| |
||||||||||||||||||
Jadilah Vegetarian untuk Menurunkan Harga-harga Makanan, kata Ketua Badan iklim PBB Perundingan perubahan iklim 2008 di Jerman telah berfokus kepada dampak-dampak bahan bakar nabati terhadap naiknya harga-harga makanan. Sekretaris Eksekutif Komite Kerangka Perubahan Iklim PBB, Yvo de Boer, telah menunjukkan bahwa sebagian besar kenaikan harga makanan disebabkan oleh biji-bijian yang dipakai sebagai makanan hewan ternak. Sekretaris de Boer menyatakan, “Solusi terbaik bagi kita semua adalah dengan menjadi vegetarian.” http://www.enn.com/pollution/article/34572/print Senator Australia Mempromosikan Vegetarisme untuk Lingkungan Hidup
Saat berbicara tentang Earth Hour, Senator Australia, Andrew Bartlett di Queensland mengatakan bahwa mematikan listrik selama satu jam mempunyai nilai simbolik. Akan tetapi, untuk menyampaikan perubahan iklim jangka panjang dan efektif maka diperlukan perubahan gaya hidup. Ia berkata: “Tidak ada cara yang lebih mudah, lebih murah, dan lebih cepat dalam mengurangi emisi rumah kaca selain dengan memangkas jumlah produk daging dan susu yang kita konsumsi. Ini adalah cara yang telah terbukti manfaatnya baik bagi kesehatan maupun lingkungan hidup. Selain itu hal ini dapat segera kita lakukan daripada menunggu teknologi baru, layanan transportasi umum yang lebih baik, atau menerapkan penggunaan energi terbarukan. Cara ini sangat menghemat uang daripada menghabiskannya untuk cara lain, dan cara ini tidak menyebabkan bahaya apapun bagi ekonomi kita. Saya tidak berkata ini adalah satu-satunya solusi untuk masalah gas rumah kaca, tetapi itu adalah satu langkah besar yang mudah yang bisa dilakukan masing-masing individu. Mereka seharusnya tidak hanya duduk diam dan berharap pemerintah akan menyelesaikan segalanya atau menunggu sampai transportasi umum membaik; mereka dapat melakukannya serang.” Senator Bartlett juga menyinggung tentang laporan PBB yang mengatakan bahwa emisi karbon dari peternakan hewan lebih besar daripada gabungan gas rumah kaca dari seluruh jenis transportasi. Lebih jauh lagi ia berkata: “Kita tidak dapat terus duduk di belakang dan menunggu pemerintah, teknologi, atau pasar untuk mengatasi masalah ini dan bersandar dengan upaya mereka… kita juga harus mengakui kenyataan ilimiah bahwa pada hakikatnya jika kita tidak memotong konsumsi produk hewan, maka kesempatan kita untuk menghentikan perubahan iklim adalah hampir tidak ada.” Anggota Parlemen Queensland Melakukan Gerakan Vegetarian
Ronan Lee selaku anggota parlemen dan aktivis lingkungan berkata di depan publik bahwa ia tidak ingin makan daging karena dapat memberi manfaat yang baik terhadap lingkungan serta berhasrat untuk mengurangi karbon. Ronan Lee berkata, "Ya mereka tidak tahu. Masyarakat tidak tahu bahwa segalanya membawa beban lingkungan. Produksi daging sapi memboroskan air yang luar biasa, mereka memerlukan jumlah air yang fenomenal untuk memproduksi hanya satu kg daging sapi. Angka yang saya kutip di Parlemen Queensland pada saat itu sumbernya diambil dari ilmuwan terkemuka CSIRO (Organisasi Riset Ilmiah dan Industri Negara Persemakmuran), Australia." Kementrian Kesehatan Uni Emirat Arab Mendukung Pekan Vegetarian
Kementerian Kesehatan Uni Emirat Arab mempromosikan perayaan vegetarian seminggu penuh yang disponsori oleh sukarelawan yang disebut Festival Meveg. Melalui situs web www.meveg.info, warga Uni Emirat Arab banyak yang berjanji untuk bervegetarian dan turut ambil bagian demi menjaga kesehatan dan lingkungan. Dr. Mahmoud Fikri, pejabat eksekutif di Kementerian Kesehatan menyatakan, “Gaya hidup kita dan kebiasaan makan kita yang tidak seimbang telah menyebabkan kegemukan dan diabetes. Kami berharap agar festival tahunan ini menjadi titik balik akan pentingnya makanan yang sehat.” http://www.thenational.ae/article/20080531/NATIONAL/169461374/1020/NEWS Menteri Kesehatan Prancis Mendorong Warganya untuk Lebih Banyak Konsumsi Makanan Nabati
Menteri Kesehatan Prancis berkata: "Makanlah lebih banyak buah dan sayuran. Melanjutkan kampanye yang sejenis tahun lalu, warga Prancis sekarang didorong menuju kesehatan yang lebih baik dengan menaikkan konsumsi buah-buahan dan sayur-sayuran hingga lima porsi setiap hari. Bersama dengan Lembaga Kesehatan dan Pendidikan Nasional (INPES), Kementerian Kesehatan meluncurkan kampanye yang informatif di TV dan saluran media lainnya. Jajak pendapat baru-baru ini menunjukkan bahwa tingkat kegemukan di Prancis naik karena orang sangat sedikit mengonsumsi buah dan sayuran." http://www.leparisien.fr/home/info/vivremieux/articles/ETES-VOUS-PNNS_298549962 Pembuat Undang-Undang Jerman Menganjurkan Lebih Sedikit Daging
Wakil untuk Parlemen Jerman dan pemimpin Partai Hijau, Renate Künast, telah menyuarakan kebijakan untuk melakukan perubahan dalam bidang pertanian demi menghentikan perubahan iklim. Bagian yang direkomendasikan oleh Nn. Künast dalam transformasi tersebut adalah mengurangi penggunaan produk susu dan daging untuk konsumsi. http://www.schrotundkorn.de/2008/200804b03.html Presiden, Pejabat dan 1,2 Juta Orang Taiwan Berjanji akan Membantu Mengurangi Emisi Karbon dengan Beralih ke Vegetarian
Berbicara mengenai jejak karbon, Hari Lingkungan Dunia Taiwan menghimbau publik untuk menerapkan kebiasaan makan baru guna mengurangi emisi karbon, termasuk mengucapkan janji mencoba diet tanpa produk hewan yang rendah karbon. Lebih dari 1,2 juta orang di Taiwan, termasuk pejabat pemerintahan telah berjanji untuk membantu mengurangi emisi karbon dengan beralih ke vegetarisme yang artinya pola makan tanpa produk hewan, untuk menghilangkan setidaknya 1,5 juta ton emisi karbon dari atmosfer setiap tahunnya. Ma Ying Jiu, Presiden Taiwan Menyerukan Warganya untuk Kurangi Daging
Lebih banyak sayuran dan kurangi daging, seruan Kantor Kepresidenan Taiwan. Sebagai bagian dari peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Presiden Taiwan, Ma Ying-Jeou dan Wakil Presiden Vincent Siew memimpin seluruh kantor kepresidenan dalam menandatangani pernyataan tentang langkah-langkah untuk mengurangi CO2 dan menghemat energi yang mencakup makan produk dari lokal, makan lebih banyak sayuran, dan mengurangi daging. Disertai dengan langkah-langkah hijau lainnya, Presiden Ma mendorong semua warga untuk mulai membiasakan berhemat demi mengurangi emisi karbon dalam kehidupan setiap orang.
Lin Hung Chih, Formosan
(Taiwan) Legislator:
Tien Chiu Chin, Formosan
(Taiwan) Legislator:
Hsiao, Chia-Chi, Wakil
Gubernur, Kota Taichung, Formosa (Taiwan) Beralih ke Vegetarian
Chen Tien-Wen, Taichung
City Council Vice-President:
Tseng Chao Jung, Taichung
City Councilman, Formosa (Taiwan):
Dr. Lin Tzu-Mu, National
Chung Hsing University Office of Student Affairs:
http://ivy3.epa.gov.tw/co/index.html
Maneka Gandhi (Menteri Keadilan Sosial India)
Estonia Memungut Pajak Emisi dari Sapi-sapi Peternakan
Peternakan telah diketahui bertanggung jawab bagi 25 persen emisi gas rumah kaca di wilayah Estonia. Untuk menutupi kerugian lingkungan, pemerintah saat ini mewajibkan peternak sapi untuk membayar “pajak gas pencernaan” untuk 350 liter metana dan 1.500 liter karbon dioksida yang masing-masing dikeluarkan oleh sapi ke dalam atmosfer. http://www.russiatoday.ru/features/news/24625 Anggota Parlemen Swedia Meninjau Industri Peternakan
Anggota Parlemen Swedia menulis laporan yang berjudul “The Livestock Industry and Climate - Industri Peternakan dan Iklim.” Di dalamnya, Bpk. Holm mengkritik praktik menanam panen untuk diberi makan kepada ternak serta alasan sektor peternakan menjadi salah satu penghasil emisi gas rumah kaca terbesar. Laporan itu menyatakan: “Lebih dari sepertiga dari semua biji-bijian yang dipanen menjadi makanan hewan. Apa itu rasional? Kenapa kita tidak memproduksi lebih sedikit daging dan mengurangi hasil panen yang diberikan untuk ternak sehingga tersedia biji-bijian untuk memberi makan lebih banyak orang?” Laporan itu berakhir dengan dua saran utama untuk Swedia dan Eropa: Pertama, hapus subsidi daging agar harga daging di pasar mencerminkan biaya kerugian lingkungan yang sebenarnya. Kedua, anjurkan diet modern kepada masyarakat yaitu diet vegetarian. http://www.jensholm.se/wp-content/uploads/2008/03/meat_climate_report.pdf Menteri Jerman Mengunjungi Brasil dan Mendesak Konsumsi Lebih Sedikit Daging
Di tengah-tengah diskusi tentang dampak produksi bahan bakar nabati terhadap hutan hujan, Menteri Lingkungan Hidup Sigmar Gabriel telah menyuarakan kepeduliannya tentang dampak dari mengonsumsi daging. Dia berkomentar tentang pengrusakan hutan hujan untuk menanam kacang kedelai yang diekspor untuk memberi makan ternak di Eropa. Untuk membantu melindungi pohon-pohon di Amazon, Menteri Gabriel mengajukan sebuah sistem yang akan mengukur kelangsungan produk impor dan kemudian menagihnya. http://www.spiegel.de/international/world/0,1518,552027,00.html
|
||||||||||||||||||