| |
||||||
Brasil mengungkapkan
rencananya untuk mengurangi pembabatan hutan Amazon Hutan di Dekat Kutub Bereaksi Terhadap Pemasan Global Dr. Vesala dan timnya mempelajari daerah Boreal dekat kutub di Finlandia, dimana dampak perubahan iklim berlipat ganda. Dalam sebuah studi baru, mereka menemukan bahwa hutan-hutan di sana tidak hanya bereaksi tetapi juga menambah terjadinya pemanasan atmosfer.
Dr. Timo Vesala:
http://www.mm.helsinki.fi/core/publications.htm Restorasi Hutan bisa Memakan Waktu 4.000 Tahun Riset yang dilakukan
oleh Marcia Marques dan rekan-rekannya dari Universitas Federal Parana di
Brasil berusaha memahami berapa lama waktu yang dibutuhkan oleh hutan untuk
memulihkan tumbuhan aslinya secara penuh. Studi yang berfokus kepada hutan
Atlantik Brasil, menemukan bahwa meskipun spesies tertentu bisa berkembang
biak secepat 65 tahun, tetapi spesies-spesies lainnya seperti pohon
shade-loving bisa membutuhkan kurang lebih 160 tahun. Akhirnya,
spesies-spesies asli yang unik dan dibutuhkan untuk mengembalikan hutan
secara penuh bisa membutuhkan waktu selama 4.000 tahun.
Pangeran Charles Menyerukan Penghentian Pembabatan Hutan Hujan Dengan menyebutkan pentingnya hutan hujan untuk menyerap karbon dan berfungsi sebagai paru-paru dunia, Pangeran Charles berkata bahwa tanpa penghentian yang cepat terhadap pengrusakan hutan hujan, kita akan menghadapi semakin banyak kekeringan dan kelaparan secara signifikan. Yang Mulia mengungkapkan harapannya agar para konsumen menjadi lebih sadar akan akibat dari pola belanja mereka. Ia juga menyerukan para pemerintah dan organisasi-organisasi untuk mencari cara untuk membuat hutan hujan lebih menguntungkan dalam menopang mata pencarian penduduk lokal. Indonesia Menetapkan Standar Minyak Kelapa Sawit Indonesia menerapkan
langkah yang lebih ketat untuk memastikan bahwa produsen minyak kelapa sawit
mengikuti standar yang ramah lingkungan yang melindungi hutan hujan,
kehidupan liar, dan suku pribumi. Meja Bundar untuk Minyak Kelapa Sawit yang
Berkelanjutan (RSPO) telah memulai proses pemberian label untuk mengaudit
dan menandai perkebunan kelapa sawit. Memperkecil Pembabatan Hutan adalah Kunci untuk Stabilisasi Iklim
Minggu yang lalu,
pejabat Yayasan Dunia untuk Alam (WWF) berkata di depan Senat AS bahwa
pembabatan hutan bertanggung jawab untuk seperlima dari emisi gas rumah kaca.
David Hayes, seorang rekan WWF senior, menyatakan pada dengar pendapat Senat
mengenai Pembabatan Hutan Internasional dan Perubahan Iklim, berkata,
“Secara sederhana, kita tidak bisa membuat kemajuan melawan perubahan iklim
kecuali jika kita mengurangi laju penebangan hutan.”
|
||||||