan air tersebut.

Kami menghargai kata-kata peringatan Anda, Profesor Ali Fuat Doğu tentang gletser-gletser di Turki Timur. Dengan berkah Surga, semoga kita semua bertanggung jawab dalam menyikapi kejadian-kejadian yang terkait dengan pemanasan global seperti hal ini serta mencairnya gletser-gletser lainnya yang terjadi di seluruh dunia.

http://www.panarmenian.net/news/eng/?nid=26489,
http://en.wikipedia.org/wiki/Lake_Van

Permintaan akan air di Namibia diperkirakan melebihi persediaan menjelang tahun 2015

Permintaan akan air di Namibia diperkirakan melebihi persediaan menjelang 2015 di negara paling kering di Gurun Sahara Afrika ini. Sebuah laporan dari Institut Pembaharuan Energi dan Efisiensi Energi negara tersebut menyatakan, “Analisis terbaru dari data iklim negara dalam kurun waktu lebih dari seratus tahun menunjukkan peningkatan yang dapat diamati dengan temperatur rata-rata 1 hingga 1,2 derajat Celsius. Pada tahun-tahun terakhir, temperatur panas bertambah panas, hari yang panas di atas 35 derajat Celsius menjadi lebih sering dan jumlah malam yang dingin berkurang.” Para petani Namibia telah mengalami musim hujan yang dimulai lebih lambat dan berakhir lebih cepat, oleh karenanya persediaan makanan terancam.

Terima kasih para peneliti Namibia yang mendokumentasikan efek-efek hebat dari pemanasan global ini. Kita berdoa agar masyarakat planet kita akan cepat mengadopsi pola makan yang benar-benar hemat air, bebas karbon, serta berbasis tumbuhan untuk menyejukkan Bumi dan untuk menjamin cukupnya air bagi kita semua.

http://afp.google.com/article/ALeqM5i2Q8OxnASIyAciQMm7K0umyx_7iA 

Australia akan lebih sering mengalami kepanasan dan kekeringan karena perubahan iklim

Laporan baru dari ilmuwan papan atas Australia memprediksi bahwa negara tersebut harus bersiap-siap menghadapi kekeringan yang lebih sering dan gelombang panas yang sepuluh kali lipat dikarenakan perubahan iklim. Laporan tersebut menunjukkan bahwa tingkat hujan nasional telah menurun sejak tahun 1950-an dan daerah di negara tersebut akan terkena dampak gelombang panas yang meningkat dari 5 persen setiap tahun menjadi 95 persen. Penemuan ini disebarluaskan oleh Profesor Ross Garnaut yang telah memperingatkan Australia untuk segera mengimplementasikan kebijakan emisi gas rumah kaca sebelum tahun 2010 atau menyaksikan kerusakan karang “Great Barrier”, tanah subur Kakadu, dan Sungai Murray-Darling, lembah pertanian nasional.

Terima kasih kami kepada para ilmuwan terhormat atas informasi tentang dampak dari perubahan iklim ini bagi saudara-saudara kita di Australia. Semoga kita semua bergabung dengan cepat untuk menghentikan dampak yang merusak dari pemanasan di seluruh dunia.

http://www.guardian.co.uk/environment/2008/jul/07/climatechange.drought

Fokus pada air dan perkembangan yang berkelanjutkan

Simposium air tahunan Cannes diadakan setiap tahun di Palais des Festivals et des Congres of Cannes, Ibukota Air Dunia, di Pantai Azur yang indah di Prancis yang mengumpulkan 3.000 pengambil keputusan, ilmuwan, dan profesional dari 78 negara yang berbeda dan PBB. Tahun ini simposium ke-10 menempatkan fokus khusus pada air dan perkembangan yang berkelanjutan untuk menghadapi perubahan iklim.

Mme Pascale-Vaillant, Delegasi Lingkungan Cannes: Kota Cannes seluruhnya yakin bahwa masa depan anak-anak kita dan juga masa depan planet tergantung pada komitmen kita terhadap lingkungan.

SUARA: Topik utama yang didiskusikan adalah pertanian yang merupakan konsumen terbesar sumber daya air.

Tuan Khan: Bagi masyarakat yang menyukai beras, dibutuhkan 2.000 liter air untuk menghasilkan 1 kg beras, dan jika Anda lebih suka makan daging sapi, maka untuk menghasilkan 1 kg daging sapi dibutuhkan 10.000 liter air.

SUARA: Koresponden Supreme Master Television bertanya kepada para ahli yang ikut serta dalam diskusi mengenai dampak produksi daging terhadap konsumsi air.

Dr.Jonas J.Bogardi, Direktur Universitas PBB - Institut untuk Lingkungan dan Keamanan Manusia: Jawabannya adalah ya, jika kita makan lebih sedikit daging, maka kita akan mengurangi produksi daging yang memboroskan banyak energi atau menghasilkan banyak gas metana, jadi iklim akan menghargainya dalam jangka waktu yang lama.

SUARA: Buku Maha Guru Ching Hai terlaris #1 di dunia internasional, “Burung-burung dalam Hidupku” juga diberikan kepada pendiri Simposium Air Cannes, Dr.Raoul-Caruba.

Dr.Raoul-Caruba, Pendiri Simposium Air Cannes, Direktur Jaringan Mediteranian Unesco: Setiap kali saya melihat burung, saya berkata pada diri sendiri, mereka adalah pembawa pesan dari masa depan, pembawa pesan harapan. Jadi mari lindungi semua spesies, ini adalah misi kita, ini adalah usaha kita, dan di atas segalanya itu merupakan warisan yang harus kita tinggalkan untuk anak-anak kita.

Dr.Raoul-Caruba: Setiap hari, 30.000 anak-anak di dunia meninggal dari penyakit yang berhubungan dengan air, disentri, malaria, dll. Jadi setiap 10 hari, ada “tsunami” di dunia dan tiada seorang pun yang membicarakannya. Saya rasa simposium air internasional memiliki misi ini, misi yang dapat mengumpulkan semua orang, membicarakan satu sama lain. Dan juga peran yang berhubungan dengan media. Masyarakat perlu mengetahui semua masalah yang berhubungan dengan air yang akan menjadi masalah kita di masa depan.

SUARA: Kami berteima kasih kepada seluruh peserta simposium air Cannes tahun 2008 atas kepedulian dan usaha Anda. Semoga kita dapat bekerja sama untuk melindungi air Bumi kita yang berharga sehingga setiap orang dapat hidup sehat, sekarang dan generasi selanjutnya.

Ahli hidrologi mengkhawatirkan dampak sosial dari perubahan iklim

Meningkatnya frekuensi dan intensitas badai serta banjir di beberapa lokasi yang dikarenakan perubahan iklim juga telah berdampak pada distribusi air di planet ini atau hidrologi di Bumi kita. Sekarang ilmuwan takut akan kelangkaan air pada negara-negara kering akan semakin buruk yang pada akhirnya akan menyebabkan konflik. Hal ini telah terjadi di beberapa bagian. Dua ilmuwan lingkungan norwegia menjelaskan.

Dr. Anund Killingtveit, Universitas Ilmu Pengetahuan dan Teknologi, Norwegia: Hidrologi adalah hal yang penting karena ada sedikit air di banyak tempat, terutama di lembah Sungai Nil. Ada banyak konflik yang terjadi di lembah Sungai Nil seperti yang Anda ketahui. Jadi ada suatu kompetisi.

Dr.Knuth H.Alfsen, Pusat Penelitian Internasional untuk Iklim dan Lingkungan, Norwegia: Kita menyalurkan ulang air di seluruh dunia. Kita telah mencairkan gletser, ini akan berdampak pada cadangan air kepada miliaran masyarakat yang harus pindah karena masyarakat tidak akan tinggal di tempat yang tidak ada airnya. Jadi kita membuat atau merancang suatu konflik sosial dalam skala yang lebih besar. Hal ini sangat mengancam kelangsungan Bumi kita.

SUARA: Juga yang berhubungan dengan itu adalah pengungsi iklim yang jumlahnya meningkat secara tidak terduga menjadi 37 juta jiwa tahun lalu menurut Komisi Tinggi PBB untuk Pengungsi (UNHCR). Dr.Killingtveit dan Dr.Alfsen berbicara tentang pentingnya untuk bertindak sebelum lebih banyak kelompok masyarakat dan negara yang terkena dampaknya.

Dr.Anund Killingtveit: Kita harus mengemudi lebih sedikit, menggunakan lebih sedikit batu bara. 

Dr. Knuth H. Alfsen: Pergunakan sumber daya lokal, cobalah untuk meminimalkan transportasi. Cobalah untuk membeli makanan yang diproduksi dan ditumbuhkan di lingkungan lokal Anda.

SUARA: Kami sangat menghargai penelitian mengenai hidrologi oleh ilmuwan seperti Dr. Killingtveit dan Dr. Alfsen di Norwegia. Semoga sumber daya air yang penting ini diamankan dan siklus cadangannya distabilkan sehingga masyarakat di dunia dapat hidup sehat, aman, dan damai.

Ghana memperkuat kesadaran tentang pemanasan global

Pada suatu seminar yang membahas perubahan iklim di Ghana, Bapak Ebenezer Begyina Sekyi-Hughes berbicara mewakili anggota parlemen yang mengatakan tentang pentingnya kerja sama dari setiap sektor untuk memberitahu kepada masyarakat umum tentang betapa pentingnya pelestarian lingkungan hidup. Menurutnya, perubahan iklim merupakan bahaya terbesar yang menghadang manusia dalam tahun-tahun belakangan ini. Lihat, di Ghana pada tahun 2007 terjadi kemarau yang panjang dan mengakibatkan keretakan tanah-tanah, kemudian banjir yang dahsyat dan rusaknya panen serta kerugian harta lainnya yang tidak dapat disebutkan secara pasti. Kita tidak bisa duduk berpangku tangan saja, inilah saatnya kita menyadarkan masyarakat.

Kami sangat berterima kasih kepada pembicara Sekyi-Hughes atas dukungan Anda dalam meningkatkan kesadaran  masyarakat Ghana secara keseluruhan akan perubahan iklim ini. Kami mendoakan Anda dan semua penduduk agar berhasil bekerja sama untuk memperbaiki keseimbangan alam dan keindahan alam yang asri di Ghana. 

Sungai di pesisir Australia mungkin tak bisa dipulihkan lagi

Laporan tentang Sungai Murray-Darling oleh Dewan pimpinan Sumber Daya Alam di Australia selatan, mengingatkan pemerintahan pusat bahwa musim kemarau panjang  harus segera berhenti dan harus ada hujan yang cukup banyak pada akhir Oktober ini, jika tidak, maka dataran basah di Coorong dan Sungai Murray maupun Sungai Darling akan rusak secara permanen tanpa bisa dipulihkan lagi. Para petinggi pemerintahan Australia sekarang sedang terdesak untuk mencari solusi dengan tindakan pembelian air untuk memperbaharui sistem sungai.

Kami ikut prihatin atas pemulihan dari tanah basah di Coorong dan Sungai Murray serta Sungai Darling. Kami berdoa semoga Surga memberkati hujan dan pemerintahan Australia dapat bertindak cepat menyuplai air yang dibutuhkan tersebut.

http://www.abc.net.au/news/stories/2008/06/18/2278836.htm?section=australia,

Panen gandum Afghanistan diprediksi akan mengalami penurunan sehubungan dengan perubahan iklim

Kondisi curah hujan yang sedikit serta musim kemarau berkepanjangan mengakibatkan  produksi gandum di Afghanistan menurun drastis tahun ini. Berdasarkan pengalaman  kekurangan bahan makanan sebelumnya, diperkirakan jumlah penduduk yang tidak mampu akan meningkat menjadi 3,5 juta orang.

Produksi gandum diperkirakan akan turun 0,7 juta ton, ini berarti hanya tiga perempat dari nilai normal jumlah biji-bijian secara keseluruhan. Sedangkan pertanian merupakan sumber kehidupan dari dua pertiga penduduk Afghanistan. Kondisi iklim saat ini telah mempengaruhi pendapatan perkapita keluarga serta persediaan bahan makanan mereka.

Kami berdoa agar bantuan segera datang untuk menolong saudara kita di Afghanistan dan mempercepat usaha kita dalam menanggulangi perubahan iklim demi kepentingan semua makhluk hidup.

http://www.irinnews.org/Report.aspx?ReportId=78642 http://www.cattlenetwork.com/Content.asp?ContentID=228571  http://www.irinnews.org/Report.aspx?ReportId=78715  http://www.gulf-times.com/site/topics/article.asp?cu_no=2&item_no=223449&version=1&template_id=41&parent_id=23

Kekeringan melanda daerah tenggara Spanyol

Pemanasan global mengubah daerah selatan Spanyol menjadi dataran gersang. Di Provinsi Mucia, penduduk di sana hanya menerima 30 % dari jumlah air normalnya karena persediaan lokal menyusut dan air yang datang dari negara Spanyol Utara telah dihentikan sehubungan dengan persediaan yang terbatas.

Petani telah mencoba mengadaptasinya dengan menanam tanaman yang tidak membutuhkan air banyak. Barbara Helferrich, seorang pembicara wanita dari Direktorat Persatuan Lingkungan Hidup Eropa mengatakan “Air akan menjadi masalah lingkungan hidup tahun ini, permasalahan yang genting dan sangat mendesak.”

Doa kami bagi orang-orang Spanyol, semoga hujan turun dalam jumlah yang cukup untuk menyuplai kebutuhan hidup. Marilah kita berusaha bertahan hidup sehingga menguntungkan kehidupan kita sendiri dan tetangga sesama penghuni Bumi. 

Sebagian daerah East Coast sedang kehilangan air

Kekeringan  di Australia menyebar sampai negara bagian Tasmania sebagai akibat dari pemanasan global yang terus berlanjut. Banyak daerah kepulauan di pesisir pantai selatan yang mengalami musim kemarau yang parah di dalam catatan sejarah.

Dewan  Kota Tasmania Glamorgan Spring Bay akan segera mengumumkan bahwa negara bagian itu sedang dalam keadaan genting dengan perkiraan permukaan air sungai hanya mampu menyuplai untuk 70 hari saja. Wali Kota Bentrand Cadart berkata, “Kami terus mendoakan agar hujan deras segera turun.”

Wali Kota Cadart, kami ikut berdoa bersama Anda dan penduduk Tasmania. Semoga hujan turun membasahi Australia sehingga kita dapat cepat menyelamatkan planet kita dari efek perubahan iklim.

Ethiopia: PBB menyediakan $13 juta kepada korban kemarau panjang

Badan kemanusiaan PBB mengirimkan bantuan kepada para korban kemarau panjang di Ethiopia. Saat ini diperkirakan ada 126.000 jiwa anak dalam keadaan bahaya sehubungan dengan kekurangan bahan pangan di Pusat Ethiopia. Untuk menanggapi kejadian tersebut, Dana Tanggapan Kemanusiaan Perserikatan Bangsa Bangsa (HRF) telah mengalokasi US$7,2 juta untuk membeli bahan makanan bergizi dan obat-obatan.

Dana tersebut merupakan dana tambahan sebelumnya yang telah diturunkan US$5,5 juta bagi korban kemarau kering lainnya. Donatur utama di UN HRF adalah negara Norwegia, Belanda, dan Inggris. Kami menyampaikan rasa terima kasih setulusnya kepada HRF Perserikatan Bangsa Bangsa dan negara-negara yang ikut bergabung dengannya. Semoga Surga memberkahi tindakan Anda yang welas asih.  Kami sangat bahagia melihat bangsa-bangsa bersatu padu dan bekerja sama untuk mendukung para korban yang diakibatkan oleh perubahan iklim tersebut.

70% air digunakan untuk produksi makanan: laporan baru

Menghemat air dengan memperhatikan konsumsi makanan. Institut Air Internasional Stockholm telah menerbitkan sebuah laporan baru yang disebut “Selamatkan Air dari Lahan ke Garpu (Saving Water from Field to Fork)”. Penemuan ini dipresentasikan kepada Perserikatan Bangsa Bangsa untuk menjelaskan tentang perlunya menyelamatkan air dengan tujuan untuk mengurangi kelaparan dunia.

Jan Lundqvist, pengarang pembantu dari laporan Institut Air Internasional Stockholm: Kita harus melihat lebih tentang apa yang terjadi dari ladang hingga ke garpu. Jadi dari tempat dimana makanan itu diproduksi menuju ke tempat dimana kita memakannya, ada banyak kejadian yang terjadi. Dan ada kehilangan dan pembuangan selama perjalanan tersebut.

SUARA: Jan Lundqvist, penulis pembantu laporan dari Institut Air Internasional Stockholm mengatakan bahwa 70%  air digunakan untuk produksi makanan dibandingkan dengan hanya 10% untuk keperluan rumah tangga dan 20% untuk industri. Selain itu, rata-rata penduduk kota mengonsumsi hingga 3000 liter air setiap harinya hanya untuk makanan.

Jan Lundqvist: Dalam basis per kapita, dengan meningkatnya pendapatan dan standar kehidupan, orang-orang akan meminta makanan yang lebih banyak mengandung air.

SUARA: Memerlukan hingga 2000 liter air untuk memproduksi 1 kg gandum dan 20.000 liter air untuk memproduksi 1 kg daging. Konsumen dapat membantu menghemat air dengan mengendalikan permintaan mereka terhadap makanan yang menggunakan air secara besar seperti daging.

Jan Lundqvist: Implikasi yang paling utama adalah produksi makanan ternak, mulai dari makanannya karena itu menggunakan banyak air untuk menumbuhkan hasil panen atau rumput atau makanan yang dimakan oleh sapi.

SUARA: Tidak membuang makanan adalah cara mudah yang lain untuk menghemat air. Kami berterima kasih kepada Insitut Air Internasional Stockholm dan semua yang terlibat atas laporan yang berguna ini, Semoga masing-masing dari kita melakukan bagian kita untuk menggunakan persediaan air dunia yang berharga ini dengan bijaksana, baik di rumah dan di supermarket. 

Pantai tengah selatan Vietnam berisiko menjadi padang pasir

Pantai pusat selatan di Au Lac (Vietnam) diancam oleh proses penggurunan. Laporan dari Institut Pertanian Ilmu Pengetahuan dan Teknologi, Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO), dan UNESCO menyatakan bahwa setengah lebih dari 3 juta hektar Provinsi Ninh Thuan dan Binh Thuan di pantai tengah selatan Vietnam saat in diklarifikasikan sebagai “gurun”.

Tanah berubah menjadi gurun karena kekeringan yang hebat dan juga penggundulan hutan maupun penggunaan sumber daya alam yang berlebihan. Tiga negara lain juga berada dalam bahaya yang sama yang telah diidentifikasi tahun lalu. Au Lac sedang berusaha untuk mencegah proses penggurunan ini lebih lanjut dengan kira-kira 620 juta US dollar dianggarkan setiap tahun untuk program penanaman pohon dan pengaturan sumber daya untuk menghentikan proses kekeringan ini. Semoga laporan seperti ini mencerahkan kesadaran kita terhadap kenyataan bahwa pemanasan global secara cepat mengubah Bumi kita. Kami berdoa semoga usaha pemeliharaan dan pemulihan tanah di Au Lac dan negara lain dapat sukses.

Pemanasan Global akan menciptakan kekeringan mengerikan di Texas

Penemuan dari Organisasi Lingkungan Texas AS mengungkapkan bahwa pemanasan global akan membuat kekeringan mengerikan di Texas.

Koordinator grup, Tuan Jere Locke, sedang mendesak AS dan komunitas global untuk berbicara tentang pemanasan global dengan mengurangi emisi karbon hingga 350 bagian per juta, dengan konstruksi pertanian energi surya di sepanjang Texas untuk sumber energi bebas polusi. Dia menyatakan bahwa tingkat karbon dioksida dunia saat ini telah mencapai 387 bagian per juta dan jika konsentrasi mencapai 450 ppm maka para ahli memperkirakan bahwa laut akan menenggelamkan kota-kota pantai.

Kami berterima kasih kepada Konserfasi Alam dan Lingkungan Texas atas pemberitahuan tentang bahaya yang disebabkan oleh pemanasan global baik di masa kini maupun di masa mendatang. Semoga Surga memberikan kebijaksanaan untuk mengambil langkah mendesak untuk memastikan masa depan yang cerah bagi seluruh planet kita.

Daerah Kalifornia menjatahkan air

Sebagai bagian dari rencana cadangan untuk menghemat sumber air, penduduk di Contra Costa dan daerah Alameda yang terletak di dekat San Fransisco Kalifornia, AS akan diminta untuk mengurangi konsumsi air sebanyak 20%. Penjatahan mulai berlaku setelah 2 tahun kekeringan dan mata air yang paling kering di dalam sejarah telah membuat level air berada di level terendah.

Terima kasih banyak kepada pemerintah Kalifornia atas perhitungan ini untuk memelihara sumber-sumber air kita. Kami berdoa supaya Kalifornia akan menerima berkat hujan bersama dengan kita semua bekerja untuk menyelamatkan planet ini dari efek-efek perubahan iklim.

http://www.sfgate.com/cgi-bin/article.cgi?f=/c/a/2008/05/23/HOR210N6T9.DTL
http://www.sfgate.com/cgi-bin/article.cgi?f=/c/a/2008/05/12/MNVE10KVE0.DTL
http://www.signonsandiego.com/news/state/20080501-1323-ca-sierrasnowpack.html

Perubahan iklim menyebabkan cuaca buruk di Chili

Hujan lebat membanjiri Chili akhir minggu terakhir ini setelah beberapa bulan sumur di negara itu kering dan air minum darurat harus didistribusikan oleh pemerintah. Banjir di daerah lembah pusat saat ini menjadi pemandangan terburuk dalam beberapa dekade ini yang memindahkan 15.000 orang dan menutup tambang tembaga terbesar di dunia. Ilmuwan telah memperhatikan bahwa cuaca yang extrem seperti kekeringan di Chili dan banjir berhubungan dengan perubahan iklim yang sering kali tidak proporsional hingga mempengaruhi kota-kota yang telah memproduksi gas rumah kaca.  

Kami mengirimkan doa kami untuk pemulihan yang cepat kepada orang-orang Chili dan mendesak pemerintah serta penduduk kota untuk melindungi keseimbangan iklim.

http://news.bbc.co.uk/2/hi/americas/7418242.stm
http://www.offnews.info/verArticulo.php?contenidoID=8572
http://www.reuters.com/news/video?videoId=76742&feedType=VideoRSS&feedName=Environment
http://www.enn.com/ecosystems/article/31573 

Keamanan pangan dan air di Republik Gambia tergantung pada kebijakan perubahan iklim baru

Negara-negara sub-Sahara di Afrika, Gambia, merasakan dampak pemanasan global yang semakin kuat setiap tahunnya, terutama para petaninya. Secara khusus masalah ini difokuskan pada produksi pangan.

Supreme Master Television mendapat kesempatan untuk mendiskusikan masa depan pangan dan air di negara ini bersama Direktur Sumber Air Gambia Bapak Pa Ousman Jarju dalam konferensi internasional perubahan iklim di Bangkok yang berakhir pada hari Jumat yang lalu. Bapak Jarju adalah mantan perwakilan Gambia untuk Badan Implementasi dan Kerangka Kerja Konferensi Perubahan Iklim Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Bapak Pa Ousman Jarju, Direktur Sumber Air di Gambia, Wakil Gambia untuk Badan Implementasi dan Kerangka Kerja Konferensi Perubahan Iklim Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Bapak Pa Ousman Jarju, Direktur Sumber Air di Gambia: Ibu kota negara yang terletak 1 meter di atas permukaan air laut sangat rentan terhadap kenaikan permukaan air laut. Dan kami juga merasakan dampak itu karena jika Anda melihat pada catatan curah hujan selama 3 dekade terakhir, curah hujannya telah menurun, suhu telah naik sampai 0,4 derajat per decade. Kami mengalami musim hujan yang lebih pendek, dan indikasi kekeringan juga meningkat tahun-tahun ini. Jadi kami merasakan dampak ini dan ini juga mengarah pada kerawanan pangan.

Desember tahun lalu pemerintah Gambia mempresentasikan rencana kerja nasional akhir kepada PBB yang menjabarkan cara-cara negara itu untuk beradaptasi terhadap perubahan iklim di masa depan.

Bapak Pa Ousman Jarju, Direktur Sumber Air di Gambia: Salah satu proyek itu adalah memiliki sistem peringatan dini yang akan memberikan informasi kepada para petani tentang saat yang tepat untuk menabur dan saatnya turun hujan. Kami adalah negara tropis, kami dilimpahi dengan cahaya matahari. Jadi kami sedang menggunakan energi berkelanjutan untuk memompa air, untuk menyediakan persediaan air, untuk menyediakan air bagi masyarakat pedesaan. Saat ini kami mampu memiliki hampir 140 desa yang mendapatkan manfaat air bersih melalui sistem pompa tenaga surya.

Sementara Gambia bekerja menyiapkan sektor pertaniannya untuk menghadapi perubahan lingkungan, Bapak Jarju menekankan pentingnya semua warga untuk membuat perubahan gaya hidup yang diperlukan dalam jangka panjang, termasuk penyesuaian dalam pola makan.

Bapak Pa Ousman Jarju, Direktur Sumber Air di Gambia: Kita sungguh harus mengubah cara hidup kita, karena hal inilah yang sebenarnya menyumbang emisi terbesar bagi perubahan iklim. Sistem pola makan kita juga harus berubah. Jika kita menjalankan pola makan vegetarian, hal itu akan berkontribusi sangat besar. Kami siap untuk menyelamatkan Bumi.

Kami menghargai usaha-usaha Bapak Pa Ousman Jarju dan semua delegasi di konferensi perubahan iklim PBB. Dengan kemurahan hati Surga, kami berdoa agar Gambia dan semua negara-negara Afrika akan menjalankan tindakan-tindakan untuk mengatasi perubahan iklim yang efektif untuk melindungi warga mereka serta keindahan yang tak terkira dari benua itu.

Kanada harus bersiap untuk perubahan iklim

Menurut suatu laporan dari menteri kehutanan Kanada, dampak-dampak pemanasan global yang terjadi saat ini termasuk: meningkatnya kemungkinan kebakaran hutan dan badai es ,serta penyebaran hama pemakan pohon karena memanasnya suhu. Itu karena Kanada juga merupakan rumah bagi 10% hutan dunia. Laporan ini juga menyarankan agar Kanada mengalokasikan sebagian hutannya untuk penyerapan karbon agar menyerap emisi CO2 secara alamiah demi mengurangi efek rumah kaca.

Pada Konferensi Iklim PBB yang saat ini berlangsung di Bangkok, Thailand, dimana para pemerintah dan organisasi bertemu untuk menandatangani perjanjian awal menuju ke Protokol Kyoto mengenai pengurangan gas rumah kaca, Supreme Master Television berbicara dengan Dale Marshall, analis kebijakan iklim dari Yayasan David Suzuki. Organisasi ini didirikan oleh aktivis lingkungan terkemuka Dr. David Suzuki.

Sejauh mana perubahan iklim mempengaruhi warga Kanada, tahun ini saja?

Dale Marshall : Sebagai negara di wilayah utara, Kanada memanas jauh lebih cepat daripada bagian lain di dunia. Kami terkena dampak dari lingkungan Arktik, penduduk asli yang tinggal di Arktik. Tapi kami juga mengalami dampak di seluruh Kanada.

Kami mengalami kekeringan di padang rumput; sungai-sungai yang ada di sana mengurangi jumlah air yang mengalir sehingga ketersediaan air sangat berkurang bagi ekosistem alami.

Bahkan air di danau-danau besar, sumber air bersih yang sangat bersih, muka airnya menurun dan Danau Superior, danau terbesar di dunia permukaan airnya terus menurun. Kami mengalami serbuan serangga karena kami tidak mendapatkan musim dingin di British Kolumbia. Kami mengalami serbuan serangga yang telah membunuh separuh pohon-pohon pinus di British Kolumbia. Kami akan menghadapi banyak, lebih banyak perubahan sepanjang tahun, khususnya bila kami tidak melakukan sesuatu.

Pencairan gletser Swiss mempercepat pemanasan global

Banyak dari 1.800 gletser di Swiss tengah mencair dengan kecepatan lebih dari 3% per tahun. Yang terbesar menurun sebanyak puluhan meter per tahun, sementara angka pencairan tahunan yang lainnya dua kali lipat dan tiga kali lipat. Badan Pengawasan Gletser Dunia yang didukung oleh PBB mengatakan bahwa penyebab pencairan tak terkendali ini adalah perubahan iklim.

Warga Swiss: Ini sungguh mendesak, jadi kita harus melakukan sesuatu. Saya tinggal di Swiss, dan ada banyak gletser yang mencair dan perubahan iklim dan kondisinya sangat, sangat kering di musim panas. Dan ini sungguh mengerikan.

SUARA: Karena penguapan air adalah masalah yang serius di seluruh Eropa, warga Swiss mungkin akan segera mengalami kekurangan air dan bahkan kekeringan. Fenomena serupa tentang hilangnya gletser tengah yang diukur oleh negara-negara Eropa dan lainnya. Miliaran orang di seluruh dunia bergantung pada gletser untuk air minum, pertanian, industri, dan pembangkit listrik.

http://news.nationalgeographic.com/news/2005/11/1110_051110_warming.html
http://www.swissinfo.org/eng/index.html?siteSect=143&sid=4760286
http://dotearth.blogs.nytimes.com/2008/03/18/a-farewell-to-ice/?hp
http://www.terradaily.com/2007/080330022541.gqe9lu3b.html
http://afp.google.com/article/ALeqM5j8z_gc1go9Ny4PzfQwMuAQ6ec1WA
http://www.msnbc.msn.com/id/11254319

Karena sungai di Amerika Selatan mengering, pertambangan mengambilnya dari lautan

Air dipompa dari Lautan Pasifik menuju Pegunungan Andes. Pertambangan di Peru dan Chili yang menyediakan berbagai mineral seperti emas dan tembaga berada di atas pegunungan yang tinggi dimana air sangat langka.

Persediaan diramalkan akan merosot lebih jauh dengan adanya efek dari pemanasan global. Untuk menyediakan air untuk digunakan masyarakat lokal, pabrik pertambangan telah menemukan cara untuk memompanya ke pegunungan.

Pertambangan Cerro Lindo telah tergantung pada air laut, dan Mineral Antofagasta akan segera mengikutinya. Selamat kepada Pertambangan Amerika Selatan atas cara yang digunakan untuk meringankan kekurangan air yang diakibatkan oleh pemanasan global. Semoga usaha mulia Anda yang berkelanjutan dapat meringankan efek dari perubahan iklim dan menyelamatkan hidup yang berharga.

Pemerintah Chili mengatur air di tengah kekeringan yang parah

Chili sedang dilanda kekeringan yang paling parah dalam dekade ini. Pemerintah Chili menangani keperluan air minum untuk menolong makhluk hidup melalui masa kekeringan. Hampir 90 komunitas yang dilaporkan terdiri atas 120.000 orang telah melakukan pertanian darurat.

Sebagai akibat dari sungai dan persediaan air yang mengering, ada banyak kerugian hasil panen dan hilangnya kehidupan satwa. Kekeringan ini diakibatkan oleh pola cuaca La Nina yang dipercaya terjadi karena perubahan iklim.

Kami dengan tulus berdoa supaya Chili dan penduduknya yang hangat dapat segera mengalami berkah hujan di daerah yang terkena musibah. Semoga semua negara bergabung dalam aksi yang harmonis untuk menyelamatkan planet kita dan makhluk hidupnya.

Berang-berang dapat membantu mengurangi kekeringan

Berang-berang mempunyai peran penting dalam mempertahankan air. Penelitian oleh Universitas Alberta di Kanada telah memperlihatkan efek yang mengejutkan dari kekeringan setelah berang-berang pindah dari tempat mereka.

Aktivitas berang-berang telah diketahui dapat melindungi kehidupan liar dan mengisi lagi persediaan air tanah. Penelitian berharga kami bertujuan untuk mengembangkan kesadaran kita akan peran penting teman satwa kita dalam mempertahankan dunia kita. Dengan bukti seperti ini dan berkah dari Surga, kita harus berjuang keras untuk melindungi habitat alam kita dan menjaga kesucian dari semua kehidupan.

Pemanasan global - bukan el Nino - mengakibatkan kekeringan terburuk di Amazon

Kekeringan di Amazon pada tahun 2005 disebabkan oleh lautan yang menghangat. Analisa penelitian iklim dan hujan yang direkam oleh Dr. Jose Marengo dari Brasil dan rekan-rekannya telah menyimpulkan bahwa temperatur lautan yang menghangat sebagai akibat dari perubahan iklim telah menyebabkan kekeringan yang terburuk dalam sejarah di Amazon.

Kekeringan sungai dapat mengakibatkan kerusakan lingkungan lebih lanjut seperti kebakaran lahan dan pelepasan karbon dioksida. 

Dr. Marengo dan para peneliti, terima kasih karena telah memberi kami bukti lebih lanjut tentang pokok penting untuk menyelamatkan lingkungan dan planet kita. Kami berdoa supaya dunia kita bergabung dalam misi kesadaran global.

Air di Afrika Selatan dapat hilang di tahun 2025

Kebijakan telah diubah secara tiba-tiba di Afrika Selatan untuk mencegah krisis air. Dana Alam Dunia (WWF) Afrika Selatan baru-baru ini memberi peringatan bahwa negara itu telah menggunakan 98% dari persediaan air yang dapat menyebabkan kekurangan pada tahun 2025.

Organisasi Kepala Eksekutif , Mome du Plessis berkata bahwa kita harus bertindak sekarang di seluruh jajaran pemerintahan untuk mengatasi dampak dari perubahan iklim, terutama sejak Afrika Selatan baru-baru ini mendapat peringkat ketujuh paling  intensif dalam hal karbon.

Kami sangat berterima kasih, Kepala eksekutif du Plessis, atas waktu Anda dalam memelihara sumber alam kita yang berharga dan menyelamatkan kehidupan. Kami berdoa supaya kita dapat bekerja sama untuk kesehatan dan bertahan untuk generasi mendatang.

Sumber air di Las Vegas akan mengering di tahun 2021

Persediaan air Las Vegas menghilang. Sebuah penelitian oleh Institut Scripps Lautan di Kalifornia, AS meramalkan bahwa Danau Mead, sumber air utama di Kota Las Vegas akan menjadi kering dalam waktu 13 tahun.

Danau adalah tempat yang menyediakan 90% dari kebutuhan air di kota. Mengenai efeknya yang lebih jauh terhadap Las Vegas, Dr Tim Barnett, pengarang, berkata, “Masalah air ini bukan gagasan yang ilmiah dan abstrak, tetapi lebih lanjut akan menjangkau setiap dan semua orang yang tinggal di barat daya.”

Kami menghargai itu, Dr Barnett dan Institut Penelitian Scripps atas pemberitahuannya kepada masyarakat tentang kebenaran yang mendesak ini. Semoga pemeliharaan ini mengantar kita untuk menemukan solusi untuk memelihara sumber alam kita sehingga generasi mendatang dapat hidup dalam kebahagiaan, keamanan, dan kemakmuran.

China mempromosikan cara untuk menghemat air

Untuk mengembangkan keseimbangan dan kecukupan air, China mempromosikan pendekatan untuk menghemat air. Ini meliputi pengembangan efisiensi irigasi, penampungan air di tempat pemukiman, dan jalan-jalan gedung yang memungkinkan air menyerap ke dalam tanah dan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pendidikan untuk penghematan air.

Kami ingin berterima kasih, China, dan Surga memberkati usaha Anda untuk menyelamatkan sumber alam berharga di dunia! Semoga manusia diberkahi oleh persediaan sumber surgawi ini.

Menteri di Saudi Arab meminta untuk menggunakan ulang air

Uni Emirat Arab menemukan cara untuk menghemat air. Selama presentasi baru-baru ini terhadap pelestarian air di Dubai, Menteri Lingkungan Hidup dan Air, Dr Mohammed Saeed Al Kindi berkata bahwa perkembangan terbaru akan menggunakan limbah air untuk irigasi serta tujuan lain.

Ia menekankan pentingnya pelestarian air di Uni Emirat Arab, dimana air bersih sangat langka.

Terima kasih Dr. Al Kindi dan Uni Emirat Arab atas usaha Anda untuk memelihara sumber air yang sangat berharga. Semoga Allah memberkati penelitian Anda dengan kesuksesan.

Dua miliar orang akan kehilangan air jika gletser Himalaya mencair

Pencairan gletser akan mempengaruhi dua milliar orang. Penelitian yang baru saja dimulai telah mengungkap bahwa pencairan gletser Himalaya dapat menyebabkan kenaikan permukaan air yang menyolok di empat sungai utama termasuk Sungai Gangga dan Sungai Kuning.

Dan meluapnya sungai-sungai dalam beberapa dekade mendatang akan diikuti pula dengan kekurangan air yang akan mempengaruhi dua miliar orang yang tergantung pada sumber air itu.

Semoga Surga menganugerahkan kita dengan bijaksana dan segera bertindak untuk  melindungi sumber alam kita dan keseimbangan ekosistem kita yang rumit. Kami berdoa agar alam dapat terus menunjang kehidupan selama ribuan tahun lagi.

Perubahan iklim yang disebabkan oleh manusia mengurangi aliran  air di bagian barat AS. Penemuan Para Ilmuwan

Pemanasan global akibat tindakan manusia telah mempengaruhi persediaan air di bagian barat Amerika Serikat. Para ilmuwan yang berasal dari Laboratorium Nasional Lawrence Livemore dan Institusi Peneliti Kelautan telah lama heran oleh persediaan air di Bagian Barat yang menyusut dalam 20 sampai 30 tahun belakangan ini. Penelitian mereka baru-baru ini menyimpulkan bahwa penyebabnya adalah manusia.

Regu Barnett of Scripps mengatakan, “Hasilnya dikendalikan oleh perubahan temperatur, dan perubahan temperatur itu disebabkan oleh kita.”

Penghargaan tulus kami, para ilmuwan atas dedikasi kalian untuk mengungkap informasi ini. Kami berdoa agar semua pemerintah dan penduduk akan bekerja sama untuk melestarikan sumber alam di planet kita bagi semua penghuni Bumi.

 
 
Download Buku - Gratis
Download Gratis Buku Pemanasan Global  
Download Gratis Buku Perubahan Iklim  

www.SupremeMasterTV.com/ina