| |
||||
| Penelitian Permafrost Terbaru Menguak Masalah Pemanasan Global yang Lebih Besar 16 Nov 2008 Penelitian permafrost terbaru menyoroti ancaman dari perluasan pemanasan global. Profesor Chien-Lu Ping dan para kolega di Universitas Alaska, AS telah mengeluarkan hasil penelitiannya selama 10 tahun yang menganalisa lebih dari 100 sampel dari kedalaman satu meter di tanah beku Amerika Utara atau permafrost. Mereka menemukan bahwa permafrost Alaska dan Kanada sendiri mengandung 137 miliar ton gas-gas rumah kaca, yang kira-kira lebih besar dua kali lipat dari yang diperkirakan sebelumnya. Kenaikan suhu dua atau tiga derajat Celsius di Arktik akan dapat mencairkan permafrost itu sehingga melepaskan gas-gas itu ke dalam atmosfer dan menyebabkan pemanasan global yang dapat membinasakan kehidupan di Bumi. Gas Metana yang Terlepas ke dalam Atmosfer Jauh Lebih Cepat Daripada yang Diperkirakan 4 Desember 2008 Semakin banyak metana yang diemisikan ke dalam atmosfer dari tundra di timur laut Greenland daripada penelitian yang telah ditunjukkan sebelumnya. Angka-angka baru mengungkapkan bahwa sejumlah besar gas-gas rumah kaca juga sedang diemisikan ke dalam atmosfer, tidak hanya selama bulan-bulan musim kemarau yang panas, tetapi juga selama bulan-bulan musim gugur yang dingin. Secara alami, hal ini menimbulkan pertanyaan-pertanyaan baru mengenai pemahaman kita akan sistem iklim Bumi. Para ilmuwan di Universitas Kopenhagen bekerja sama dengan ilmuwan-ilmuwan dari Universitas Lund di Swedia dan Institut Penelitian Lingkungan Nasional (DMU), Universitas Aarhus baru-baru ini menyajikan angka-angka yang baru dan mengejutkan dalam jurnal ilmiah, Nature. Metana adalah gas rumah kaca yang sangat berbahaya dan kebanyakan metana di dalam atmosfer bersumber dari daerah-daerah tundra di seluruh dunia, dan yang paling signifikan adalah di daerah kutub. Sejauh ini, para ilmuwan telah meyakini bahwa tundra mengemisikan paling banyak gas metana ke dalam atmosfer selama bulan-bulan musim panas. Namun, hasil-hasil baru menunjukkan bahwa alam mempunyai cara lain untuk meningkatkan emisi gas rumah kaca tersebut. Para ilmuwan telah mempelajari bahwa pada permulaan pembekuan selama bulan-bulan musim gugur, suhu juga memaksa sejumlah gas-gas rumah kaca keluar dari tundra. Pernyataan ini dibuat di stasiun penelitian Zackenberg di timur laut Greenland. “Sebenarnya, emisi metana di bulan September dan Oktober 2007 sama dengan jumlah emisi metana dari tiga bulan musim panas,” kata Charlotte Sigsgaard, asisten penelitian di Departemen Geografi & Geologi, Universitas Kopenhagen. Angka-angka tersebut sangat mengejutkan, dan para ilmuwan sangat senang bahwa periode pengukuran tersebut telah memungkinkan Tahun Kutub Internasional tahun 2007 mendapatkan masukan baru tentang pemahaman umum kita akan sistem iklim, dan khususnya perubahan iklim yang drastis di daerah-daerah Arktik. “Pengamatan pada suhu -20°C akan menjadi persoalan, tetapi dalam hal ini, sangat luar biasa dan cukup mengejutkan ketika mengamati bagaimana emisi-emisi metana dari tundra tiba-tiba meningkat dengan drastis dalam hubungannya dengan permulaan pembekuan di Zackenberg,” kata Charlotte Sigsgaard dan menambahkan bahwa angka yang baru tersebut menekankan pentingnya peningkatan aktivitas-aktivitas pengamatan di daerah-daerah dataran tinggi arktik. Charlotte Siggsgaard menghabiskan beberapa bulan yang dingin di musim gugur tahun lalu di daerah Zackenberg, melakukan pengamatan harian, mengoperasikan dan menggunakan peralatan untuk mengumpulkan sampel-sampel dari tundra. Sekarang, penelitiannya mungkin telah menjawab teka-teki besar iklim yang tidak diketahui sebelumnya. Kontak Universitas Konpenhagen: Communications Division +45 35 32 42 61 Penelitian Kutub Universitas Stockholm Örjan Gustafsson, rekan profesor di ITM menyampaikan berita ke masyarakat Inggris dari kapal peneliti Rusia Jacob Smirnitskyi melalui email: ”Sebuah daerah yang sangat luas telah melepaskan metana dalam jumlah yang banyak. Pada situs terdahulu, kami menemukan bahwa daerah yang mengandung metana semakin luas. “Untuk pertama kalinya kami mendokumentasikan sebuah tempat dimana gas yang terlepas sangat pekat, metana tidak mempunyai waktu untuk larut di dalam air laut tetapi bergerak ke atas sebagai gelembung metana sampai ke permukaan laut.” Gustafsson bersama dengan dua murid doktoral dari ITM, Vanja Alling, dan Jorien Vonk telah berada di Smirnitskyi selama 45 hari sebagai bagian dari proyek studi internasional Beting Siberia, yang juga tergabung dalam peneliti-peneliti dari Rusia dan Amerika Serikat. Tujuan dari ekspedisi tersebut adalah untuk memahami lebih baik tentang aliran karbon, material, dan air yang melewati tundra Siberia sampai ke bagian dalam Laut Artik dapat mempengaruhi iklim. Seperti yang dilaporkan pers internasional, penemuan tim tersebut sangat mengejutkan. “Pemikiran konvensional tersebut menyatakan bahwa lapisan permafrost ‘lid’ pada endapan dasar laut yang ada di Beting Siberia seharusnya dapat menutupi dan menahan tempat penyimpanan metana yang jumlahnya sangat besar, tetapi kenyataannya tidak bisa. Bukti yang terus berkembang tentang terlepasnya metana di daerah yang tidak dapat dijamah mungkin menjadi bukti bahwa lapisan lid permafrost mulai bolong dan terus mengeluarkan metana.”’ Kata Gustafsson. Itu berarti jutaan ton metana yang dilepaskan dari dasar laut arktik dapat mempercepat pemanasan global di planet ini secara signifikan. Rekan-rekan dan murid-murid dari ITM terus mengikuti penemuan dari grup peneliti Stockholm melalui blog mereka: http://isss08.wordpress.com/. Tahun kutub internasional adalah sebuah inisiatif penelitian besar ilmiah termasuk 200 proyek dan ribuan ilmuwan dari 60 negara yang berjuang untuk mencapai kemajuan yang pesat dalam ilmu kutub. Program tersebut berjalan dari bulan Maret 2007–Maret 2009. Penemuan dari Studi Internasional Beting Siberia 2008 akan dipublikasikan oleh Persatuan Geofisika Amerika. Isi: Jon Buscal Ekspedisi penelitian kutub
Universitas Stockholm 2008: Penelitian
kutub Universitas Stocholm pada pers internasional: Konverensi video Maha Guru Ching Hai dengan Center Seattle, Washington, AS - 6 Juli 2008 Jika semua permafrost, lapisan lumpur
keras yang beku itu mencair, lalu gas dari permafrost juga akan dilepaskan.
Dan itulah alasannya mengapa Anda merasa lebih letih. Dan beberapa tempat
mungkin memiliki lebih banyak penyakit mental, dan segala jenis penyakit
lainnya yang sebelumnya belum pernah ada. Seperti nyamuk, mereka bermigrasi
ke wilayah yang berbeda dimana mereka belum pernah ada sebelumnya karena
iklim bertambah panas.
|
||||